Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan bahwa sektor pendidikan berperan dalam pembangunan daerah. Sebab, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk menuntaskan kemiskinan.
"Pendidikan berperan (untuk) meningkatkan sumber daya manusia, (sehingga mereka) punya daya saing,” ucapnya dalam acara Pelantikan dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Kepala Sekolah dan Jabatan Fungsional PNS dan PPPK di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Selasa, 3 Maret 2026.
Pemerintah Provinsi Jateng terus melakukan upaya penurunan kemiskinan di wilayahnya. Adapun angka kemiskinan Jateng per September 2025 sebesar 9,39% atau sebanyak 3,34 juta jiwa. Bahkan, jumlah tersebut turun dari sebelumnya 9,58% pada September 2024.
Dalam acara itu, Gubernur melakukan penataan pejabat di 645 satuan pendidikan SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri di wilayahnya melalui proses rotasi dan promosi.
Secara simbolis SK diserahkan kepada 164 kepala sekolah yang hadir secara luring, terdiri dari 43 orang yang dirotasi (22 SMA, 16 SMK, dan 5 SLB) serta 121 orang mendapat promosi (66 SMA, 51 SMK, dan 4 SLB). Adapun kepala sekolah lainnya mengikuti acara secara daring.
Selain itu, dilakukan pelantikan 17 Pejabat Fungsional PNS yang hadir secara luring, serta 3.018 PPPK (30 PPPK Guru dan 89 PPPK Non-Guru hadir luring, serta 2.899 PPPK mengikuti secara daring).
Pada kesempatan itu, Gubernur meminta para pejabat yang dilantik untuk melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan berintegritas.
“Harus kita laksanakan sesuai dengan profesionalisme, penuh perhatian, dan tanggung jawab," katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh kepala sekolah, PPPK, dan pejabat fungsional agar tetap rendah hati dan tidak hidup secara berlebihan. Seorang kepala sekolah atau guru harus bisa menjadi panutan bagi siswa-siswinya. Maka dari itu, segala sikap dan perilaku harus mencerminkan pribadi yang berakhlak dan berkarakter.
Salah seorang guru yang baru mendapatkan promosi sebagai kepala sekolah, Berti Sagendra, menyampaikan apresiasi atas penugasan sebagai Kepala SMKN 6 Kota Semarang. Ia siap mengemban tanggung jawab dalam mengelola satuan pendidikan.
Salah satunya dengan meningkatkan link and match antara sekolah dengan perusahaan. Sebab, hal itu diharapkan dapat membantu siswa memperoleh pekerjaan setelah lulus.
"Karena saya di SMK, maka tantangannya menyiapkan SDM yang siap untuk berwirausaha (dan) bekerja. Setelah murid itu lulus, SMK harus memikirkan bagaimana harus menyalurkan (para siswa kepada perusahaan atau industri). Jadi banyak sekali yang dipikirkan kalau di sekolah," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Agus Nugroho, seorang guru PPPK di SMKN 1 Boyolali. Setelah belasan tahun menunggu pengangkatan sebagai PPPK Guru melalui formasi Tahun 2025, akhirnya ia telah mendapatkan SK PPPK dan mendapatkan penugasan sebagai fungsional guru agama di sekolah saat ini.
"Senang sekali, sudah lama kami sebagai guru honorer, sekarang sudah resmi menjadi PPPK dan menerima SK pelantikan jabatan fungsional sebagai guru agama. Jadi, sangat senang sekali," ujarnya.
Bagi Agus, menjadi PPPK Guru merupakan tanggung jawab atas profesi yang ia jalani selama ini. Semua itu diraih melalui kerja keras dalam memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.
"Kita harus tetap berusaha memberikan apa yang kita bisa dengan tulus ikhlas. Bagi teman-teman terus semangat dan mengabdi dengan tulus ikhlas. Kerja keras itu tidak menipu hasil," ucapnya.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan bahwa sektor pendidikan berperan dalam pembangunan daerah. Sebab, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk menuntaskan kemiskinan.
"Pendidikan berperan (untuk) meningkatkan sumber daya manusia, (sehingga mereka) punya daya saing,” ucapnya dalam acara Pelantikan dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Kepala Sekolah dan Jabatan Fungsional PNS dan PPPK di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Selasa, 3 Maret 2026.
Pemerintah Provinsi Jateng terus melakukan upaya penurunan kemiskinan di wilayahnya. Adapun angka kemiskinan Jateng per September 2025 sebesar 9,39% atau sebanyak 3,34 juta jiwa. Bahkan, jumlah tersebut turun dari sebelumnya 9,58% pada September 2024.
Dalam acara itu, Gubernur melakukan penataan pejabat di 645 satuan pendidikan SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri di wilayahnya melalui proses rotasi dan promosi.
Secara simbolis SK diserahkan kepada 164 kepala sekolah yang hadir secara luring, terdiri dari 43 orang yang dirotasi (22 SMA, 16 SMK, dan 5 SLB) serta 121 orang mendapat promosi (66 SMA, 51 SMK, dan 4 SLB). Adapun kepala sekolah lainnya mengikuti acara secara daring.
Selain itu, dilakukan pelantikan 17 Pejabat Fungsional PNS yang hadir secara luring, serta 3.018 PPPK (30 PPPK Guru dan 89 PPPK Non-Guru hadir luring, serta 2.899 PPPK mengikuti secara daring).
Pada kesempatan itu, Gubernur meminta para pejabat yang dilantik untuk melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan berintegritas.
“Harus kita laksanakan sesuai dengan profesionalisme, penuh perhatian, dan tanggung jawab," katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh kepala sekolah, PPPK, dan pejabat fungsional agar tetap rendah hati dan tidak hidup secara berlebihan. Seorang kepala sekolah atau guru harus bisa menjadi panutan bagi siswa-siswinya. Maka dari itu, segala sikap dan perilaku harus mencerminkan pribadi yang berakhlak dan berkarakter.
Salah seorang guru yang baru mendapatkan promosi sebagai kepala sekolah, Berti Sagendra, menyampaikan apresiasi atas penugasan sebagai Kepala SMKN 6 Kota Semarang. Ia siap mengemban tanggung jawab dalam mengelola satuan pendidikan.
Salah satunya dengan meningkatkan link and match antara sekolah dengan perusahaan. Sebab, hal itu diharapkan dapat membantu siswa memperoleh pekerjaan setelah lulus.
"Karena saya di SMK, maka tantangannya menyiapkan SDM yang siap untuk berwirausaha (dan) bekerja. Setelah murid itu lulus, SMK harus memikirkan bagaimana harus menyalurkan (para siswa kepada perusahaan atau industri). Jadi banyak sekali yang dipikirkan kalau di sekolah," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Agus Nugroho, seorang guru PPPK di SMKN 1 Boyolali. Setelah belasan tahun menunggu pengangkatan sebagai PPPK Guru melalui formasi Tahun 2025, akhirnya ia telah mendapatkan SK PPPK dan mendapatkan penugasan sebagai fungsional guru agama di sekolah saat ini.
"Senang sekali, sudah lama kami sebagai guru honorer, sekarang sudah resmi menjadi PPPK dan menerima SK pelantikan jabatan fungsional sebagai guru agama. Jadi, sangat senang sekali," ujarnya.
Bagi Agus, menjadi PPPK Guru merupakan tanggung jawab atas profesi yang ia jalani selama ini. Semua itu diraih melalui kerja keras dalam memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan.
"Kita harus tetap berusaha memberikan apa yang kita bisa dengan tulus ikhlas. Bagi teman-teman terus semangat dan mengabdi dengan tulus ikhlas. Kerja keras itu tidak menipu hasil," ucapnya.
Berita Terbaru