Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
SURAKARTA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta media arus utama atau _mainstream_ menjadi penjernih informasi, di tengah derasnya informasi dan banyaknya berita hoaks.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara peringatan HUT ke-10 Tribun Solo di Gedung Tribunnews, Kota Surakarta pada Selasa, 7 April 2026.
Gubernur mengatakan, media tidak hanya berperan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kualitas ruang publik dengan menghadirkan pemberitaan yang akurat, kredibel, serta memberi arah bagi masyarakat.
Oleh karena itu, ia berharap Tribun Solo tetap konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra kolaboratif pemerintah.
Gubernur juga menegaskan bahwa kritik dari media merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang sehat. Menurutnya, pejabat publik harus siap menerima kritik selama hal itu ditujukan untuk kebaikan dan peningkatan kualitas.
“Silakan kritik kami, itu obat bagi pejabat publik, tetapi beritakan juga pembangunan yang ada, karena membangun daerah itu membutuhkan kolaborasi,” katanya
Dalam kegiatan itu, Gubernur turut mengapresiasi perjalanan satu dekade Tribun Solo yang dinilainya telah tumbuh sebagai media dengan energi besar, kritis, dan dekat dengan dinamika masyarakat.
“Tribun Solo ini bagi kami seperti anak muda yang energinya besar, kritis, dan itu penting untuk membangun (daerah),” ujarnya.
Ia menilai, Tribun Solo selama ini telah menjadi mitra penting bagi pemerintah dalam menjembatani komunikasi dan informasi terkait Jateng kepada masyarakat.
“Tribun adalah mata dan telinga kami untuk menjembatani pembangunan. Di tengah banjir informasi yang belum tentu benar, Tribun harus menjadi penjernih informasi, agar masyarakat mendapat informasi yang sehat,” tegasnya.
Pada peringatan satu dekade ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap Tribun Solo terus menjaga integritas, tidak lelah melakukan kritik konstruktif, serta tetap mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga kearifan lokal Solo Raya dan Jawa Tengah.
SURAKARTA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta media arus utama atau _mainstream_ menjadi penjernih informasi, di tengah derasnya informasi dan banyaknya berita hoaks.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara peringatan HUT ke-10 Tribun Solo di Gedung Tribunnews, Kota Surakarta pada Selasa, 7 April 2026.
Gubernur mengatakan, media tidak hanya berperan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kualitas ruang publik dengan menghadirkan pemberitaan yang akurat, kredibel, serta memberi arah bagi masyarakat.
Oleh karena itu, ia berharap Tribun Solo tetap konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra kolaboratif pemerintah.
Gubernur juga menegaskan bahwa kritik dari media merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang sehat. Menurutnya, pejabat publik harus siap menerima kritik selama hal itu ditujukan untuk kebaikan dan peningkatan kualitas.
“Silakan kritik kami, itu obat bagi pejabat publik, tetapi beritakan juga pembangunan yang ada, karena membangun daerah itu membutuhkan kolaborasi,” katanya
Dalam kegiatan itu, Gubernur turut mengapresiasi perjalanan satu dekade Tribun Solo yang dinilainya telah tumbuh sebagai media dengan energi besar, kritis, dan dekat dengan dinamika masyarakat.
“Tribun Solo ini bagi kami seperti anak muda yang energinya besar, kritis, dan itu penting untuk membangun (daerah),” ujarnya.
Ia menilai, Tribun Solo selama ini telah menjadi mitra penting bagi pemerintah dalam menjembatani komunikasi dan informasi terkait Jateng kepada masyarakat.
“Tribun adalah mata dan telinga kami untuk menjembatani pembangunan. Di tengah banjir informasi yang belum tentu benar, Tribun harus menjadi penjernih informasi, agar masyarakat mendapat informasi yang sehat,” tegasnya.
Pada peringatan satu dekade ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap Tribun Solo terus menjaga integritas, tidak lelah melakukan kritik konstruktif, serta tetap mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga kearifan lokal Solo Raya dan Jawa Tengah.
Berita Terbaru