Follow Us :              

Bidik Wisatawan Mancanegara, Jateng Perkuat Destinasi Wisata Ramah Muslim 

  02 June 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 109 
Kategori :
Bagikan :


Bidik Wisatawan Mancanegara, Jateng Perkuat Destinasi Wisata Ramah Muslim 

02 June 2026 | 08:30:00 | dibaca : 109
Kategori :
Bagikan :

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

BOYOLALI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua sektor baru sebagai penggerak ekonomi tahun 2027, yakni pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

Guna mempersiapkan sektor tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta pemerintah kabupaten/kota yang memiliki destinasi wisata religi agar meningkatkan dan memperkuat branding untuk memikat para pengunjung. 

"Wisata ramah muslim bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya situs sejarah terkait dengan makam. Ada keraton yang terkait dengan petilasan muslim. Kemudian di situ juga ada kasunanan. Tolong nanti di-branding," ucapnya dalam acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 Wilayah Solo Raya di Pendopo Kabupaten Boyolali pada Selasa, 2 Juni 2026. 

Ia mengatakan, pengembangan wisata ramah muslim tidak hanya menyasar wisatawan lokal, tetapi juga internasional. Wisatawan dari negara-negara rumpun Melayu maupun Timur Tengah juga perlu dibidik agar mereka tertarik untuk berkunjung ke destinasi wisata ramah muslim di Jateng. 

Oleh karena itu, berbagai hal perlu dipersiapkan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata ramah muslim tersebut. 

"Wisata ramah muslim itu bukan berarti masakannya saja yang  halal. Di sana harus disiapkan tempat ibadah, paket wisata, dan lain sebagainya,” ucap Gubernur. 

Sejalan dengan itu, sejumlah kepala daerah di wilayah Solo Raya siap mendukung arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2027 tersebut. 

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyampaikan dukungan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi syariah dengan melakukan penguatan desa wisata, UMKM, ekonomi kreatif, industri halal, dan destinasi wisata berkelanjutan.

Ia menilai, wilayah Solo Raya merupakan kawasan strategis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang perlu terus diperkuat melalui konektivitas, investasi, dan pembangunan yang terintegrasi. 

"Boyolali siap menjadi bagian aktif dalam pengembangan kawasan ini melalui sinergi lintas wilayah dan lintas sektor," ujarnya. 

Hal senada disampaikan oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Ia mengatakan, jumlah wisatawan di Klaten menjadi yang terbanyak kedua di Jawa Tengah. Tak hanya itu, Klaten telah membuat kalender event wisata pada tahun 2026. 

"Sekarang kami sudah mulai dilirik oleh turis-turis dari mancanegara. Kekuatan kami ada di desa,” ucapnya.  

Ia mengakui, masih ada pekerjaan rumah yang perlu dikolaborasikan dengan Pemprov Jateng, salah satunya proses pengembangan geopark seperti di Kebumen. Hamenang mengungkapkan, Klaten memiliki kawasan bebatuan yang usianya cukup tua. Harapannya, lokasi ini bisa menjadi daya tarik baru, selain candi dan mata air. 

Sementara untuk menarik wisatawan, Klaten akan mengembangkan sport center untuk mendukung sport tourism atau pariwisata olahraga di wilayahnya. Mengingat posisi Klaten yang strategis dengan tiga exit tol dan terkoneksi dengan akses bandara serta stasiun kereta api.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengembangkan 10 destinasi wisata dan event pariwisata. Bahkan, ia menargetkan kunjungan wisata ke daerahnya mencapai 438.000 orang. Selain itu, Wonogiri juga mengoptimalkan pengembangan kampung wisata dengan pencanangan 30 kampung wisata baru serta pelatihan konten kreator. 

"Dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi syariah, kami juga akan menetapkan pariwisata ramah muslim serta menerbitkan 8.933 produk bersertifikat halal, juru sembelih halal, dan pembiayaan syariah sebanyak Rp144 miliar," lanjutnya. 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, mengemukakan bahwa ia mendukung program pembangunan Jateng tahun 2027. Salah satunya dengan menyusun rencana pengembangan pariwisata bersama kepala daerah lainnya.

"Kami sangat siap dan kami ingin mengajak seluruh kepala daerah untuk berkomitmen bersama membentuk rencana induk pariwisata Solo Raya," tuturnya. 

Dalam mendukung optimalisasi ekonomi syariah, Surakarta telah mengembangkan kawasan Pasar Kliwon serta spiritual tourism atau wisata spiritual/religi di Masjid Zayed. 

Dukungan juga disampaikan oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, dengan penerbitan 22 Surat Keputusan (SK) Desa Wisata serta keberadaan lebih dari 400 sanggar dan kelompok kesenian yang tersebar di 12 kecamatan. 

"Kami juga sudah punya Perda (Peraturan Daerah) Pengembangan Pariwisata, hotel bintang lima, dan bintang tiga," jelasnya.


Bagikan :

BOYOLALI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua sektor baru sebagai penggerak ekonomi tahun 2027, yakni pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

Guna mempersiapkan sektor tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta pemerintah kabupaten/kota yang memiliki destinasi wisata religi agar meningkatkan dan memperkuat branding untuk memikat para pengunjung. 

"Wisata ramah muslim bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya situs sejarah terkait dengan makam. Ada keraton yang terkait dengan petilasan muslim. Kemudian di situ juga ada kasunanan. Tolong nanti di-branding," ucapnya dalam acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 Wilayah Solo Raya di Pendopo Kabupaten Boyolali pada Selasa, 2 Juni 2026. 

Ia mengatakan, pengembangan wisata ramah muslim tidak hanya menyasar wisatawan lokal, tetapi juga internasional. Wisatawan dari negara-negara rumpun Melayu maupun Timur Tengah juga perlu dibidik agar mereka tertarik untuk berkunjung ke destinasi wisata ramah muslim di Jateng. 

Oleh karena itu, berbagai hal perlu dipersiapkan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata ramah muslim tersebut. 

"Wisata ramah muslim itu bukan berarti masakannya saja yang  halal. Di sana harus disiapkan tempat ibadah, paket wisata, dan lain sebagainya,” ucap Gubernur. 

Sejalan dengan itu, sejumlah kepala daerah di wilayah Solo Raya siap mendukung arah pembangunan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2027 tersebut. 

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyampaikan dukungan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi syariah dengan melakukan penguatan desa wisata, UMKM, ekonomi kreatif, industri halal, dan destinasi wisata berkelanjutan.

Ia menilai, wilayah Solo Raya merupakan kawasan strategis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang perlu terus diperkuat melalui konektivitas, investasi, dan pembangunan yang terintegrasi. 

"Boyolali siap menjadi bagian aktif dalam pengembangan kawasan ini melalui sinergi lintas wilayah dan lintas sektor," ujarnya. 

Hal senada disampaikan oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Ia mengatakan, jumlah wisatawan di Klaten menjadi yang terbanyak kedua di Jawa Tengah. Tak hanya itu, Klaten telah membuat kalender event wisata pada tahun 2026. 

"Sekarang kami sudah mulai dilirik oleh turis-turis dari mancanegara. Kekuatan kami ada di desa,” ucapnya.  

Ia mengakui, masih ada pekerjaan rumah yang perlu dikolaborasikan dengan Pemprov Jateng, salah satunya proses pengembangan geopark seperti di Kebumen. Hamenang mengungkapkan, Klaten memiliki kawasan bebatuan yang usianya cukup tua. Harapannya, lokasi ini bisa menjadi daya tarik baru, selain candi dan mata air. 

Sementara untuk menarik wisatawan, Klaten akan mengembangkan sport center untuk mendukung sport tourism atau pariwisata olahraga di wilayahnya. Mengingat posisi Klaten yang strategis dengan tiga exit tol dan terkoneksi dengan akses bandara serta stasiun kereta api.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengembangkan 10 destinasi wisata dan event pariwisata. Bahkan, ia menargetkan kunjungan wisata ke daerahnya mencapai 438.000 orang. Selain itu, Wonogiri juga mengoptimalkan pengembangan kampung wisata dengan pencanangan 30 kampung wisata baru serta pelatihan konten kreator. 

"Dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi syariah, kami juga akan menetapkan pariwisata ramah muslim serta menerbitkan 8.933 produk bersertifikat halal, juru sembelih halal, dan pembiayaan syariah sebanyak Rp144 miliar," lanjutnya. 

Pada kesempatan itu, Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, mengemukakan bahwa ia mendukung program pembangunan Jateng tahun 2027. Salah satunya dengan menyusun rencana pengembangan pariwisata bersama kepala daerah lainnya.

"Kami sangat siap dan kami ingin mengajak seluruh kepala daerah untuk berkomitmen bersama membentuk rencana induk pariwisata Solo Raya," tuturnya. 

Dalam mendukung optimalisasi ekonomi syariah, Surakarta telah mengembangkan kawasan Pasar Kliwon serta spiritual tourism atau wisata spiritual/religi di Masjid Zayed. 

Dukungan juga disampaikan oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, dengan penerbitan 22 Surat Keputusan (SK) Desa Wisata serta keberadaan lebih dari 400 sanggar dan kelompok kesenian yang tersebar di 12 kecamatan. 

"Kami juga sudah punya Perda (Peraturan Daerah) Pengembangan Pariwisata, hotel bintang lima, dan bintang tiga," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu