Follow Us :              

Tour de Borobudur, Ganjar Berhasil Sampai Finish

  07 November 2021  |   07:00:00  |   dibaca : 168 
Kategori :
Bagikan :


Tour de Borobudur, Ganjar Berhasil Sampai Finish

07 November 2021 | 07:00:00 | dibaca : 168
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

MAGELANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo puas dengan pelaksanaan Tour de Borobudur, Minggu (7/11/ 2021). Menghadirkan rute cukup menantang Ganjar yang terlihat kelelahan usai menyelesaikan etape terakhir, mengatakan semua berjalan aman dan menyenangkan. 

Pada etape terakhir Ganjar dan Atikoh, istrinya, memisahkan diri dari rombongan besar. Jika rombongan besar para peserta berangkat dari Borobudur, Ganjar dan Atikoh berangkat dari Polsek Kaliangkrik, yang jaraknya hanya sekitar 10 km dari titik finish. 

Namun karena banyaknya tanjakan, meskipun jaraknya lebih dekat, kondisi ini tetap membuat Ganjar kelelahan. Butuh waktu lama baginya untuk sampai ke garis finish. Merasakan beratnya medan yang dilalui Ganjar mengaku salut pada para peserta. 

"Atlet-atlet yang ikut dan berhasil finish memang top semuanya. Paru-parunya empat mungkin, saya saja sudah kewalahan," imbuhnya dengan nafas memburu karena kelelahan. 

Tour de Borobudur kali ini memang luar biasa. Ganjar dan para peserta lain harus menaklukkan tanjakan dengan elevasi hingga 30 persen menuju Nepal Van Java. Sebuah destinasi wisata unggulan di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Butuh, Kaliangkrik Magelang. 

"Wah, kalau ini jalurnya bikin klenger betul," kata Ganjar sesaat setelah melintasi garis finish

Tentang beratnya tantangan rute kali ini bukan hanya dirasakan Ganjar tetapi sebagian besar peserta. Bahkan Ody salah satu peserta Tour de Borobudur yang berhasil finish pertama, mengakui hal ini. Dia menyebut rute Tour de Borobudur kali ini "mantap". 

Dengan rute tanjakan yang elevasinya mencapai 30 persen, tanjakan Nepal Van Java ini menurutnya terbilang luar biasa. Ody mengungkapkan untuk bisa mencapai garis finish dalam waktu 1 jam 35 menit sebelumnya dia telah melakukan banyak latihan. 

"Tapi saya sudah prepare persiapan untuk ini. Persiapannya sudah lumayan dan jalur ini merupakan jalur latihan kami. Jadi nggak begitu kaget," jelasnya. 

Ody mengapresiasi kegiatan Tour de Seperti Ganjar juga, Ody memuji event Tour de Borobudur kali ini. Menurutnya, event ini yang diselenggarakan dengan sangat profesional sehingga layak diikuti lagi tahun depan. 

"Pengamanannya mantap, jalurnya juga clear (sepi). Tahun depan kalau ada lagi, saya pasti ikut," ucapnya lugas. 

Walaupun melelahkan, namun Ganjar mengatakan hal itu sebanding dengan kesenangan dan kepuasan yang didapatkan. Selain bisa menikmati suasana pedesaan yang indah, dirinya dan  peserta lainnya, juga bisa melihat  pemandangan pegunungan yang mempesona. 

"Sensasinya dahsyat. Memang tinggal jalannya harus diperbaiki dan diperlebar lagi. Kalau sudah, ini akan jadi tempat yang betul-betul eksotis. Untuk trail run bagus, untuk sepedaan bagus juga. Top lah," pungkasnya.


Bagikan :

MAGELANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo puas dengan pelaksanaan Tour de Borobudur, Minggu (7/11/ 2021). Menghadirkan rute cukup menantang Ganjar yang terlihat kelelahan usai menyelesaikan etape terakhir, mengatakan semua berjalan aman dan menyenangkan. 

Pada etape terakhir Ganjar dan Atikoh, istrinya, memisahkan diri dari rombongan besar. Jika rombongan besar para peserta berangkat dari Borobudur, Ganjar dan Atikoh berangkat dari Polsek Kaliangkrik, yang jaraknya hanya sekitar 10 km dari titik finish. 

Namun karena banyaknya tanjakan, meskipun jaraknya lebih dekat, kondisi ini tetap membuat Ganjar kelelahan. Butuh waktu lama baginya untuk sampai ke garis finish. Merasakan beratnya medan yang dilalui Ganjar mengaku salut pada para peserta. 

"Atlet-atlet yang ikut dan berhasil finish memang top semuanya. Paru-parunya empat mungkin, saya saja sudah kewalahan," imbuhnya dengan nafas memburu karena kelelahan. 

Tour de Borobudur kali ini memang luar biasa. Ganjar dan para peserta lain harus menaklukkan tanjakan dengan elevasi hingga 30 persen menuju Nepal Van Java. Sebuah destinasi wisata unggulan di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Butuh, Kaliangkrik Magelang. 

"Wah, kalau ini jalurnya bikin klenger betul," kata Ganjar sesaat setelah melintasi garis finish

Tentang beratnya tantangan rute kali ini bukan hanya dirasakan Ganjar tetapi sebagian besar peserta. Bahkan Ody salah satu peserta Tour de Borobudur yang berhasil finish pertama, mengakui hal ini. Dia menyebut rute Tour de Borobudur kali ini "mantap". 

Dengan rute tanjakan yang elevasinya mencapai 30 persen, tanjakan Nepal Van Java ini menurutnya terbilang luar biasa. Ody mengungkapkan untuk bisa mencapai garis finish dalam waktu 1 jam 35 menit sebelumnya dia telah melakukan banyak latihan. 

"Tapi saya sudah prepare persiapan untuk ini. Persiapannya sudah lumayan dan jalur ini merupakan jalur latihan kami. Jadi nggak begitu kaget," jelasnya. 

Ody mengapresiasi kegiatan Tour de Seperti Ganjar juga, Ody memuji event Tour de Borobudur kali ini. Menurutnya, event ini yang diselenggarakan dengan sangat profesional sehingga layak diikuti lagi tahun depan. 

"Pengamanannya mantap, jalurnya juga clear (sepi). Tahun depan kalau ada lagi, saya pasti ikut," ucapnya lugas. 

Walaupun melelahkan, namun Ganjar mengatakan hal itu sebanding dengan kesenangan dan kepuasan yang didapatkan. Selain bisa menikmati suasana pedesaan yang indah, dirinya dan  peserta lainnya, juga bisa melihat  pemandangan pegunungan yang mempesona. 

"Sensasinya dahsyat. Memang tinggal jalannya harus diperbaiki dan diperlebar lagi. Kalau sudah, ini akan jadi tempat yang betul-betul eksotis. Untuk trail run bagus, untuk sepedaan bagus juga. Top lah," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu