Follow Us :              

DCF 2022 Masuk Rekor MURI, Terbanyak Pemotongan Rambut Anak Bajang

  03 September 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 188 
Kategori :
Bagikan :


DCF 2022 Masuk Rekor MURI, Terbanyak Pemotongan Rambut Anak Bajang

03 September 2022 | 09:00:00 | dibaca : 188
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANJARNEGARA - Salah seorang dari 15 anak bajang yang mengikuti tradisi potong rambut gimbal pada acara Dieng Culture Festival (DCF) 2022 meminta secara khusus rambut gimbalnya dipotong oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo. Seperti adat yang berlaku, setiap permintaan harus dipenuhi agar rambut gimbal tidak akan tumbuh kembali dan si anak tidak mengalami demam tinggi. 

Ritual potong rambut anak bajang di laksanakan pada kompleks Candi Arjuna, Sabtu (3/9/2022). Usai rambutnya dipotong oleh Gubernur, gadis kecil bernama Adila Syifa Azzahra (6) tersebut juga diperbolehkan duduk berdekatan dengan Gubernur, seperti permintaanya. "Kalau itu permintaan, kita kasih. Barangkali bisa membuat anaknya senang," ujar Gubernur menanggapi permintaan tersebut. 

Bukan hanya Adila yang memiliki permintaan unik. Hampir semua anak bajang yang mengikuti ritual pemotongan rambut saat itu, memiliki permintaan yang unik-unik. Permintaan itu gambaran dari imajinasi anak-anak yang perlu dimengerti orang tua. 

"Iya, permintaannya selalu unik, ada hanya sekadar minta es krim, ada yang juga minta anak bebek. Itulah imajinasi anak-anak yang kadang-kadang orangtua musti tahu apa yang ada, tidak selalu kemewahan," katanya. 

Sebelum mengawali pemotongan rambut gimbal, Gubernur juga memimpin kirab budaya yang diikuti oleh warga sekitar. Kirab itu dilakukan dari Kantor Kepala Desa Dieng Kulon hingga depan gerbang Candi Arjuna. 

"Event yang sangat menarik dari setiap Dieng Culture Festival ada orang yang berkesenian, ada pentas tradisional, ada yang modern, termasuk musik modern, ada potong rambut gimbal dan ini menarik karena itu wisatawannya banyak," katanya. 

Ia berharap tradisi-tradisi yang ada di dataran tinggi Dieng itu bisa terus dijaga dan dikembangkan. Selain melestarikan budaya, tradisi itu juga mengundang banyak wisatawan untuk datang ke Dieng. 

"Sisi lain tradisi-tradisi ini kita kembangkan menjadi satu event yang menarik untuk wisatawan bisa datang. Alhamdulillah ini masuk tahun ketiga. Setelah pandemi kita bisa menyelenggarakan secara luring dan antusias masyarakat yang luar biasa. Mudah-mudahan tradisinya terus berjalan," tandas Gubernur. 

Pada prosesi pemotongan rambut itu, Siti Atikoh. menjadi orang pertama yang diberikan kesempatan untuk menjamas dan mendoakan 15 anak bajang. Jumlah peserta  yang ikut ritual pemotongan rambut tahun ini merupakan yang terbanyak selama tradisi ini digelar.  Sehingga Museum Rekor Indonesia memberikan penghargaan pemotongan rambut anak bajang di CDF 2022.


Bagikan :

BANJARNEGARA - Salah seorang dari 15 anak bajang yang mengikuti tradisi potong rambut gimbal pada acara Dieng Culture Festival (DCF) 2022 meminta secara khusus rambut gimbalnya dipotong oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo. Seperti adat yang berlaku, setiap permintaan harus dipenuhi agar rambut gimbal tidak akan tumbuh kembali dan si anak tidak mengalami demam tinggi. 

Ritual potong rambut anak bajang di laksanakan pada kompleks Candi Arjuna, Sabtu (3/9/2022). Usai rambutnya dipotong oleh Gubernur, gadis kecil bernama Adila Syifa Azzahra (6) tersebut juga diperbolehkan duduk berdekatan dengan Gubernur, seperti permintaanya. "Kalau itu permintaan, kita kasih. Barangkali bisa membuat anaknya senang," ujar Gubernur menanggapi permintaan tersebut. 

Bukan hanya Adila yang memiliki permintaan unik. Hampir semua anak bajang yang mengikuti ritual pemotongan rambut saat itu, memiliki permintaan yang unik-unik. Permintaan itu gambaran dari imajinasi anak-anak yang perlu dimengerti orang tua. 

"Iya, permintaannya selalu unik, ada hanya sekadar minta es krim, ada yang juga minta anak bebek. Itulah imajinasi anak-anak yang kadang-kadang orangtua musti tahu apa yang ada, tidak selalu kemewahan," katanya. 

Sebelum mengawali pemotongan rambut gimbal, Gubernur juga memimpin kirab budaya yang diikuti oleh warga sekitar. Kirab itu dilakukan dari Kantor Kepala Desa Dieng Kulon hingga depan gerbang Candi Arjuna. 

"Event yang sangat menarik dari setiap Dieng Culture Festival ada orang yang berkesenian, ada pentas tradisional, ada yang modern, termasuk musik modern, ada potong rambut gimbal dan ini menarik karena itu wisatawannya banyak," katanya. 

Ia berharap tradisi-tradisi yang ada di dataran tinggi Dieng itu bisa terus dijaga dan dikembangkan. Selain melestarikan budaya, tradisi itu juga mengundang banyak wisatawan untuk datang ke Dieng. 

"Sisi lain tradisi-tradisi ini kita kembangkan menjadi satu event yang menarik untuk wisatawan bisa datang. Alhamdulillah ini masuk tahun ketiga. Setelah pandemi kita bisa menyelenggarakan secara luring dan antusias masyarakat yang luar biasa. Mudah-mudahan tradisinya terus berjalan," tandas Gubernur. 

Pada prosesi pemotongan rambut itu, Siti Atikoh. menjadi orang pertama yang diberikan kesempatan untuk menjamas dan mendoakan 15 anak bajang. Jumlah peserta  yang ikut ritual pemotongan rambut tahun ini merupakan yang terbanyak selama tradisi ini digelar.  Sehingga Museum Rekor Indonesia memberikan penghargaan pemotongan rambut anak bajang di CDF 2022.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu