Follow Us :              

Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Perbaikan 150 Unit RTLH Senilai Rp3 Miliar

  12 September 2025  |   13:00:00  |   dibaca : 621 
Kategori :
Bagikan :

Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Perbaikan 150 Unit RTLH Senilai Rp3 Miliar

12 September 2025 | 13:00:00 | dibaca : 621
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Perbaikan 150 Unit RTLH Senilai Rp3 Miliar
Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Perbaikan 150 Unit RTLH Senilai Rp3 Miliar
Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Perbaikan 150 Unit RTLH Senilai Rp3 Miliar
Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Perbaikan 150 Unit RTLH Senilai Rp3 Miliar
Gubernur Jateng Salurkan Bantuan Perbaikan 150 Unit RTLH Senilai Rp3 Miliar

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah kepada 150 penerima manfaat senilai total Rp3.084.700.000. 

Targetnya dalam beberapa bulan ke depan, para penerima bantuan bisa terbebas dari kemiskinan.

"Begitu bantuan perbaikan RTLH diterima, tiga bulan ke depan mereka harus bangkit dan keluar dari kemiskinan ekstrem," ucapnya di sela menyerahkan bantuan secara simbolis di Hotel Candi Indah, Kota Semarang pada Jumat, 12 September 2025.

Selain bantuan perbaikan RTLH, selama tiga bulan ke depan para penerima bantuan juga akan diintervensi di bidang kesehatan, pendidikan anak, pekerjaan, kebutuhan pokok, serta indikator kemiskinan lainnya. Intervensi ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah kabupaten/kota. 

Gubernur menyampaikan, Pemprov Jateng sudah menganggarkan bantuan perbaikan RTLH sebanyak 17 ribu unit rumah di wilayahnya pada tahun 2025.

Menurutnya, upaya untuk menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Baznas Jateng dan pihak-pihak swasta melalui program corporate social responsibility (CSR) yang terus ditingkatkan. 

"(Kolaborasi) Ini untuk menekan kemiskinan di tempat kita,” ucapnya.  

Pada kesempatan itu itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, K.H. Ahmad Darodji, mengatakan, Baznas Jateng sudah menyalurkan bantuan perbaikan sekitar 300 unit RTLH pada tahun 2025 dan diharapkan dapat mencapai 752 unit pada akhir tahun mendatang. 

"Semoga dengan bantuan ini, istirahatnya lebih nyaman,” ujarnya.

Ia menyampaikan, penerimaan zakat, infak, dan sedekah di Baznas Jateng pada 2025 diproyeksikan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, jumlahnya sebanyak Rp102 miliar, sedangkan tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp110 miliar.

Berdasarkan arahan Gubernur, 50% dari total penerimaan akan dialokasikan untuk kegiatan konsumtif, seperti bantuan bencana, bantuan masjid dan musala, bantuan pondok pesantren, serta beasiswa. Sementara itu, 50% lainnya digunakan untuk kegiatan produktif, termasuk penuntasan kemiskinan.

"Untuk pengentasan kemiskinan ada beberapa program, di antaranya pelatihan 23 mata pencaharian, yang tahun ini sudah diikuti 14 ribu peserta, bantuan modal pendampingan UMKM untuk 16 ribu penerima, program penuntasan kemiskinan ekstrem, seperti pencegahan stunting, perbaikan RTLH, dan jambanisasi," ucap Ka Baznas Jateng.

Salah seorang penerima bantuan, Jaswadi (40), menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan perbaikan RTLH yang diberikan oleh Baznas Jateng. Warga asal Cilacap itu sehari-hari bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan tidak tetap. Ia mengaku, bantuan tersebut sangat meringankan beban untuk memperbaiki rumahnya yang sudah lama rusak.

"Terima kasih, senang sekali. Harapannya, semoga ke depan bisa lebih baik lagi," ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyalurkan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah kepada 150 penerima manfaat senilai total Rp3.084.700.000. 

Targetnya dalam beberapa bulan ke depan, para penerima bantuan bisa terbebas dari kemiskinan.

"Begitu bantuan perbaikan RTLH diterima, tiga bulan ke depan mereka harus bangkit dan keluar dari kemiskinan ekstrem," ucapnya di sela menyerahkan bantuan secara simbolis di Hotel Candi Indah, Kota Semarang pada Jumat, 12 September 2025.

Selain bantuan perbaikan RTLH, selama tiga bulan ke depan para penerima bantuan juga akan diintervensi di bidang kesehatan, pendidikan anak, pekerjaan, kebutuhan pokok, serta indikator kemiskinan lainnya. Intervensi ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah kabupaten/kota. 

Gubernur menyampaikan, Pemprov Jateng sudah menganggarkan bantuan perbaikan RTLH sebanyak 17 ribu unit rumah di wilayahnya pada tahun 2025.

Menurutnya, upaya untuk menekan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Baznas Jateng dan pihak-pihak swasta melalui program corporate social responsibility (CSR) yang terus ditingkatkan. 

"(Kolaborasi) Ini untuk menekan kemiskinan di tempat kita,” ucapnya.  

Pada kesempatan itu itu, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, K.H. Ahmad Darodji, mengatakan, Baznas Jateng sudah menyalurkan bantuan perbaikan sekitar 300 unit RTLH pada tahun 2025 dan diharapkan dapat mencapai 752 unit pada akhir tahun mendatang. 

"Semoga dengan bantuan ini, istirahatnya lebih nyaman,” ujarnya.

Ia menyampaikan, penerimaan zakat, infak, dan sedekah di Baznas Jateng pada 2025 diproyeksikan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, jumlahnya sebanyak Rp102 miliar, sedangkan tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp110 miliar.

Berdasarkan arahan Gubernur, 50% dari total penerimaan akan dialokasikan untuk kegiatan konsumtif, seperti bantuan bencana, bantuan masjid dan musala, bantuan pondok pesantren, serta beasiswa. Sementara itu, 50% lainnya digunakan untuk kegiatan produktif, termasuk penuntasan kemiskinan.

"Untuk pengentasan kemiskinan ada beberapa program, di antaranya pelatihan 23 mata pencaharian, yang tahun ini sudah diikuti 14 ribu peserta, bantuan modal pendampingan UMKM untuk 16 ribu penerima, program penuntasan kemiskinan ekstrem, seperti pencegahan stunting, perbaikan RTLH, dan jambanisasi," ucap Ka Baznas Jateng.

Salah seorang penerima bantuan, Jaswadi (40), menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan perbaikan RTLH yang diberikan oleh Baznas Jateng. Warga asal Cilacap itu sehari-hari bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan tidak tetap. Ia mengaku, bantuan tersebut sangat meringankan beban untuk memperbaiki rumahnya yang sudah lama rusak.

"Terima kasih, senang sekali. Harapannya, semoga ke depan bisa lebih baik lagi," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu