Follow Us :              

Belum Ada Perubahan Perilaku Masyarakat, Ganjar Akan Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat

  03 July 2021  |   07:00:00  |   dibaca : 536 
Kategori :
Bagikan :


Belum Ada Perubahan Perilaku Masyarakat, Ganjar Akan Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat

03 July 2021 | 07:00:00 | dibaca : 536
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Pada hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (3/6/2021), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa belum ada perbedaan. Sambil bersepeda ia mengamati masih banyak warga masih belum tertib, khususnya di pasar-pasar dan warung makan. Untuk itu perlu tindakan yang lebih masif untuk mengedukasi warga terkait situasi kedaruratan saat ini. 

"Rasanya belum ada perubahan apapun, kita melihat di sekitar, keramaian hari ini masih berjalan,” kata Ganjar 

“Di pasar saya harus kembali teriak-teriak untuk menertibkan. Kepala Pasar seharusnya menyiapkan tim jaga untuk menyampaikan itu kepada masyarakat. Kalau perlu dibuat jadwal (berjualan) karena ketentuannya hanya 50 persen,” tambahnya. 

Ganjar mengawali gowes dari Rumah Dinas Puri Gedeh sekitar pukul 06.00 WIB. Kurang dari tiga kilometer perjalanan, ia sudah menemukan warga yang berkerumun makan di warung tanpa jaga jarak. Ganjar mendatangi mereka, mengingatkan pelaksanaan aturan PPKM Darurat yang sudah harus diterapkan mulai hari ini. 

"Ayo yang di warung bisa segera pulang. Biasanya kalau makan di warung pasti saling berhadapan. Pemilik (warung) mohon izin ya, tidak boleh ada yang makan di tempat, kalau dibungkus boleh. Daripada nanti didatangi sama Satpol PP dan ditutup warungnya," teriak Ganjar mengingatkan warga dan pemilik warung. 

Kejadian serupa juga ditemui di tempat-tempat lain yang membuat Ganjar harus berulang kali berhenti untuk mengingatkan tentang protokol kesehatan dan mewaspadai penularan Covid-19. 

Selain warung, Ganjar juga melakukan kegiatan serupa di beberapa pasar di Kota Semarang. 

"Ayo maskernya dipakai, senjata kita hari ini yang paling utama adalah masker. Tolong saling mengingatkan, ini virusnya ganas. Kalau berjualan maskernya dipakai, jarak diatur. Kalau tidak taat nanti saya tutup pasarnya," tegas Ganjar saat mengingatkan pedagang di Pasar Gayamsari dan Pasar Kemryeng Penggaron. 

Dari beberapa temuan hari ini, Ganjar menyimpulkan pelaksanaan PPKM Darurat masih belum menunjukkan perubahan aktivitas maupun perilaku masyarakat. Dalam dua hari ini ia akan melihat perkembangannya untuk dijadikan  bahan evaluasi ke depan karena PPKM Darurat masih akan berlangsung hingga 20 Juli 2021 nanti. 

"Kalau saya simpulkan sampai pagi ini belum ada perubahan berarti. Maka kita harus lakukan tindakan yang lebih masif lagi untuk mengedukasi warga. Kita akan evaluasi (pelaksanaan) dua hari ini, Sabtu-Minggu. Kalau mobilitas masyarakat masih tinggi seperti ini, apalagi ini hari Sabtu, rasanya penyekatan penting untuk dilakukan. Paralel dengan itu sosialisasi musti jalan," ungkapnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pada hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (3/6/2021), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa belum ada perbedaan. Sambil bersepeda ia mengamati masih banyak warga masih belum tertib, khususnya di pasar-pasar dan warung makan. Untuk itu perlu tindakan yang lebih masif untuk mengedukasi warga terkait situasi kedaruratan saat ini. 

"Rasanya belum ada perubahan apapun, kita melihat di sekitar, keramaian hari ini masih berjalan,” kata Ganjar 

“Di pasar saya harus kembali teriak-teriak untuk menertibkan. Kepala Pasar seharusnya menyiapkan tim jaga untuk menyampaikan itu kepada masyarakat. Kalau perlu dibuat jadwal (berjualan) karena ketentuannya hanya 50 persen,” tambahnya. 

Ganjar mengawali gowes dari Rumah Dinas Puri Gedeh sekitar pukul 06.00 WIB. Kurang dari tiga kilometer perjalanan, ia sudah menemukan warga yang berkerumun makan di warung tanpa jaga jarak. Ganjar mendatangi mereka, mengingatkan pelaksanaan aturan PPKM Darurat yang sudah harus diterapkan mulai hari ini. 

"Ayo yang di warung bisa segera pulang. Biasanya kalau makan di warung pasti saling berhadapan. Pemilik (warung) mohon izin ya, tidak boleh ada yang makan di tempat, kalau dibungkus boleh. Daripada nanti didatangi sama Satpol PP dan ditutup warungnya," teriak Ganjar mengingatkan warga dan pemilik warung. 

Kejadian serupa juga ditemui di tempat-tempat lain yang membuat Ganjar harus berulang kali berhenti untuk mengingatkan tentang protokol kesehatan dan mewaspadai penularan Covid-19. 

Selain warung, Ganjar juga melakukan kegiatan serupa di beberapa pasar di Kota Semarang. 

"Ayo maskernya dipakai, senjata kita hari ini yang paling utama adalah masker. Tolong saling mengingatkan, ini virusnya ganas. Kalau berjualan maskernya dipakai, jarak diatur. Kalau tidak taat nanti saya tutup pasarnya," tegas Ganjar saat mengingatkan pedagang di Pasar Gayamsari dan Pasar Kemryeng Penggaron. 

Dari beberapa temuan hari ini, Ganjar menyimpulkan pelaksanaan PPKM Darurat masih belum menunjukkan perubahan aktivitas maupun perilaku masyarakat. Dalam dua hari ini ia akan melihat perkembangannya untuk dijadikan  bahan evaluasi ke depan karena PPKM Darurat masih akan berlangsung hingga 20 Juli 2021 nanti. 

"Kalau saya simpulkan sampai pagi ini belum ada perubahan berarti. Maka kita harus lakukan tindakan yang lebih masif lagi untuk mengedukasi warga. Kita akan evaluasi (pelaksanaan) dua hari ini, Sabtu-Minggu. Kalau mobilitas masyarakat masih tinggi seperti ini, apalagi ini hari Sabtu, rasanya penyekatan penting untuk dilakukan. Paralel dengan itu sosialisasi musti jalan," ungkapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu