Follow Us :              

Kembali Pantau Harga Pasar, Gubernur Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali Jelang Lebaran

  04 March 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 117 
Kategori :
Bagikan :


Kembali Pantau Harga Pasar, Gubernur Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali Jelang Lebaran

04 March 2026 | 08:00:00 | dibaca : 117
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., kembali meninjau pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok penting menjelang Lebaran 2026. 

Pada Rabu, 4 Maret 2026, Gubernur melakukan pantauan di Pasar Gondang, Kabupaten Sragen. Ia juga berdialog dengan sejumlah pedagang dan pembeli, serta menanyakan stok dan harga sejumlah komoditas, seperti bawang putih, bawang merah, telur, dan cabai

Dari hasil pantauan, stok pangan dipastikan masih aman meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan.

Gubernur mengatakan, secara umum kondisi pasokan pangan di pasar tradisional masih terkendali. Kenaikan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas dinilai masih dalam batas wajar. Terkait bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, ia meminta BUMD PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera melakukan intervensi. 

Beberapa komoditas yang terpantau harganya berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP), antara lain cabai rawit merah, tepung terigu curah, dan bawang putih. Sementara komoditas yang perlu diwaspadai kenaikannya menjelang Lebaran, di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan gula konsumsi.  

Guna menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan sejumlah langkah intervensi, salah satunya dengan memberikan subsidi harga pangan dan menggelar pasar murah.

Hingga awal Maret 2026, Pemprov Jateng telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 309 kali di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan subsidi cabai sebanyak tiga ton di 15 kabupaten yang mengalami lonjakan harga tertinggi.  

Salah seorang pedagang Pasar Gondang, Nur, mengatakan bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Ia menyebut, saat ini harga cabai rawit merah mencapai Rp80 ribu-Rp90 ribu per kilogram.

“Saat Ramadan, biasanya pembelian berkurang, apalagi kalau harga naik. Bawang merah dan bawang putih stabil tinggi, tetapi yang mahal cabai rawit setan,” katanya.

Sementara itu, Bagong, pedagang daging sapi, menyebut harga daging saat ini masih stabil di kisaran Rp110 ribu per kilogram.

“Pembelinya kebanyakan langganan, jadi tidak terlalu berpengaruh. Biasanya kalau mendekati Lebaran bisa naik, dulu-dulu kenaikannya sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” ujarnya.

Pedagang sembako lainnya, Santi, mengatakan bahwa harga bawang merah, bawang putih, dan telur relatif stabil, meskipun sempat mengalami kenaikan.

“Telur sempat naik dari Rp28 ribu, kalau pas naik bisa sampai Rp31 ribu. Harapannya, menjelang Lebaran (harganya) jangan naik tinggi-tinggi supaya pembeli tidak turun,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, dan Wakil Bupati, Suroto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan BUMD terkait.


Bagikan :

SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., kembali meninjau pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok penting menjelang Lebaran 2026. 

Pada Rabu, 4 Maret 2026, Gubernur melakukan pantauan di Pasar Gondang, Kabupaten Sragen. Ia juga berdialog dengan sejumlah pedagang dan pembeli, serta menanyakan stok dan harga sejumlah komoditas, seperti bawang putih, bawang merah, telur, dan cabai

Dari hasil pantauan, stok pangan dipastikan masih aman meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan.

Gubernur mengatakan, secara umum kondisi pasokan pangan di pasar tradisional masih terkendali. Kenaikan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas dinilai masih dalam batas wajar. Terkait bahan pokok yang mengalami kenaikan harga, ia meminta BUMD PT Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera melakukan intervensi. 

Beberapa komoditas yang terpantau harganya berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP), antara lain cabai rawit merah, tepung terigu curah, dan bawang putih. Sementara komoditas yang perlu diwaspadai kenaikannya menjelang Lebaran, di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan gula konsumsi.  

Guna menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan sejumlah langkah intervensi, salah satunya dengan memberikan subsidi harga pangan dan menggelar pasar murah.

Hingga awal Maret 2026, Pemprov Jateng telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 309 kali di berbagai daerah. Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan subsidi cabai sebanyak tiga ton di 15 kabupaten yang mengalami lonjakan harga tertinggi.  

Salah seorang pedagang Pasar Gondang, Nur, mengatakan bahwa beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Ia menyebut, saat ini harga cabai rawit merah mencapai Rp80 ribu-Rp90 ribu per kilogram.

“Saat Ramadan, biasanya pembelian berkurang, apalagi kalau harga naik. Bawang merah dan bawang putih stabil tinggi, tetapi yang mahal cabai rawit setan,” katanya.

Sementara itu, Bagong, pedagang daging sapi, menyebut harga daging saat ini masih stabil di kisaran Rp110 ribu per kilogram.

“Pembelinya kebanyakan langganan, jadi tidak terlalu berpengaruh. Biasanya kalau mendekati Lebaran bisa naik, dulu-dulu kenaikannya sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” ujarnya.

Pedagang sembako lainnya, Santi, mengatakan bahwa harga bawang merah, bawang putih, dan telur relatif stabil, meskipun sempat mengalami kenaikan.

“Telur sempat naik dari Rp28 ribu, kalau pas naik bisa sampai Rp31 ribu. Harapannya, menjelang Lebaran (harganya) jangan naik tinggi-tinggi supaya pembeli tidak turun,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, dan Wakil Bupati, Suroto, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan BUMD terkait.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu