Follow Us :              

Sekda Jateng Dorong Sinergi Heritage Kota Lama dan Lawang Sewu

  08 September 2025  |   18:30:00  |   dibaca : 452 
Kategori :
Bagikan :

Sekda Jateng Dorong Sinergi Heritage Kota Lama dan Lawang Sewu

08 September 2025 | 18:30:00 | dibaca : 452
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Sekda Jateng Dorong Sinergi Heritage Kota Lama dan Lawang Sewu
Sekda Jateng Dorong Sinergi Heritage Kota Lama dan Lawang Sewu
Sekda Jateng Dorong Sinergi Heritage Kota Lama dan Lawang Sewu
Sekda Jateng Dorong Sinergi Heritage Kota Lama dan Lawang Sewu
Sekda Jateng Dorong Sinergi Heritage Kota Lama dan Lawang Sewu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengusulkan pengembangan wisata Kota Lama Semarang dapat diintegrasikan dengan Heritage Lawang Sewu. Usulan tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan penataan Jalan Inspeksi sebagai jalur penghubung antara dua destinasi tersebut. 

Apalagi, di antara dua destinasi itu terdapat bangunan-bangunan bersejarah ataupun kampung-kampung tua yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.  

"Saya telah menyusuri Jalan Inspeksi. Jalan itu kalau kanan-kiri jadi wisata, akan menarik. Sekarang orang senang olahraga jogging dan jalan-jalan. Itu jaraknya sekira 3 km dari Lawang Sewu ke Kota Lama," ucap Sekda dalam pembukaan Festival Kota Lama Semarang 2025 di Laroka Teater, Jalan Cendrawasih, Kawasan Kota Lama Semarang pada Senin, 8 September 2025 malam.

Dengan adanya penataan jalan itu, Sekda berharap, hal ini mampu membangkitkan nilai sejarah Kota Semarang. Selain itu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan tersebut juga akan tumbuh. 

Ia menuturkan, Kawasan Kota Lama dengan bangunan Heritage Lawang Sewu menjadi identitas unik bagi Kota Semarang. Hal itu pula yang memperkaya kekayaan pariwisata, jejak sejarah, dan budaya multikultural di Kota Lumpia ini. 

"Semarang dengan kekhususannya memiliki Kawasan Kota Lama. Ini sejalan dengan slogan Pak Gubernur 'Ngopeni Ngelakoni'. Kota Lama harus kita openi, karena punya potensi luar biasa," katanya. 

Pada kesempatan itu, Sekda juga mengapresiasi eksistensi Festival Kota Lama yang telah digelar ke-14 kalinya. Artinya, upaya pengembangan pariwisata di kawasan ini akan terus dilanjutkan dan dipertahankan. 

Ia menambahkan, perekonomian di Jateng banyak ditopang dari sektor konsumsi. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih jeli membuat sesuatu yang menarik untuk mendatangkan banyak wisatawan ke Jateng melalui pintu pariwisata.

"Kota Semarang aksesnya lebih mudah. Tentu itu potensi yang luar biasa. Mudah-mudahan event seperti Festival Kota Lama ini, gaung dan dampaknya lebih luas lagi," ucap Sekda.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi JawaTengah juga memberi dukungan dalam pengembangan pariwisata, salah satunya dengan mengupayakan pembukaan akses penerbangan internasional langsung dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Belum lama ini, telah dibuka penerbangan langsung dengan rute Semarang-Kuala Lumpur (Malaysia). Pada akhir tahun 2025, rencananya juga akan dibuke rute penerbangan Semarang-Singapura.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan, Festival Kota Lama 2025 diselenggarakan mulai dari tanggal 6-14 September 2025. Dalam gelaran tersebut, ada berbagai kegiatan yang menonjolkan identitas Kota Semarang sebagai kota yang multikultural. 

"Mudah-mudahan jadi energi positif yang mengalir. Merajut perbedaan dan menampakkannya dalam keindahan Festival Kota Lama," katanya.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Semarang juga berencana untuk menata infrastruktur di sejumlah kawasan lain untuk mengoptimalkan potensi wilayah, antara lain di Kampung Melayu, Pecinan, Kampung Sekayu, dan lainnya.


Bagikan :

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengusulkan pengembangan wisata Kota Lama Semarang dapat diintegrasikan dengan Heritage Lawang Sewu. Usulan tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan penataan Jalan Inspeksi sebagai jalur penghubung antara dua destinasi tersebut. 

Apalagi, di antara dua destinasi itu terdapat bangunan-bangunan bersejarah ataupun kampung-kampung tua yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.  

"Saya telah menyusuri Jalan Inspeksi. Jalan itu kalau kanan-kiri jadi wisata, akan menarik. Sekarang orang senang olahraga jogging dan jalan-jalan. Itu jaraknya sekira 3 km dari Lawang Sewu ke Kota Lama," ucap Sekda dalam pembukaan Festival Kota Lama Semarang 2025 di Laroka Teater, Jalan Cendrawasih, Kawasan Kota Lama Semarang pada Senin, 8 September 2025 malam.

Dengan adanya penataan jalan itu, Sekda berharap, hal ini mampu membangkitkan nilai sejarah Kota Semarang. Selain itu, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan tersebut juga akan tumbuh. 

Ia menuturkan, Kawasan Kota Lama dengan bangunan Heritage Lawang Sewu menjadi identitas unik bagi Kota Semarang. Hal itu pula yang memperkaya kekayaan pariwisata, jejak sejarah, dan budaya multikultural di Kota Lumpia ini. 

"Semarang dengan kekhususannya memiliki Kawasan Kota Lama. Ini sejalan dengan slogan Pak Gubernur 'Ngopeni Ngelakoni'. Kota Lama harus kita openi, karena punya potensi luar biasa," katanya. 

Pada kesempatan itu, Sekda juga mengapresiasi eksistensi Festival Kota Lama yang telah digelar ke-14 kalinya. Artinya, upaya pengembangan pariwisata di kawasan ini akan terus dilanjutkan dan dipertahankan. 

Ia menambahkan, perekonomian di Jateng banyak ditopang dari sektor konsumsi. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih jeli membuat sesuatu yang menarik untuk mendatangkan banyak wisatawan ke Jateng melalui pintu pariwisata.

"Kota Semarang aksesnya lebih mudah. Tentu itu potensi yang luar biasa. Mudah-mudahan event seperti Festival Kota Lama ini, gaung dan dampaknya lebih luas lagi," ucap Sekda.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi JawaTengah juga memberi dukungan dalam pengembangan pariwisata, salah satunya dengan mengupayakan pembukaan akses penerbangan internasional langsung dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Belum lama ini, telah dibuka penerbangan langsung dengan rute Semarang-Kuala Lumpur (Malaysia). Pada akhir tahun 2025, rencananya juga akan dibuke rute penerbangan Semarang-Singapura.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan, Festival Kota Lama 2025 diselenggarakan mulai dari tanggal 6-14 September 2025. Dalam gelaran tersebut, ada berbagai kegiatan yang menonjolkan identitas Kota Semarang sebagai kota yang multikultural. 

"Mudah-mudahan jadi energi positif yang mengalir. Merajut perbedaan dan menampakkannya dalam keindahan Festival Kota Lama," katanya.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Semarang juga berencana untuk menata infrastruktur di sejumlah kawasan lain untuk mengoptimalkan potensi wilayah, antara lain di Kampung Melayu, Pecinan, Kampung Sekayu, dan lainnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu