Follow Us :              

Mudik ke Jateng Wajib Isi Aplikasi Siaga Mudik

  06 April 2020  |   13:00:00  |   dibaca : 13304 
Kategori :
Bagikan :

Mudik ke Jateng Wajib Isi Aplikasi Siaga Mudik

06 April 2020 | 13:00:00 | dibaca : 13304
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah telah mengimbau agar para perantau, utamanya yang berdomisili di zona merah covid-19 antara lain DKI Jakarta, untuk tidak pulang ke kampung halaman. Cara ini diyakini dapat mengendalikan persebaran covid-19. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sejak adanya kasus terkonfirmasi covid-19 di wilayahnya, terus mengimbau agar para perantau tidak pulang kampung. Sayangnya, tak sedikit warga Jateng yang tak mengindahkan imbauan ini. Menurut data Dinas Perhubungan Jawa Tengah, sejak 22 Maret hingga 3 April lalu, sebanyak 320.435 perantau telah kembali ke Jawa Tengah menggunakan transportasi umum. Jumlah pemudik diprediksi akan terus meningkat.

Ganjar mengatakan, dia memahami alasan para perantau yang nekat pulang kampung. Dia memahami kecemasan dan kekhawatiran para perantau terhadap nasib keluarganya yang ditinggal di kampung. Akan tetapi, semakin tinggi gelombang pemudik masuk ke Jateng akan berpengaruh pada meningkatnya kasus covid-19 di provinsi ini.

"Mari kita bangun kebersamaan dengan bersama-sama menjaga agar persebaran covid-19 bisa kita redam. Kalau bisa tidak usah mudik," kata Ganjar di rumah dinasnya, Senin (6/4/2020).

Bagi perantau yang terpaksa harus mudik, Ganjar mewajibkan mereka untuk mengisi aplikasi Siaga Mudik, yang merupakan bagian dari Sistem Manajemen Informasi Pendataan Pemudik. 

Aplikasi ini mensyaratkan calon pemudik untuk mengisi nomor induk kependudukan (NIK) dan riwayat kesehatan. Nantinya informasi calon pemudik yang direkam melalui aplikasi ini akan digunakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyiapkan infrastruktur di daerah. Ini dilakukan agar kedatangan para pemudik ini tidak memicu persebaran covid-19. 

"Kuncinya tentu saja pada akurasi data, bagaimana caranya kita bisa mendata dengan cermat kedatangan para pemudik tersebut. Dari kesiapan data ini tentu kita akan lebih mudah untuk memantau  kondisi kesehatan pemudik, menyediakan rumah isolasi dan sebagainya," terangnya.

Aplikasi hasil kerjasama Pemprov Jateng dengan Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta dan komunitas WE Indonesia di Jakarta ini bisa diakses melalui website siagamudik.jatengprov.go.id Sistem ini dibuat sesederhana mungkin untuk membantu penelusuran riwayat perjalanan para pemudik.

"Karena itu, saya minta tolong, sekali lagi minta tolong, khususnya pada saudara-saudaraku yang tetap pingin pulang kampung untuk membantu kami dengan mendaftarkan diri sebagai pemudik di aplikasi tersebut. Caranya mudah. Cukup masukkan nomor HP dan NIK kemudian melengkapi isian yang ada. Kami akan bekerjasama dengan simpul-simpul paguyuban warga Jateng di Jabodetabek dan daerah lain untuk membantu panjenengan yang mengalami kendala mengisi aplikasi tersebut," pintanya.

"Dengan langkah sederhana ini, kami ingin bisa menyiapkan segala sesuatunya agar panjenengan bisa kumpul bersama keluarga dengan aman dan nyaman. Jadi, sekali lagi, bagi yang mudik, tolong isi aplikasi Siaga Mudik dan siapkan diri Anda untuk mengisolasi diri selama 14 hari," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah telah mengimbau agar para perantau, utamanya yang berdomisili di zona merah covid-19 antara lain DKI Jakarta, untuk tidak pulang ke kampung halaman. Cara ini diyakini dapat mengendalikan persebaran covid-19. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, sejak adanya kasus terkonfirmasi covid-19 di wilayahnya, terus mengimbau agar para perantau tidak pulang kampung. Sayangnya, tak sedikit warga Jateng yang tak mengindahkan imbauan ini. Menurut data Dinas Perhubungan Jawa Tengah, sejak 22 Maret hingga 3 April lalu, sebanyak 320.435 perantau telah kembali ke Jawa Tengah menggunakan transportasi umum. Jumlah pemudik diprediksi akan terus meningkat.

Ganjar mengatakan, dia memahami alasan para perantau yang nekat pulang kampung. Dia memahami kecemasan dan kekhawatiran para perantau terhadap nasib keluarganya yang ditinggal di kampung. Akan tetapi, semakin tinggi gelombang pemudik masuk ke Jateng akan berpengaruh pada meningkatnya kasus covid-19 di provinsi ini.

"Mari kita bangun kebersamaan dengan bersama-sama menjaga agar persebaran covid-19 bisa kita redam. Kalau bisa tidak usah mudik," kata Ganjar di rumah dinasnya, Senin (6/4/2020).

Bagi perantau yang terpaksa harus mudik, Ganjar mewajibkan mereka untuk mengisi aplikasi Siaga Mudik, yang merupakan bagian dari Sistem Manajemen Informasi Pendataan Pemudik. 

Aplikasi ini mensyaratkan calon pemudik untuk mengisi nomor induk kependudukan (NIK) dan riwayat kesehatan. Nantinya informasi calon pemudik yang direkam melalui aplikasi ini akan digunakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyiapkan infrastruktur di daerah. Ini dilakukan agar kedatangan para pemudik ini tidak memicu persebaran covid-19. 

"Kuncinya tentu saja pada akurasi data, bagaimana caranya kita bisa mendata dengan cermat kedatangan para pemudik tersebut. Dari kesiapan data ini tentu kita akan lebih mudah untuk memantau  kondisi kesehatan pemudik, menyediakan rumah isolasi dan sebagainya," terangnya.

Aplikasi hasil kerjasama Pemprov Jateng dengan Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta dan komunitas WE Indonesia di Jakarta ini bisa diakses melalui website siagamudik.jatengprov.go.id Sistem ini dibuat sesederhana mungkin untuk membantu penelusuran riwayat perjalanan para pemudik.

"Karena itu, saya minta tolong, sekali lagi minta tolong, khususnya pada saudara-saudaraku yang tetap pingin pulang kampung untuk membantu kami dengan mendaftarkan diri sebagai pemudik di aplikasi tersebut. Caranya mudah. Cukup masukkan nomor HP dan NIK kemudian melengkapi isian yang ada. Kami akan bekerjasama dengan simpul-simpul paguyuban warga Jateng di Jabodetabek dan daerah lain untuk membantu panjenengan yang mengalami kendala mengisi aplikasi tersebut," pintanya.

"Dengan langkah sederhana ini, kami ingin bisa menyiapkan segala sesuatunya agar panjenengan bisa kumpul bersama keluarga dengan aman dan nyaman. Jadi, sekali lagi, bagi yang mudik, tolong isi aplikasi Siaga Mudik dan siapkan diri Anda untuk mengisolasi diri selama 14 hari," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu