Follow Us :              

Dukung Ketersediaan Air bagi Petani dan Masyarakat, Gubernur Resmikan Embung Plosorejo Sragen

  04 March 2026  |   11:00:00  |   dibaca : 28 
Kategori :
Bagikan :


Dukung Ketersediaan Air bagi Petani dan Masyarakat, Gubernur Resmikan Embung Plosorejo Sragen

04 March 2026 | 11:00:00 | dibaca : 28
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meresmikan Embung Plosorejo di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Keberadaan embung diharapkan dapat mendukung ketersediaan air irigasi bagi sekitar 50 hektare lahan pertanian, sehingga petani dapat meningkatkan frekuensi panen dalam setahun. 

Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan, air merupakan faktor penting dalam menunjang sektor pertanian. Oleh karena itu, ketersediannya perlu diperhatikan.

“Dalam pertanian itu kuncinya air. _Wong_ (orang) menanam itu kuncinya _banyu_ (air) . Karena itu kita bangun embung untuk menampung air hujan, supaya saat kemarau masih bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan embung merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menyediakan air baku, sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan.

Embung Plosorejo menjadi embung ketiga yang diresmikan pada awal 2026, setelah Pemerintah Provinsi Jateng meresmikan Embung Karangjati di Kabupaten Blora dan Embung Geblog di Kabupaten Temanggung.  

Gubernur berharap, embung tersebut dapat dikelola bersama oleh masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Embung ini harus dirawat bersama. Jaga kebersihannya dan manfaatkan dengan baik untuk mendukung pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan, pembangunan embung tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang sudah disampaikan sejak tahun 2018.

“Embung ini dibangun untuk mendukung kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat, terutama pada saat musim kemarau, sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan embung diharapkan mampu mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian di wilayah Desa Guworejo dan sekitarnya.

Secara teknis, pembangunan Embung Plosorejo menggunakan APBD Provinsi Jateng Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp4,28 miliar. Waktu pengerjaannya selama 189 hari kalender, mulai dari 24 Juni–29 Desember 2025.  

Embung tersebut memiliki kapasitas tampungan sekitar 25.145 m3 dengan luas genangan sekitar 9.170 m2 dan ketinggian muka air mencapai 4 m. Sumber air berasal dari air hujan dan pasokan dari saluran irigasi yang dialirkan ke embung menggunakan sistem pompa.  

Konstruksi embung menggunakan lining beton bertulang yang dilengkapi pagar pengaman, pelimpah, dan kolam lumpur untuk menjaga fungsi tampungan air.


Bagikan :

SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meresmikan Embung Plosorejo di Desa Guworejo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Keberadaan embung diharapkan dapat mendukung ketersediaan air irigasi bagi sekitar 50 hektare lahan pertanian, sehingga petani dapat meningkatkan frekuensi panen dalam setahun. 

Dalam sambutannya, Gubernur menyatakan, air merupakan faktor penting dalam menunjang sektor pertanian. Oleh karena itu, ketersediannya perlu diperhatikan.

“Dalam pertanian itu kuncinya air. _Wong_ (orang) menanam itu kuncinya _banyu_ (air) . Karena itu kita bangun embung untuk menampung air hujan, supaya saat kemarau masih bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan embung merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menyediakan air baku, sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan.

Embung Plosorejo menjadi embung ketiga yang diresmikan pada awal 2026, setelah Pemerintah Provinsi Jateng meresmikan Embung Karangjati di Kabupaten Blora dan Embung Geblog di Kabupaten Temanggung.  

Gubernur berharap, embung tersebut dapat dikelola bersama oleh masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Embung ini harus dirawat bersama. Jaga kebersihannya dan manfaatkan dengan baik untuk mendukung pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan, pembangunan embung tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang sudah disampaikan sejak tahun 2018.

“Embung ini dibangun untuk mendukung kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat, terutama pada saat musim kemarau, sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, keberadaan embung diharapkan mampu mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian di wilayah Desa Guworejo dan sekitarnya.

Secara teknis, pembangunan Embung Plosorejo menggunakan APBD Provinsi Jateng Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp4,28 miliar. Waktu pengerjaannya selama 189 hari kalender, mulai dari 24 Juni–29 Desember 2025.  

Embung tersebut memiliki kapasitas tampungan sekitar 25.145 m3 dengan luas genangan sekitar 9.170 m2 dan ketinggian muka air mencapai 4 m. Sumber air berasal dari air hujan dan pasokan dari saluran irigasi yang dialirkan ke embung menggunakan sistem pompa.  

Konstruksi embung menggunakan lining beton bertulang yang dilengkapi pagar pengaman, pelimpah, dan kolam lumpur untuk menjaga fungsi tampungan air.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu