Follow Us :              

Buka SPMB 2026 Jenjang SMA/SMK, Gubernur Tegaskan No Titip No Jastip

  19 May 2026  |   12:30:00  |   dibaca : 270 
Kategori :
Bagikan :


Buka SPMB 2026 Jenjang SMA/SMK, Gubernur Tegaskan No Titip No Jastip

19 May 2026 | 12:30:00 | dibaca : 270
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KLATEN — Penerimaan murid baru jenjang SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 di Jawa Tengah resmi dibuka. 

Hal itu menyusul peluncuran pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di SMA Negeri 1 Kemalang, Kabupaten Klaten pada Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menyampaikan, pendaftaran peserta didik baru jenjang SMA/SMK Negeri di wilayahnya dilakukan secara transparan, terbuka, dan diawasi oleh Ombudsman. Setiap ditemukan unsur yang mengarah pada pelanggaran, hal tersebut akan langsung ditindak. Artinya, seluruh proses harus dijalankan dengan integritas, objektivitas, dan tanpa diskriminasi.

"Saya tekankan no titip, no jasa penitipan (jastip). Semakin Anda nitip, semakin saya coret. Apalagi menerima jasa penitipan," ucapnya saat meresmikan SMAN 1 Kemalang sekaligus meluncurkan SPMB tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, daya tampung SPMB tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 231.724 kursi, yang terbagi dalam 6.442 rombongan belajar (rombel). Diketahui, jumlah tersebut mampu menampung sekitar 40,83% dari total lulusan SMP sederajat di Jateng yang mencapai 567.500 orang.

Maka dari itu, Pemprov Jateng juga menyediakan program sekolah kemitraan yang bekerja sama dengan 139 SMA/SMK swasta di Jateng, dengan daya tampung 5.004 anak didik. Program ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Nantinya, mereka dapat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah swasta yang bermitra, tanpa dipungut biaya karena sudah dibiayai oleh APBD Provinsi Jateng.

"Sistem seleksi pada SPMB ini memanfaatkan sumber data pokok pendidikan, data EMIS (Education Management Information System) Kanwil Kemenag Jateng, DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), dan data kependudukan dari Dispermasdesdukcapil Jateng," katanya.

Lebih lanjut, penyelenggaraan SPMB dikembangkan secara mandiri. Jika sebelumnya bekerja sama dengan Telkom, mulai tahun lalu dan tahun ini, sekolah-sekolah juga tidak dipungut iuran untuk penyelenggaraan sistem tersebut.

Dengan motto No Titip No Jastip yang digaungkan oleh Gubernur, Ka Disdik Jateng mengungkapkan, SPMB di Jateng pada tahun 2025 mendapatkan penilaian luar biasa.

"Tahun lalu SPMB Jawa Tengah terbaik nasional, masalah dan kasusnya sedikit. Tahun ini diharapkan semakin baik atau tidak ada masalah atau kasus," katanya.


Bagikan :

KLATEN — Penerimaan murid baru jenjang SMA/SMK Negeri tahun ajaran 2026/2027 di Jawa Tengah resmi dibuka. 

Hal itu menyusul peluncuran pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di SMA Negeri 1 Kemalang, Kabupaten Klaten pada Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menyampaikan, pendaftaran peserta didik baru jenjang SMA/SMK Negeri di wilayahnya dilakukan secara transparan, terbuka, dan diawasi oleh Ombudsman. Setiap ditemukan unsur yang mengarah pada pelanggaran, hal tersebut akan langsung ditindak. Artinya, seluruh proses harus dijalankan dengan integritas, objektivitas, dan tanpa diskriminasi.

"Saya tekankan no titip, no jasa penitipan (jastip). Semakin Anda nitip, semakin saya coret. Apalagi menerima jasa penitipan," ucapnya saat meresmikan SMAN 1 Kemalang sekaligus meluncurkan SPMB tahun ajaran 2026/2027.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan, daya tampung SPMB tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 231.724 kursi, yang terbagi dalam 6.442 rombongan belajar (rombel). Diketahui, jumlah tersebut mampu menampung sekitar 40,83% dari total lulusan SMP sederajat di Jateng yang mencapai 567.500 orang.

Maka dari itu, Pemprov Jateng juga menyediakan program sekolah kemitraan yang bekerja sama dengan 139 SMA/SMK swasta di Jateng, dengan daya tampung 5.004 anak didik. Program ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Nantinya, mereka dapat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah swasta yang bermitra, tanpa dipungut biaya karena sudah dibiayai oleh APBD Provinsi Jateng.

"Sistem seleksi pada SPMB ini memanfaatkan sumber data pokok pendidikan, data EMIS (Education Management Information System) Kanwil Kemenag Jateng, DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional), dan data kependudukan dari Dispermasdesdukcapil Jateng," katanya.

Lebih lanjut, penyelenggaraan SPMB dikembangkan secara mandiri. Jika sebelumnya bekerja sama dengan Telkom, mulai tahun lalu dan tahun ini, sekolah-sekolah juga tidak dipungut iuran untuk penyelenggaraan sistem tersebut.

Dengan motto No Titip No Jastip yang digaungkan oleh Gubernur, Ka Disdik Jateng mengungkapkan, SPMB di Jateng pada tahun 2025 mendapatkan penilaian luar biasa.

"Tahun lalu SPMB Jawa Tengah terbaik nasional, masalah dan kasusnya sedikit. Tahun ini diharapkan semakin baik atau tidak ada masalah atau kasus," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu