Follow Us :              

Tanam Padi Gambar Soekarno Cara Warga Desa Bergas Rayakan Bulan Bung Karno

  28 June 2022  |   16:00:00  |   dibaca : 159 
Kategori :
Bagikan :


Tanam Padi Gambar Soekarno Cara Warga Desa Bergas Rayakan Bulan Bung Karno

28 June 2022 | 16:00:00 | dibaca : 159
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KAB. SEMARANG - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), mengapresiasi masyarakat Kampung Wisata Gemar Dewi Sri yang menggambarkan sosok Bung Karno pada sebidang sawah di kampung mereka. Selain dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, karyanya tersebut juga ditujukan sebagai daya tarik wisata. 

“Di bulan Bung Karno ini kita persembahkan sebuah karya dari masyarakat, dari aktivis, dari petani, yang bisa membuat lansekap dari Padi. Tanaman pangan yang kita butuhkan sehari-hari menjadi satu bentuk artistik dengan wajah Bung Karno,” ujar Gubernur usai membuka acara yang diselenggarakan di Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (28/6). 

Acara digelar menarik karena dibuat sebagai ritual wiwitan, sebuah prosesi adat Jawa menjelang panen padi. Agar lebih meriah, ditampilkan sejumlah pementasan seni, diantaranya, musik, geguritan, monolog dan Tari Gedruk. 

Ganjar Pranowo terlihat senang sekaligus bangga melihat jalannya acara. Pagelaran ini melengkapi  rangkaian kegiatan peringatan Bulan Pancasila sekaligus Bulan Bung Karno yang digelar sejak awal bulan. 

Penggagas sekaligus pembuat konsep acara ini, Sidik Gunawan menjelaskan, pembuatan gambar Bung Karno tersebut, sudah dimulai sejak sebulan lalu, tepatnya 22 Mei. Saat itu ia dibantu oleh berbagai kelompok dan warga kampung, juga mahasiswa. 

“Sebenarnya (gambar) belum begitu sempurna. Dua minggu lagi, baru mulai rapat dan terlihat jelas,” ujar Sidiq. 

Sebuah peristiwa unik terjadi saat pembukaan acara. Pada saat semua yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ganjar melihat di kejauhan seorang petani begitu hikmat dan berdiri tegap dalam sikap sempurna, ikut menyanyikan lagu kebangsaan tersebut. Merasa itu kejadian langka, Ganjar memanggil petani tersebut. 

"Tadi saya lihat berdiri tegap sempurna saat menyanyi Indonesia Raya, kenapa?" tanya Ganjar pada petani bernama Jumani tersebut. 

"Karena saya suka lagu Indonesia Raya. Dan lagu ini, lagu kebangsaan. Apalagi saya lihat ada yang mengibarkan bendera merah putih," jawab Jumani mantap. 

Ganjar yang terkesan dengan sikap dan jawaban itu. Sebagai apresiasi, ia menawarkan hadiah kepada Jumani. Namun betapa takjud Ganjar, saat Jumani minta hadiah dibuatkan embung. "Petani hebat seperti ini. Dikasih hadiah, mintanya embung untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi. Ini hebat," aku Ganjar penuh kagum.


Bagikan :

KAB. SEMARANG - Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), mengapresiasi masyarakat Kampung Wisata Gemar Dewi Sri yang menggambarkan sosok Bung Karno pada sebidang sawah di kampung mereka. Selain dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, karyanya tersebut juga ditujukan sebagai daya tarik wisata. 

“Di bulan Bung Karno ini kita persembahkan sebuah karya dari masyarakat, dari aktivis, dari petani, yang bisa membuat lansekap dari Padi. Tanaman pangan yang kita butuhkan sehari-hari menjadi satu bentuk artistik dengan wajah Bung Karno,” ujar Gubernur usai membuka acara yang diselenggarakan di Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (28/6). 

Acara digelar menarik karena dibuat sebagai ritual wiwitan, sebuah prosesi adat Jawa menjelang panen padi. Agar lebih meriah, ditampilkan sejumlah pementasan seni, diantaranya, musik, geguritan, monolog dan Tari Gedruk. 

Ganjar Pranowo terlihat senang sekaligus bangga melihat jalannya acara. Pagelaran ini melengkapi  rangkaian kegiatan peringatan Bulan Pancasila sekaligus Bulan Bung Karno yang digelar sejak awal bulan. 

Penggagas sekaligus pembuat konsep acara ini, Sidik Gunawan menjelaskan, pembuatan gambar Bung Karno tersebut, sudah dimulai sejak sebulan lalu, tepatnya 22 Mei. Saat itu ia dibantu oleh berbagai kelompok dan warga kampung, juga mahasiswa. 

“Sebenarnya (gambar) belum begitu sempurna. Dua minggu lagi, baru mulai rapat dan terlihat jelas,” ujar Sidiq. 

Sebuah peristiwa unik terjadi saat pembukaan acara. Pada saat semua yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ganjar melihat di kejauhan seorang petani begitu hikmat dan berdiri tegap dalam sikap sempurna, ikut menyanyikan lagu kebangsaan tersebut. Merasa itu kejadian langka, Ganjar memanggil petani tersebut. 

"Tadi saya lihat berdiri tegap sempurna saat menyanyi Indonesia Raya, kenapa?" tanya Ganjar pada petani bernama Jumani tersebut. 

"Karena saya suka lagu Indonesia Raya. Dan lagu ini, lagu kebangsaan. Apalagi saya lihat ada yang mengibarkan bendera merah putih," jawab Jumani mantap. 

Ganjar yang terkesan dengan sikap dan jawaban itu. Sebagai apresiasi, ia menawarkan hadiah kepada Jumani. Namun betapa takjud Ganjar, saat Jumani minta hadiah dibuatkan embung. "Petani hebat seperti ini. Dikasih hadiah, mintanya embung untuk kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi. Ini hebat," aku Ganjar penuh kagum.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu