Follow Us :              

Gubernur Ingin Kontribusi Nyata Mahasiswa Dalam Pembangunan 

  13 August 2025  |   10:30:00  |   dibaca : 306 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Ingin Kontribusi Nyata Mahasiswa Dalam Pembangunan 

13 August 2025 | 10:30:00 | dibaca : 306
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, mahasiswa adalah masa depan negara. Maka dari itu, ia ingin seluruh mahasiswa berkontribusi dalam pembangunan bangsa. 

“Harapan saya, di tulang punggung dan pundak adik-adik sekalian, nanti Jawa Tengah dan Indonesia akan lebih makmur dan sejahtera," ucapnya dalam acara Penerimaan Mahasiswa Baru di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Ia menilai, Undip merupakan salah satu perguruan tinggi di Jateng yang mampu mencetak kader-kader masa depan bangsa, serta berperan dalam pembangunan daerah.  

Pada kesempatan itu, Gubernur melemparkan pertanyaan kepada belasan ribu mahasiswa baru di kampus tersebut, tentang apa saja yang ada di Jateng. 

Jawaban dari para mahasiswa sangat beragam. Mereka menyebut Jateng kaya akan pariwisata, makanan daerahnya enak-enak, potensi alamnya yang luar biasa, serta seni dan kebudayaan daerah yang beragam.

Ada juga yang menjawab, Gubernurnya hebat. Lalu ada yang menyebutkan bahwa Jateng sudah melahirkan banyak pemimpin bangsa, tokoh bersejarah, dan lainnya.

Gubernur menanggapi berbagai jawaban tersebut. Menurutnya, semua jawaban mahasiswa itu benar, tetapi itu masih sebatas tampilan luar dari Jawa Tengah.

"Adik-adik sekalian luar biasa, cuma itu baru kulitnya saja. Adik-adik sekalian tugasnya banyak. Jateng punya penduduk hampir 37 juta jiwa, kita punya sebanyak 8.726 desa/kelurahan dan 576 kecamatan. Semuanya punya kearifan lokal yang berbeda," ucap Gubernur menanggapi jawaban mahasiswa.

Maka dari itu, semua harus bergotong royong bersama-sama untuk membangun daerah dan negara. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga semua pihak, termasuk mahasiswa harus berupaya mewujudkan hal tersebut.

"Di Jawa Tengah kita gandeng perguruan tinggi, sudah ada MoU (perjanjian kerja sama) dengan para rektor. Undip salah satunya, di mana terobosan yang sudah dimanfaatkan, seperti desalinasi (teknologi yang mampu mengubah air payau menjadi air tawar siap minum). KKN di perguruan tinggi juga kami arahkan, untuk ikut membangun desa dengan KKN Tematik," ucap Gubernur.

Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, berterima kasih karena Gubernur Jateng yang sudah meluangkan waktu untuk menyapa dan memberikan semangat kepada belasan ribu mahasiswa baru. 

Tak hanya itu, Gubernur juga sempat berdialog dengan para mahasiswa terkait tantangan Jawa Tengah ke depan.

"Mudah-mudahan dengan KKN Tematik, lewat kerja sama dengan Pemprov Jateng, tidak hanya (inovasi berupa) desalinasi dan hybrid sea wall (yang dihasilkan), tetapi juga (mampu menciptakan gagasan dan ide-ide, dalam menyelesaikan masalah) stunting, kesehatan, dan lain sebagainya. Undip siap," katanya.

Suharnomo menambahkan, Jateng menjadi prioritas bagi Undip, karena lokasi kampusnya ada di wilayah tersebut. Dengan begitu, Undip berperan penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah.

"KKN Tematik itu banyak sekali, kalau di Brebes itu ada stunting. Lalu ada tentang air, ada yang UMKM, dan lainnya. Sekarang tidak seragam untuk kegiatan KKN, tergantung kebutuhan dari riset awal yang dibuat oleh mahasiswa dan dosen, agar lebih manfaat dan mengena bagi masyarakat," jelasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyampaikan, mahasiswa adalah masa depan negara. Maka dari itu, ia ingin seluruh mahasiswa berkontribusi dalam pembangunan bangsa. 

“Harapan saya, di tulang punggung dan pundak adik-adik sekalian, nanti Jawa Tengah dan Indonesia akan lebih makmur dan sejahtera," ucapnya dalam acara Penerimaan Mahasiswa Baru di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang pada Rabu, 13 Agustus 2025.

Ia menilai, Undip merupakan salah satu perguruan tinggi di Jateng yang mampu mencetak kader-kader masa depan bangsa, serta berperan dalam pembangunan daerah.  

Pada kesempatan itu, Gubernur melemparkan pertanyaan kepada belasan ribu mahasiswa baru di kampus tersebut, tentang apa saja yang ada di Jateng. 

Jawaban dari para mahasiswa sangat beragam. Mereka menyebut Jateng kaya akan pariwisata, makanan daerahnya enak-enak, potensi alamnya yang luar biasa, serta seni dan kebudayaan daerah yang beragam.

Ada juga yang menjawab, Gubernurnya hebat. Lalu ada yang menyebutkan bahwa Jateng sudah melahirkan banyak pemimpin bangsa, tokoh bersejarah, dan lainnya.

Gubernur menanggapi berbagai jawaban tersebut. Menurutnya, semua jawaban mahasiswa itu benar, tetapi itu masih sebatas tampilan luar dari Jawa Tengah.

"Adik-adik sekalian luar biasa, cuma itu baru kulitnya saja. Adik-adik sekalian tugasnya banyak. Jateng punya penduduk hampir 37 juta jiwa, kita punya sebanyak 8.726 desa/kelurahan dan 576 kecamatan. Semuanya punya kearifan lokal yang berbeda," ucap Gubernur menanggapi jawaban mahasiswa.

Maka dari itu, semua harus bergotong royong bersama-sama untuk membangun daerah dan negara. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga semua pihak, termasuk mahasiswa harus berupaya mewujudkan hal tersebut.

"Di Jawa Tengah kita gandeng perguruan tinggi, sudah ada MoU (perjanjian kerja sama) dengan para rektor. Undip salah satunya, di mana terobosan yang sudah dimanfaatkan, seperti desalinasi (teknologi yang mampu mengubah air payau menjadi air tawar siap minum). KKN di perguruan tinggi juga kami arahkan, untuk ikut membangun desa dengan KKN Tematik," ucap Gubernur.

Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Diponegoro, Suharnomo, berterima kasih karena Gubernur Jateng yang sudah meluangkan waktu untuk menyapa dan memberikan semangat kepada belasan ribu mahasiswa baru. 

Tak hanya itu, Gubernur juga sempat berdialog dengan para mahasiswa terkait tantangan Jawa Tengah ke depan.

"Mudah-mudahan dengan KKN Tematik, lewat kerja sama dengan Pemprov Jateng, tidak hanya (inovasi berupa) desalinasi dan hybrid sea wall (yang dihasilkan), tetapi juga (mampu menciptakan gagasan dan ide-ide, dalam menyelesaikan masalah) stunting, kesehatan, dan lain sebagainya. Undip siap," katanya.

Suharnomo menambahkan, Jateng menjadi prioritas bagi Undip, karena lokasi kampusnya ada di wilayah tersebut. Dengan begitu, Undip berperan penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah.

"KKN Tematik itu banyak sekali, kalau di Brebes itu ada stunting. Lalu ada tentang air, ada yang UMKM, dan lainnya. Sekarang tidak seragam untuk kegiatan KKN, tergantung kebutuhan dari riset awal yang dibuat oleh mahasiswa dan dosen, agar lebih manfaat dan mengena bagi masyarakat," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu