Follow Us :              

Kukuhkan Komisi Irigasi Jateng, Sekda Minta Pengelolaan Air Dilakukan Lebih Optimal

  25 June 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 167 
Kategori :
Bagikan :

Kukuhkan Komisi Irigasi Jateng, Sekda Minta Pengelolaan Air Dilakukan Lebih Optimal

25 June 2026 | 09:00:00 | dibaca : 167
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Kukuhkan Komisi Irigasi Jateng, Sekda Minta Pengelolaan Air Dilakukan Lebih Optimal
Kukuhkan Komisi Irigasi Jateng, Sekda Minta Pengelolaan Air Dilakukan Lebih Optimal
Kukuhkan Komisi Irigasi Jateng, Sekda Minta Pengelolaan Air Dilakukan Lebih Optimal
Kukuhkan Komisi Irigasi Jateng, Sekda Minta Pengelolaan Air Dilakukan Lebih Optimal
Kukuhkan Komisi Irigasi Jateng, Sekda Minta Pengelolaan Air Dilakukan Lebih Optimal

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta Komisi Irigasi di wilayahnya untuk melakukan pengelolaan air dengan baik. Sebab, kebutuhan air di provinsi ini cukup tinggi melihat posisinya sebagai lumbung pangan nasional. 

Hal itu disampaikannya dalam acara Pengukuhan Komisi Irigasi Provinsi Jawa Tengah Periode 2026–2029, di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang pada Kamis, 25 Juni 2026.  

Komisi Irigasi yang beranggotakan 40 orang tersebut, terdiri dari unsur pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perwakilan petani, pengguna air, dan sektor-sektor lain. 

Sekda mengatakan, tugas Komisi Irigasi sangat berat. Sebab, ketersediaan air di Jateng membutuhkan pengelolaan yang baik serta melibatkan banyak stakeholder. Oleh karena itu, koordinasi intensif menjadi hal yang penting untuk dilakukan. 

"Dengan Komisi Irigasi ini, sumber daya air yang ada di Jawa Tengah akan dikelola dengan lebih baik," ucapnya.

Ia mengatakan, apabila ketersediaan air tidak dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan hal ini akan memicu persoalan.  

"Air ini sangat berharga, sehingga butuh manajemen yang baik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kelestarian," ucap Sekda. 

Sementara itu, Ketua Komisi Irigasi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah kemarau panjang. Oleh karena itu, pihaknya berharap Komisi Irigasi mampu menyiapkan sumber daya air yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun para petani.  

"Sebagai lumbung pangan nasional, semoga kita mampu mewujudkan kebutuhan air irigasi, sehingga (Jateng) tidak akan mengalami kesulitan air pada musim tanam," ucapnya.

Apalagi, ia mengungkapkan bahwa Jawa Tengah memiliki banyak embung dan saluran irigasi yang dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan pertanian.


Bagikan :

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meminta Komisi Irigasi di wilayahnya untuk melakukan pengelolaan air dengan baik. Sebab, kebutuhan air di provinsi ini cukup tinggi melihat posisinya sebagai lumbung pangan nasional. 

Hal itu disampaikannya dalam acara Pengukuhan Komisi Irigasi Provinsi Jawa Tengah Periode 2026–2029, di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang pada Kamis, 25 Juni 2026.  

Komisi Irigasi yang beranggotakan 40 orang tersebut, terdiri dari unsur pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perwakilan petani, pengguna air, dan sektor-sektor lain. 

Sekda mengatakan, tugas Komisi Irigasi sangat berat. Sebab, ketersediaan air di Jateng membutuhkan pengelolaan yang baik serta melibatkan banyak stakeholder. Oleh karena itu, koordinasi intensif menjadi hal yang penting untuk dilakukan. 

"Dengan Komisi Irigasi ini, sumber daya air yang ada di Jawa Tengah akan dikelola dengan lebih baik," ucapnya.

Ia mengatakan, apabila ketersediaan air tidak dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan hal ini akan memicu persoalan.  

"Air ini sangat berharga, sehingga butuh manajemen yang baik. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kelestarian," ucap Sekda. 

Sementara itu, Ketua Komisi Irigasi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah kemarau panjang. Oleh karena itu, pihaknya berharap Komisi Irigasi mampu menyiapkan sumber daya air yang dibutuhkan oleh masyarakat maupun para petani.  

"Sebagai lumbung pangan nasional, semoga kita mampu mewujudkan kebutuhan air irigasi, sehingga (Jateng) tidak akan mengalami kesulitan air pada musim tanam," ucapnya.

Apalagi, ia mengungkapkan bahwa Jawa Tengah memiliki banyak embung dan saluran irigasi yang dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan pertanian.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu