Follow Us :              

Sambut Jutaan Pemudik, Pemprov Jateng Buka Posko Terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran

  05 March 2026  |   06:30:00  |   dibaca : 4 
Kategori :
Bagikan :


Sambut Jutaan Pemudik, Pemprov Jateng Buka Posko Terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran

05 March 2026 | 06:30:00 | dibaca : 4
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membuka Posko Terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran, untuk mengantisipasi kedatangan jutaan pemudik ke provinsi ini. 

“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu, tentu semua pihak harus siap, karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang pada Kamis, 5 Maret 2026. 

Ia mengatakan, tingginya jumlah pemudik menjadikan Jateng sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.

Oleh karena itu, Posko Terpadu didirikan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan, untuk memastikan kelancaran arus mudik di Jateng.  

Selain pengamanan lalu lintas, Pemprov Jateng juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi. Perbaikan sejumlah ruas jalan terus dikebut dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran. 

Tak hanya itu, Pemprov juga menyiapkan program Mudik Gratis bagi para perantau dari Jateng. Program tersebut menyediakan 340 bus dengan total 16.415 kursi yang diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.  

Sementara untuk mudik dengan moda transportasi kereta api, disiapkan 17 rangkaian kereta dengan kapasitas 1.288 penumpang, yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju ke Stasiun Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.  

“Program ini kita siapkan agar masyarakat kita bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah,” ucap Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati saat melakukan perjalanan. Para pemudik diminta memastikan kesehatan dirinya serta mengecek kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan.

Dalam momentum mudik ini, Pemprov Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih cukup tinggi. 

“Yang juga kita waspadai adalah potensi bencana alam, misalnya longsor, banjir, bahkan kemungkinan aktivitas gunung merapi. Beberapa wilayah ,seperti Pegunungan Muria juga menjadi perhatian karena rawan bencana,” ucap Gubernur.

Ia mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi dengan melakukan pemantauan serta memastikan kesiapsiagaan penanganan darurat di wilayah-wilayah rawan.

Berdasarkan pemetaan dari Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, setidaknya ada 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jateng menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Sebelumnya, Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengatakan, titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, dan jalur selatan. Titik-titik rawan kebanyakan berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, dan akses keluar-masuk tol.

Guna mendukung kelancaran mudik Lebaran, pihaknya menyiapkan 18 Posko Lebaran di sejumlah jalur nasional wilayah Jateng, mulai dari jalur pantura barat hingga jalur selatan. Adapun di wilayah pantura barat, posko ditempatkan di ruas Batas Kabupaten Tegal/Kabupaten Brebes–Prupuk serta Batas Kabupaten Tegal–Kabupaten Pemalang.

Sementara di wilayah pantura tengah dan timur, posko disiagakan di kawasan Alas Roban, Jalan Walisongo, ruas Batas Kota Semarang–Batas Kota Demak (KM 13+700), hingga ruas Batas Kabupaten Kudus/Pati–Simpang 3 Lingkar Pati (KM 66+300). Selain itu, posko juga dididrikan di Pemuda Rembang (KM SMG 113+100).

Adapun di jalur tengah dan selatan, posko ditempatkan di ruas Bawen–Batas Kota Salatiga, Kartosuro–Batas Kota Klaten, Purwokerto–Patikraja, Klampok–Banjarnegara, hingga Wawar–Congot.

Iqbal mengatakan, seluruh posko dilengkapi dengan personel teknis dan peralatan, untuk memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan. 

“Posko ini kita siagakan untuk mempercepat penanganan di lapangan, terutama di titik-titik rawan kepadatan dan gangguan,” ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan membuka Posko Terpadu pada H-8 hingga H+7 Lebaran, untuk mengantisipasi kedatangan jutaan pemudik ke provinsi ini. 

“Prediksi tahun ini yang masuk ke Jawa Tengah sekitar 17,7 juta orang. Tahun lalu sekitar 15 juta, sehingga ada kenaikan cukup signifikan. Dengan jumlah sebesar itu, tentu semua pihak harus siap, karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang pada Kamis, 5 Maret 2026. 

Ia mengatakan, tingginya jumlah pemudik menjadikan Jateng sebagai salah satu simpul utama pergerakan mudik nasional.

Oleh karena itu, Posko Terpadu didirikan dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), kepolisian, serta berbagai pemangku kepentingan, untuk memastikan kelancaran arus mudik di Jateng.  

Selain pengamanan lalu lintas, Pemprov Jateng juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan provinsi. Perbaikan sejumlah ruas jalan terus dikebut dan ditargetkan rampung sebelum H-7 Lebaran. 

Tak hanya itu, Pemprov juga menyiapkan program Mudik Gratis bagi para perantau dari Jateng. Program tersebut menyediakan 340 bus dengan total 16.415 kursi yang diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.  

Sementara untuk mudik dengan moda transportasi kereta api, disiapkan 17 rangkaian kereta dengan kapasitas 1.288 penumpang, yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju ke Stasiun Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.  

“Program ini kita siapkan agar masyarakat kita bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman, sekaligus mengurangi kepadatan arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah,” ucap Gubernur.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati saat melakukan perjalanan. Para pemudik diminta memastikan kesehatan dirinya serta mengecek kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan.

Dalam momentum mudik ini, Pemprov Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan diprediksi masih cukup tinggi. 

“Yang juga kita waspadai adalah potensi bencana alam, misalnya longsor, banjir, bahkan kemungkinan aktivitas gunung merapi. Beberapa wilayah ,seperti Pegunungan Muria juga menjadi perhatian karena rawan bencana,” ucap Gubernur.

Ia mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi dengan melakukan pemantauan serta memastikan kesiapsiagaan penanganan darurat di wilayah-wilayah rawan.

Berdasarkan pemetaan dari Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, setidaknya ada 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jateng menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Sebelumnya, Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengatakan, titik rawan kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, dan jalur selatan. Titik-titik rawan kebanyakan berada di kawasan pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, dan akses keluar-masuk tol.

Guna mendukung kelancaran mudik Lebaran, pihaknya menyiapkan 18 Posko Lebaran di sejumlah jalur nasional wilayah Jateng, mulai dari jalur pantura barat hingga jalur selatan. Adapun di wilayah pantura barat, posko ditempatkan di ruas Batas Kabupaten Tegal/Kabupaten Brebes–Prupuk serta Batas Kabupaten Tegal–Kabupaten Pemalang.

Sementara di wilayah pantura tengah dan timur, posko disiagakan di kawasan Alas Roban, Jalan Walisongo, ruas Batas Kota Semarang–Batas Kota Demak (KM 13+700), hingga ruas Batas Kabupaten Kudus/Pati–Simpang 3 Lingkar Pati (KM 66+300). Selain itu, posko juga dididrikan di Pemuda Rembang (KM SMG 113+100).

Adapun di jalur tengah dan selatan, posko ditempatkan di ruas Bawen–Batas Kota Salatiga, Kartosuro–Batas Kota Klaten, Purwokerto–Patikraja, Klampok–Banjarnegara, hingga Wawar–Congot.

Iqbal mengatakan, seluruh posko dilengkapi dengan personel teknis dan peralatan, untuk memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan. 

“Posko ini kita siagakan untuk mempercepat penanganan di lapangan, terutama di titik-titik rawan kepadatan dan gangguan,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu