Follow Us :              

Jateng Catat Capaian 96,98 Persen pada Program MBG Nasional

  03 March 2026  |   12:30:00  |   dibaca : 46 
Kategori :
Bagikan :


Jateng Catat Capaian 96,98 Persen pada Program MBG Nasional

03 March 2026 | 12:30:00 | dibaca : 46
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah mencatat capaian tinggi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Hingga 27 Februari 2026, penerima manfaat di Jateng mencapai 96,98% dari total sasaran.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa, 3 Maret 2026. Rapat itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, serta para kepala daerah se-Jawa Tengah.

Berdasarkan data termutakhir, potensi penerima sasaran MBG di Jateng mencapai 9.639.459 orang. Adapun dari jumlah tersebut, sebanyak 9.348.898 orang telah menerima manfaat atau setara 96,98%. Jumlah penerima manfaat itu, terdiri dari 8.464.875 siswa TK sampai SMA, 93.045 ibu hamil, 204.305 ibu menyusui, serta 549.759 balita.

Pada kesempatan itu, Menko Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, keberhasilan program MBG di Jateng menjadi indikator penting terhadap keberhasilan program nasional tersebut.

“Rupanya Jawa Tengah ini semua juaranya. Juara MBG, Kopdes (Koperasi Desa), dan Swasembada Pangan,” ujarnya.

Menurutnya, MBG tidak hanya merupakan program pemenuhan gizi, tetapi juga bagian dari upaya membangun sumber daya manusia serta mendorong ekonomi melalui pelibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga koperasi desa.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas SDM serta penguatan ekonomi daerah.

“Program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan bergizi. Ini investasi strategis (untuk) membangun sumber daya manusia,” katanya.   

Adapun dari sisi infrastruktur, Jateng memiliki 3.741 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri dari 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren, 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri. Seluruh kabupaten/kota di Jateng juga telah memiliki SK Satuan Tugas MBG.

Gubernur menyampaikan, Jateng menargetkan produksi padi tahun 2026 sebesar 10,55 juta ton GKG atau meningkat 12,22% dibandingkan realisasi tahun 2025. Hal ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung peran Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

“Kami siap menopang swasembada pangan nasional, sekaligus memastikan keberlanjutan program MBG di Jawa Tengah,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut dan dukungan infrastruktur yang tersedia, Jawa Tengah diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pelaksanaan MBG di tingkat nasional.


Bagikan :

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah mencatat capaian tinggi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional. Hingga 27 Februari 2026, penerima manfaat di Jateng mencapai 96,98% dari total sasaran.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa, 3 Maret 2026. Rapat itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan dihadiri oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, serta para kepala daerah se-Jawa Tengah.

Berdasarkan data termutakhir, potensi penerima sasaran MBG di Jateng mencapai 9.639.459 orang. Adapun dari jumlah tersebut, sebanyak 9.348.898 orang telah menerima manfaat atau setara 96,98%. Jumlah penerima manfaat itu, terdiri dari 8.464.875 siswa TK sampai SMA, 93.045 ibu hamil, 204.305 ibu menyusui, serta 549.759 balita.

Pada kesempatan itu, Menko Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, keberhasilan program MBG di Jateng menjadi indikator penting terhadap keberhasilan program nasional tersebut.

“Rupanya Jawa Tengah ini semua juaranya. Juara MBG, Kopdes (Koperasi Desa), dan Swasembada Pangan,” ujarnya.

Menurutnya, MBG tidak hanya merupakan program pemenuhan gizi, tetapi juga bagian dari upaya membangun sumber daya manusia serta mendorong ekonomi melalui pelibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga koperasi desa.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas SDM serta penguatan ekonomi daerah.

“Program MBG bukan hanya sekadar pemberian makan bergizi. Ini investasi strategis (untuk) membangun sumber daya manusia,” katanya.   

Adapun dari sisi infrastruktur, Jateng memiliki 3.741 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terdiri dari 34 SPPG TNI, 12 SPPG pondok pesantren, 3.628 SPPG mitra, dan 67 SPPG Polri. Seluruh kabupaten/kota di Jateng juga telah memiliki SK Satuan Tugas MBG.

Gubernur menyampaikan, Jateng menargetkan produksi padi tahun 2026 sebesar 10,55 juta ton GKG atau meningkat 12,22% dibandingkan realisasi tahun 2025. Hal ini juga menjadi salah satu upaya untuk mendukung peran Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

“Kami siap menopang swasembada pangan nasional, sekaligus memastikan keberlanjutan program MBG di Jawa Tengah,” tegasnya.

Dengan capaian tersebut dan dukungan infrastruktur yang tersedia, Jawa Tengah diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pelaksanaan MBG di tingkat nasional.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu