Follow Us :              

Warga Sragen Kini Nikmati Infrastruktur Jalan Provinsi yang Layak

  04 March 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 14 
Kategori :
Bagikan :


Warga Sragen Kini Nikmati Infrastruktur Jalan Provinsi yang Layak

04 March 2026 | 10:00:00 | dibaca : 14
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menyempurnakan kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya, guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau infrastrukturnya baik, konektivitas wilayah juga meningkat. Bahkan, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat meresmikan Peningkatan dan Preservasi Ruas Jalan Kuwu–Galeh hingga Galeh–Ngrampal di Kabupaten Sragen pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Ia menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jateng, karena jalan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari upaya membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Sebagai informasi, proyek peningkatan Ruas Jalan Kuwu–Galeh nilai kontraknya mencapai Rp8,509 miliar, dengan panjang pembangunan sekitar 0,557 kilometer. Pekerjaan jalan mencakup perkerasan beton, pelebaran dan perkerasan aspal dua lapis, pembangunan saluran drainase, hingga pemasangan marka jalan.  

Selain itu, juga diresmikan preservasi Ruas Jalan Galeh–Ngrampal sepanjang 1,613 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp11,991 miliar. Pekerjaan yang dilakukan, meliputi perkerasan beton, pelebaran jalan, overlay aspal, serta pembangunan bangunan pelengkap jalan.  

Ruas Jalan Kuwu–Galeh dinilai strategis karena menjadi jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Gesi dan Tanon di Kabupaten Sragen dengan Kradenan di Kabupaten Grobogan. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan pertanian dengan komoditas utama, seperti padi, jagung, dan tebu.

Selain itu, Jalur Galeh–Ngrampal juga menjadi akses menuju Exit Tol Sragen Timur di wilayah Pungkruk. Dengan demikian, peningkatan dan preservasi jalan diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Kabupaten Sragen, Joko Mulyono, mengaku, menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Ia menyebut, perbaikan jalan ini telah lama dinantikan masyarakat.

“Kami sampaikan terima kasih atas dibangunnya Jalan Ruas Kuwu–Galeh sampai Ngrampal. Ini seperti mimpi. Dulu orang naik sepeda saja susah lewat sini, sekarang jalannya sudah mulus seperti jalan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jateng dalam pembangunan infrastruktur di daerahnya.

“Terima kasih atas prioritas yang diberikan oleh Bapak Gubernur untuk membangun Jalan Kuwu–Galeh sampai Ngrampal. Ini mimpi panjang bagi warga di wilayah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sragen juga terus mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan infrastruktur di wilayahnya.

“Tahun ini Kabupaten Sragen mengalokasikan lebih dari Rp80 miliar untuk pembangunan infrastruktur,” ucap Sigit.


Bagikan :

SRAGEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menyempurnakan kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya, guna mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau infrastrukturnya baik, konektivitas wilayah juga meningkat. Bahkan, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat meresmikan Peningkatan dan Preservasi Ruas Jalan Kuwu–Galeh hingga Galeh–Ngrampal di Kabupaten Sragen pada Rabu, 4 Maret 2026. 

Ia menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jateng, karena jalan berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari upaya membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Sebagai informasi, proyek peningkatan Ruas Jalan Kuwu–Galeh nilai kontraknya mencapai Rp8,509 miliar, dengan panjang pembangunan sekitar 0,557 kilometer. Pekerjaan jalan mencakup perkerasan beton, pelebaran dan perkerasan aspal dua lapis, pembangunan saluran drainase, hingga pemasangan marka jalan.  

Selain itu, juga diresmikan preservasi Ruas Jalan Galeh–Ngrampal sepanjang 1,613 kilometer dengan nilai kontrak sebesar Rp11,991 miliar. Pekerjaan yang dilakukan, meliputi perkerasan beton, pelebaran jalan, overlay aspal, serta pembangunan bangunan pelengkap jalan.  

Ruas Jalan Kuwu–Galeh dinilai strategis karena menjadi jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Gesi dan Tanon di Kabupaten Sragen dengan Kradenan di Kabupaten Grobogan. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan pertanian dengan komoditas utama, seperti padi, jagung, dan tebu.

Selain itu, Jalur Galeh–Ngrampal juga menjadi akses menuju Exit Tol Sragen Timur di wilayah Pungkruk. Dengan demikian, peningkatan dan preservasi jalan diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat.

Salah seorang warga Kabupaten Sragen, Joko Mulyono, mengaku, menyambut baik pembangunan jalan tersebut. Ia menyebut, perbaikan jalan ini telah lama dinantikan masyarakat.

“Kami sampaikan terima kasih atas dibangunnya Jalan Ruas Kuwu–Galeh sampai Ngrampal. Ini seperti mimpi. Dulu orang naik sepeda saja susah lewat sini, sekarang jalannya sudah mulus seperti jalan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jateng dalam pembangunan infrastruktur di daerahnya.

“Terima kasih atas prioritas yang diberikan oleh Bapak Gubernur untuk membangun Jalan Kuwu–Galeh sampai Ngrampal. Ini mimpi panjang bagi warga di wilayah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sragen juga terus mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan infrastruktur di wilayahnya.

“Tahun ini Kabupaten Sragen mengalokasikan lebih dari Rp80 miliar untuk pembangunan infrastruktur,” ucap Sigit.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu