Follow Us :              

Percepat Pengembangan UMKM Lewat Kolaborasi Pemerintah Daerah - Rumah BUMN

  18 January 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 222 
Kategori :
Bagikan :


Percepat Pengembangan UMKM Lewat Kolaborasi Pemerintah Daerah - Rumah BUMN

18 January 2022 | 14:00:00 | dibaca : 222
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan rumah BUMN perlu dijalin untuk mempercepat pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Melalui kolaborasi itu, masing-masing pihak akan bisa memberikan kontribusinya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan UMKM.
 
“Jadi untuk penanganan, peningkatan UMKM di Jawa Tengah memang tidak bisa berdiri sendiri. Pemprov Jateng (Jawa Tengah) sendiri atau kabupaten/ kota sendiri. Semua pihak kita minta untuk bisa berkontribusi untuk pengembangan UMKM di Jateng. Kalau teman-teman di BUMN, mungkin bicara pendirian BUMN, BUMD itu sama. Lebih banyak diarahkan bagaimana kontribusi BUMN, BUMD untuk pengembangan perekonomian di Indonesia,” urai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda) Jawa Tengah Sumarno, usai menutup kegiatan Rapat Kolaborasi Pengembangan UMKM di Jawa Tengah, Selasa (18/01/2022) di Aroem Resto.
 
Pada tahun ini, Sumarno berharap kasus Covid-19 sudah benar-benar mereda. Sehingga, kolaborasi yang sedang dibangun antara Pemprov Jawa Tengah dengan Rumah BUMN bisa mengakselerasi kebangkitan UMKM yang sempat terpuruk.
 
Sumarno juga menyambut baik rencana pengklasteran produk UMKM di setiap kabupaten/ kota. Melalui pengklasteran tersebut, diharapankan akan membantu pelaku UMKM dari sisi hulu hingga hilir.
 
“Clustering ini sebetulnya supaya teman-teman UMKM bisa bersaing dari sisi marketingnya, dari sisi harganya. Tadi contoh masalah packing (kemasan) sudah bagus. Tapi nanti begitu bicara masalah volume, tentu saja teman-teman UMKM akan kalah dengan industri yang skala produksinya besar,” jelasnya. 

Pakar Ekonomi Universitas Diponegoro FX Sugiyanto mengapresiasi pendampingan yang telah dilakukan Rumah BUMN. Apalagi saat ini mereka tengah berupaya berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Dia berpandangan, kolaborasi tersebut adalah modal sosial dan modal kelembagaan yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat pelaku UMKM.


Bagikan :

SEMARANG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah Kolaborasi antara pemerintah daerah dengan rumah BUMN perlu dijalin untuk mempercepat pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Melalui kolaborasi itu, masing-masing pihak akan bisa memberikan kontribusinya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan UMKM.
 
“Jadi untuk penanganan, peningkatan UMKM di Jawa Tengah memang tidak bisa berdiri sendiri. Pemprov Jateng (Jawa Tengah) sendiri atau kabupaten/ kota sendiri. Semua pihak kita minta untuk bisa berkontribusi untuk pengembangan UMKM di Jateng. Kalau teman-teman di BUMN, mungkin bicara pendirian BUMN, BUMD itu sama. Lebih banyak diarahkan bagaimana kontribusi BUMN, BUMD untuk pengembangan perekonomian di Indonesia,” urai Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda) Jawa Tengah Sumarno, usai menutup kegiatan Rapat Kolaborasi Pengembangan UMKM di Jawa Tengah, Selasa (18/01/2022) di Aroem Resto.
 
Pada tahun ini, Sumarno berharap kasus Covid-19 sudah benar-benar mereda. Sehingga, kolaborasi yang sedang dibangun antara Pemprov Jawa Tengah dengan Rumah BUMN bisa mengakselerasi kebangkitan UMKM yang sempat terpuruk.
 
Sumarno juga menyambut baik rencana pengklasteran produk UMKM di setiap kabupaten/ kota. Melalui pengklasteran tersebut, diharapankan akan membantu pelaku UMKM dari sisi hulu hingga hilir.
 
“Clustering ini sebetulnya supaya teman-teman UMKM bisa bersaing dari sisi marketingnya, dari sisi harganya. Tadi contoh masalah packing (kemasan) sudah bagus. Tapi nanti begitu bicara masalah volume, tentu saja teman-teman UMKM akan kalah dengan industri yang skala produksinya besar,” jelasnya. 

Pakar Ekonomi Universitas Diponegoro FX Sugiyanto mengapresiasi pendampingan yang telah dilakukan Rumah BUMN. Apalagi saat ini mereka tengah berupaya berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Dia berpandangan, kolaborasi tersebut adalah modal sosial dan modal kelembagaan yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat pelaku UMKM.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu