Follow Us :              

Ramadan Fest Jadi Ajang Pameran Produk-Produk UMKM Jateng

  05 March 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 10 
Kategori :
Bagikan :


Ramadan Fest Jadi Ajang Pameran Produk-Produk UMKM Jateng

05 March 2026 | 09:00:00 | dibaca : 10
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gelaran Ramadan Fest 2026 yang dihelat oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Tengah, menjadi ajang untuk memamerkan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di provinsi ini. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada 5–6 Maret 2026 ini diikuti 52 stan dari DWP badan, dinas, dan instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Masing-masing stan memamerkan berbagai macam produk UMKM yang ada di Jateng. Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, nampak para pengunjung mendatangi stan-stan di pameran tersebut. 

“Berbagai jenis produk beras dan produk pertanian yang dipamerkan, ini akan membantu pemenuhan kebutuhan (masyarakat dalam) menyambut Ramadan dan Hari Raya Idulfitri,” ucap Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, usai membuka Ramadan Fest di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 5 Maret 2026. 

Pada bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, acapkali terjadi peningkatan kebutuhan makanan. Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta untuk mengedepankan pola hidup sederhana. 

"Kalau lagi puasa, pengennya apapun dimakan, dibeli. Begitu berbuka, minum air putih ternyata sudah cukup. Jangan sampai menimbulkan sampah makanan, karena rezeki dari Allah jangan sampai kita buang," ucap Sekda. 

Ketua DWP Provinsi Jateng, Indah Sumarno, mengatakan, Ramadan Fest DWP Provinsi Jateng melibatkan seluruh badan, dinas, dan instansi di lingkungan Pemprov Jateng. Harapannya, kegiatan itu tidak hanya berdampak pada Dharma Wanita, tetapi juga warga sekitar. 

Apalagi, puluhan stan yang turut serta pada event kali ini kebanyakan menyajikan kebutuhan pokok serta kuliner khas Ramadan dan Lebaran. 

Pengelola stan DWP Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Vina, mengatakan, stannya menjual aneka buah, sayuran segar organik, dan telur, yang berasal dari petani binaan dan balai milik dinas terkait. 

"Ada yang dipetik langsung dari balai, misalnya melon atau kelengkeng, sedangkan kentang dari petani binaan," jelasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gelaran Ramadan Fest 2026 yang dihelat oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Tengah, menjadi ajang untuk memamerkan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di provinsi ini. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada 5–6 Maret 2026 ini diikuti 52 stan dari DWP badan, dinas, dan instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Masing-masing stan memamerkan berbagai macam produk UMKM yang ada di Jateng. Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, nampak para pengunjung mendatangi stan-stan di pameran tersebut. 

“Berbagai jenis produk beras dan produk pertanian yang dipamerkan, ini akan membantu pemenuhan kebutuhan (masyarakat dalam) menyambut Ramadan dan Hari Raya Idulfitri,” ucap Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, usai membuka Ramadan Fest di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 5 Maret 2026. 

Pada bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, acapkali terjadi peningkatan kebutuhan makanan. Meskipun demikian, masyarakat tetap diminta untuk mengedepankan pola hidup sederhana. 

"Kalau lagi puasa, pengennya apapun dimakan, dibeli. Begitu berbuka, minum air putih ternyata sudah cukup. Jangan sampai menimbulkan sampah makanan, karena rezeki dari Allah jangan sampai kita buang," ucap Sekda. 

Ketua DWP Provinsi Jateng, Indah Sumarno, mengatakan, Ramadan Fest DWP Provinsi Jateng melibatkan seluruh badan, dinas, dan instansi di lingkungan Pemprov Jateng. Harapannya, kegiatan itu tidak hanya berdampak pada Dharma Wanita, tetapi juga warga sekitar. 

Apalagi, puluhan stan yang turut serta pada event kali ini kebanyakan menyajikan kebutuhan pokok serta kuliner khas Ramadan dan Lebaran. 

Pengelola stan DWP Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Vina, mengatakan, stannya menjual aneka buah, sayuran segar organik, dan telur, yang berasal dari petani binaan dan balai milik dinas terkait. 

"Ada yang dipetik langsung dari balai, misalnya melon atau kelengkeng, sedangkan kentang dari petani binaan," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu