Follow Us :              

Bansos PKH Cair, Wagub Ingatkan Jangan Ada Kerumunan

  22 July 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 510 
Kategori :
Bagikan :


Bansos PKH Cair, Wagub Ingatkan Jangan Ada Kerumunan

22 July 2021 | 14:00:00 | dibaca : 510
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG -Pemerintah pusat sudah mulai mencairkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) sejak pekan kedua bulan Juli ini. Biasanya, begitu informasi pencairan diterima, keluarga penerima manfaat bantuan ini akan antusias untuk mengambil di bank atau kantor pos. Bahkan terkadang hingga mengabaikan protokol kesehatan. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, penyaluran bansos PKH di Jawa Tengah sempat tertunda karena adanya PPKM Darurat. Rencananya, pekan ini baru akan dimulai pencairan bansos PKH tahap ketiga. 

Hal ini ia sampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi dengan Menko Maritim dan Investasi tentang Progress Penyaluran Bantuan Sosial selama Perpanjangan PPKM di Pulau Jawa dan Bali secara daring, Kamis (22/07/2021). 

 "Tunggu saja ya masyarakat, karena kita nggak pengen  ada kerumunan. Masyarakat juga saya imbau, apabila akan mengambil bantuan-bantuan, baik lewat perbankan maupun kantor pos, kalau bisa ikuti saja jadwalnya," pesannya. 

Imbauannya ini dikarenakan masih banyak keluarga penerima manfaat, yang meskipun sudah menerima jadwal pengambilan bantuan, masih berkali-kali datang demi memastikan akan mendapat giliran.Kejadian seperti ini menjadi rawan menimbulkan kerumunan. 

"Padahal sebetulnya sudah dikasih tahu dari perbankan tanggal sekian cairnya. (Misalnya) 1,2,3 dan seterusnya. Tinggal nunggu aja," ujarnya. 

Pada Menko Marinves, Taj Yasin menyampaikan, realisasi bansos dari APBN untuk sembako sebesar 1.123.542 dari target 2.950.000. Sementara untuk Bantuan Sosial Tunai (BST), baru terealisasi 14.454 dari target 1.024.124. Untuk PKH tahap kedua (April 2021), dari target 1,6 juta lebih penerima manfaat, sudah disalurkan ke 1.563.697. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memiliki program bansos melalui Kartu Jateng Sejahtera dengan anggaran sebesar Rp 38 miliar lebih. Pada tahap pertama, dari target 12.764 penerima manfaat (81,2%) sudah diterima 10.352 penerima manfaat. Sementara penyaluran tahap kedua sudah terealisasi 77,6%.


Bagikan :

SEMARANG -Pemerintah pusat sudah mulai mencairkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) sejak pekan kedua bulan Juli ini. Biasanya, begitu informasi pencairan diterima, keluarga penerima manfaat bantuan ini akan antusias untuk mengambil di bank atau kantor pos. Bahkan terkadang hingga mengabaikan protokol kesehatan. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, penyaluran bansos PKH di Jawa Tengah sempat tertunda karena adanya PPKM Darurat. Rencananya, pekan ini baru akan dimulai pencairan bansos PKH tahap ketiga. 

Hal ini ia sampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi dengan Menko Maritim dan Investasi tentang Progress Penyaluran Bantuan Sosial selama Perpanjangan PPKM di Pulau Jawa dan Bali secara daring, Kamis (22/07/2021). 

 "Tunggu saja ya masyarakat, karena kita nggak pengen  ada kerumunan. Masyarakat juga saya imbau, apabila akan mengambil bantuan-bantuan, baik lewat perbankan maupun kantor pos, kalau bisa ikuti saja jadwalnya," pesannya. 

Imbauannya ini dikarenakan masih banyak keluarga penerima manfaat, yang meskipun sudah menerima jadwal pengambilan bantuan, masih berkali-kali datang demi memastikan akan mendapat giliran.Kejadian seperti ini menjadi rawan menimbulkan kerumunan. 

"Padahal sebetulnya sudah dikasih tahu dari perbankan tanggal sekian cairnya. (Misalnya) 1,2,3 dan seterusnya. Tinggal nunggu aja," ujarnya. 

Pada Menko Marinves, Taj Yasin menyampaikan, realisasi bansos dari APBN untuk sembako sebesar 1.123.542 dari target 2.950.000. Sementara untuk Bantuan Sosial Tunai (BST), baru terealisasi 14.454 dari target 1.024.124. Untuk PKH tahap kedua (April 2021), dari target 1,6 juta lebih penerima manfaat, sudah disalurkan ke 1.563.697. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memiliki program bansos melalui Kartu Jateng Sejahtera dengan anggaran sebesar Rp 38 miliar lebih. Pada tahap pertama, dari target 12.764 penerima manfaat (81,2%) sudah diterima 10.352 penerima manfaat. Sementara penyaluran tahap kedua sudah terealisasi 77,6%.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu