Follow Us :              

Kebumen Travel Mart 2026 Padukan Pariwisata, Budaya, dan UMKM

  01 June 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 1261 
Kategori :
Bagikan :


Kebumen Travel Mart 2026 Padukan Pariwisata, Budaya, dan UMKM

01 June 2026 | 09:00:00 | dibaca : 1261
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gelaran Kebumen Travel Mart 2026 akan diselenggarakan pada 27–29 Agustus 2026. Berbeda dengan gelaran pada periode sebelumnya, kali ini event tersebut akan memadukan sektor ekonomi dan budaya.  

Ketua Panitia Kebumen Travel Mart 2026, Wahid Supriyadi, mengatakan, Kebumen Travel Mart merupakan agenda rutin yang melibatkan agen travel. Namun pada tahun 2026, event ini akan melibatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mereka dapat naik kelas.

"Kita ada tim kurasi. Pengalaman saya di berbagai negara, selera pasar luar negeri atau negara maju itu anti dengan pengawet dan gula. Saya juga punya jaringan yang bisa bantu UMKM untuk ekspor," ucapnya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang pada Senin, 1 Juni 2026.

Nantinya, kegiatan tersebut akan mengeksplorasi potensi wisata alam, seperti Pantai Selatan dan geopark dengan menggandeng para pelaku UMKM. Rencananya, pelaksanaan event akan dipusatkan di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kabupaten Kebumen.

"Benteng ini punya nilai sejarah luar biasa. Kebumen juga punya geopark yang baru diakui oleh UNESCO. Jadi ada wisata alam dan heritage (warisan budaya), ini layak jual untuk meningkatkan perekonomian daerah," ucap Duta Besar RI untuk Rusia tahun 2016-2020 itu.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung penyelenggaraan event tersebut. Sebab, kegiatan ini sejalan dengan roadmap pembangunan Provinsi Jateng pada tahun 2027. 

Saat ini, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, sedang menyiapkan pariwisata berkelanjutan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Kita tahun 2027 nanti (akan berfokus) terkait dengan pariwisata. Jadi kita sudah petakan dan sudah sampaikan ke seluruh bupati-wali kota, agar menyiapkan desa wisata, wisata ramah muslim, dan lainnya," ucap Gubernur. 

Ia menjelaskan, saat ini ada sekitar 4,2 juta UMKM di Jawa Tengah. Jumlah itu didominasi oleh usaha mikro yang berada di bawah pemerintah kabupaten/kota. Sementara berdasarkan data kumulatif selama 10 tahun terakhir, Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM Jateng menjadi yang tertinggi secara nasional, dengan nilai sebesar Rp406 triliun untuk 12,4 juta UMKM.

"Potensi Kebumen memang besar untuk UMKM dan destinasi wisata, ada wisata alam, termasuk geopark. Nanti kita kerja sama, detailnya langsung bahas ke dinas terkait," ucap Gubernur.


Bagikan :

SEMARANG — Gelaran Kebumen Travel Mart 2026 akan diselenggarakan pada 27–29 Agustus 2026. Berbeda dengan gelaran pada periode sebelumnya, kali ini event tersebut akan memadukan sektor ekonomi dan budaya.  

Ketua Panitia Kebumen Travel Mart 2026, Wahid Supriyadi, mengatakan, Kebumen Travel Mart merupakan agenda rutin yang melibatkan agen travel. Namun pada tahun 2026, event ini akan melibatkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mereka dapat naik kelas.

"Kita ada tim kurasi. Pengalaman saya di berbagai negara, selera pasar luar negeri atau negara maju itu anti dengan pengawet dan gula. Saya juga punya jaringan yang bisa bantu UMKM untuk ekspor," ucapnya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang pada Senin, 1 Juni 2026.

Nantinya, kegiatan tersebut akan mengeksplorasi potensi wisata alam, seperti Pantai Selatan dan geopark dengan menggandeng para pelaku UMKM. Rencananya, pelaksanaan event akan dipusatkan di Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kabupaten Kebumen.

"Benteng ini punya nilai sejarah luar biasa. Kebumen juga punya geopark yang baru diakui oleh UNESCO. Jadi ada wisata alam dan heritage (warisan budaya), ini layak jual untuk meningkatkan perekonomian daerah," ucap Duta Besar RI untuk Rusia tahun 2016-2020 itu.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendukung penyelenggaraan event tersebut. Sebab, kegiatan ini sejalan dengan roadmap pembangunan Provinsi Jateng pada tahun 2027. 

Saat ini, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, sedang menyiapkan pariwisata berkelanjutan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah. 

"Kita tahun 2027 nanti (akan berfokus) terkait dengan pariwisata. Jadi kita sudah petakan dan sudah sampaikan ke seluruh bupati-wali kota, agar menyiapkan desa wisata, wisata ramah muslim, dan lainnya," ucap Gubernur. 

Ia menjelaskan, saat ini ada sekitar 4,2 juta UMKM di Jawa Tengah. Jumlah itu didominasi oleh usaha mikro yang berada di bawah pemerintah kabupaten/kota. Sementara berdasarkan data kumulatif selama 10 tahun terakhir, Kredit Usaha Rakyat (KUR) UMKM Jateng menjadi yang tertinggi secara nasional, dengan nilai sebesar Rp406 triliun untuk 12,4 juta UMKM.

"Potensi Kebumen memang besar untuk UMKM dan destinasi wisata, ada wisata alam, termasuk geopark. Nanti kita kerja sama, detailnya langsung bahas ke dinas terkait," ucap Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu