Follow Us :              

Peringatan Hari Wayang, Gubernur Serukan Pentingnya Inovasi dan Regenerasi Seni Pedalangan

  04 November 2022  |   20:00:00  |   dibaca : 91 
Kategori :
Bagikan :


Peringatan Hari Wayang, Gubernur Serukan Pentingnya Inovasi dan Regenerasi Seni Pedalangan

04 November 2022 | 20:00:00 | dibaca : 91
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka Peringatan Hari Wayang Dunia ke VIII di Pendopo Ageng ISI Surakarta, Jumat (4/11) malam. Acara tersebut dihadiri Staf Khusus Menko Bidang PMK Bidang Reformasi Birokrasi, Ravik Karsidi, Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna, hingga Seniman asal Jawa Timur, Kirun. 

Pada sambutannya Gubernur mengungkapkan pengalamannya saat mengunjungi Sanggar Budaya SKWL Nusantara di Desa Grinting, Boyolali. Saat itu ia menyaksikan siswa TK hingga SD dengan antusias belajar kesenian mulai Pedalang, Sinden, hingga Pengrawit. 

“Yang bikin saya bangga, mereka datang diantar orangtua dengan penuh kesadaran mereka ingin belajar menari nembang dalang ngrawit. Artinya saya orang yang tidak pernah ragu wayang akan hilang. Tidak pernah,” tegas Gubernur disambut gemuruh tepuk tangan pengunjung acara yang digelar 

Gubernur mendorong agar jika anak-anak berbakat tersebut diberikan ruang dan kesempatan untuk menampilkan kemampuannya. Ia meyakinkan, jika langkah ini dilakukan maka akan muncul bibit-bibit baru yang potensial. 

“Tentu saja tantangannya tidak mudah untuk bisa membuat anak-anak tertarik kerena persaingan globalnya juga luar biasa. Maka para dalang, para seniman, perlu membuat inovasi,” ujarnya. 

Agar minat anak-anak semakin meningkat wayang nantinya perlu tampil lebih beragam bentuknya. Selain itu instrumennya juga bisa lebih baik dan ceritanya juga bisa lebih dikembangkan lagi. Termasuk menggabungkan wayang dengan teknologi. 

“Sehingga wayang tidak hanya diuri-uri, (dipertahankan) dengan dimainkan saja, ditonton, tetapi harus dikembangkan sehingga akan muncul sesuatu yang baru sehingga orang akan menarik,” ujarnya. 

Pada Peringatan Hari Dalang tahun ini, hadir pula dalang cilik itu bernama Sindu. Tanpa pendidikan formal mendalang, kepiawaian Sindu memainkan wayang membuat Gubernur sangat terkesan. “Kamu ternyata hebat,  diajari siapa? Di rumah punya wayang?,” tanya Gubernur. “Belajar sendiri Pak, di rumah punya wayang,” jawab Sindu dengan polosnya. 

Atas keberniannya unjuk bakat, Gubernur menghadiahi Sindu sebuah smartphone. “Penuh kesadaran, ini talenta. Tugas kita memang memfasilitasi (pelatihan) karena mungkin masih minim” ujar Gubernur. 

Peringatan HWD ke VIII ini mengambil tema Mawayang Hayu; Wayang Moderasi dan Keberagaman. Sesuai temanya, Gubernur berharap media bertutur ini mampu menyebarkan semangat keberagaman, gotongroyong, persatuan, hingga cerita yang ditampilkan bersifat membangun. 

HWD ke VIII ini merupakan event tahunan yang digagas ISI Surakarta. Dua tahun sebelumnya perayaan digelar secara daring akibat Covid-19. HWD ke VIII ini akan berlangsung hingga 6 November dengan berbagai kegiatan. Salah satunya seminar internasional wayang Panji.


Bagikan :

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka Peringatan Hari Wayang Dunia ke VIII di Pendopo Ageng ISI Surakarta, Jumat (4/11) malam. Acara tersebut dihadiri Staf Khusus Menko Bidang PMK Bidang Reformasi Birokrasi, Ravik Karsidi, Rektor ISI Surakarta I Nyoman Sukerna, hingga Seniman asal Jawa Timur, Kirun. 

Pada sambutannya Gubernur mengungkapkan pengalamannya saat mengunjungi Sanggar Budaya SKWL Nusantara di Desa Grinting, Boyolali. Saat itu ia menyaksikan siswa TK hingga SD dengan antusias belajar kesenian mulai Pedalang, Sinden, hingga Pengrawit. 

“Yang bikin saya bangga, mereka datang diantar orangtua dengan penuh kesadaran mereka ingin belajar menari nembang dalang ngrawit. Artinya saya orang yang tidak pernah ragu wayang akan hilang. Tidak pernah,” tegas Gubernur disambut gemuruh tepuk tangan pengunjung acara yang digelar 

Gubernur mendorong agar jika anak-anak berbakat tersebut diberikan ruang dan kesempatan untuk menampilkan kemampuannya. Ia meyakinkan, jika langkah ini dilakukan maka akan muncul bibit-bibit baru yang potensial. 

“Tentu saja tantangannya tidak mudah untuk bisa membuat anak-anak tertarik kerena persaingan globalnya juga luar biasa. Maka para dalang, para seniman, perlu membuat inovasi,” ujarnya. 

Agar minat anak-anak semakin meningkat wayang nantinya perlu tampil lebih beragam bentuknya. Selain itu instrumennya juga bisa lebih baik dan ceritanya juga bisa lebih dikembangkan lagi. Termasuk menggabungkan wayang dengan teknologi. 

“Sehingga wayang tidak hanya diuri-uri, (dipertahankan) dengan dimainkan saja, ditonton, tetapi harus dikembangkan sehingga akan muncul sesuatu yang baru sehingga orang akan menarik,” ujarnya. 

Pada Peringatan Hari Dalang tahun ini, hadir pula dalang cilik itu bernama Sindu. Tanpa pendidikan formal mendalang, kepiawaian Sindu memainkan wayang membuat Gubernur sangat terkesan. “Kamu ternyata hebat,  diajari siapa? Di rumah punya wayang?,” tanya Gubernur. “Belajar sendiri Pak, di rumah punya wayang,” jawab Sindu dengan polosnya. 

Atas keberniannya unjuk bakat, Gubernur menghadiahi Sindu sebuah smartphone. “Penuh kesadaran, ini talenta. Tugas kita memang memfasilitasi (pelatihan) karena mungkin masih minim” ujar Gubernur. 

Peringatan HWD ke VIII ini mengambil tema Mawayang Hayu; Wayang Moderasi dan Keberagaman. Sesuai temanya, Gubernur berharap media bertutur ini mampu menyebarkan semangat keberagaman, gotongroyong, persatuan, hingga cerita yang ditampilkan bersifat membangun. 

HWD ke VIII ini merupakan event tahunan yang digagas ISI Surakarta. Dua tahun sebelumnya perayaan digelar secara daring akibat Covid-19. HWD ke VIII ini akan berlangsung hingga 6 November dengan berbagai kegiatan. Salah satunya seminar internasional wayang Panji.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu