Follow Us :              

Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Brebes, Wagub Upayakan Percepatan Pembangunan Huntara

  27 March 2026  |   14:00:00  |   dibaca : 136 
Kategori :
Bagikan :


Tinjau Lokasi Tanah Bergerak di Brebes, Wagub Upayakan Percepatan Pembangunan Huntara

27 March 2026 | 14:00:00 | dibaca : 136
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

BREBES – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes pada Jumat, 27 Maret 2026. 

Hingga kini, proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak masih terus diupayakan. 

Wagub menyampaikan, saat ini pembangunan huntara masih dalam proses pengadaan. Sebab, lahan yang akan digunakan merupakan lahan milik Perhutani. Tak ayal, perlu kehati-hatian dalam pemanfaatannya. 
 
“Kami akan sangat berhati-hati, sehingga lokasinya nanti akan disurvei, dan dilihat supaya tidak membahayakan lingkungan," katanya.

Salah seorang warga, Asro, berharap agar huntara segera dibangun, karena mereka sudah lama tinggal di pengungsian.  

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Ponpes Bahrul Quran yang bersedia menyediakan fasilitas sementara untuk tempat beristirahat. Harapannya, pembangunan huntara bisa dipercepat," katanya.

Warga lainnya, Masripah, juga berharap bisa segera pindah ke huntara. Terlebih, tempat tinggal asalnya sudah tidak bisa lagi ditempati. Meskipun saat ini berada di lokasi yang aman, Masripah berharap bisa segera pindah agar lebih nyaman. 

Masripah juga sangat sedih karena Lebaran tahun ini, ia urung bersua dengan dua anaknya yang berada di perantauan. Mereka yang tinggal di luar kota, tahun ini tidak bisa pulang, karena tidak memiliki tempat tinggal di kampung halaman. 

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan perhatian penuh kepada warga terdampak bencana tanah gerak di wilayahnya. 

"Harapan kami, pertama (pembangunan) huntara dipercepat, " ucapnya.

Ia mengatakan, dibutuhkan sebanyak 143 unit huntara untuk mengakomodir sebanyak 176 KK. Adapun, jumlah warga terdampak sebanyak 533 jiwa.

Sudiryo mengatakan, saat ini sudah ada lahan yang rencananya akan dipergunakan sebagai huntara, yakni lahan milik Perhutani di petak 34 G, tepatnya di Dusun Susunda.

"Warga menghendaki rumah untuk huntara memanfaatkan material bekas rumah yang ada," imbuhnya.


Bagikan :

BREBES – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes pada Jumat, 27 Maret 2026. 

Hingga kini, proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak masih terus diupayakan. 

Wagub menyampaikan, saat ini pembangunan huntara masih dalam proses pengadaan. Sebab, lahan yang akan digunakan merupakan lahan milik Perhutani. Tak ayal, perlu kehati-hatian dalam pemanfaatannya. 
 
“Kami akan sangat berhati-hati, sehingga lokasinya nanti akan disurvei, dan dilihat supaya tidak membahayakan lingkungan," katanya.

Salah seorang warga, Asro, berharap agar huntara segera dibangun, karena mereka sudah lama tinggal di pengungsian.  

"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama Ponpes Bahrul Quran yang bersedia menyediakan fasilitas sementara untuk tempat beristirahat. Harapannya, pembangunan huntara bisa dipercepat," katanya.

Warga lainnya, Masripah, juga berharap bisa segera pindah ke huntara. Terlebih, tempat tinggal asalnya sudah tidak bisa lagi ditempati. Meskipun saat ini berada di lokasi yang aman, Masripah berharap bisa segera pindah agar lebih nyaman. 

Masripah juga sangat sedih karena Lebaran tahun ini, ia urung bersua dengan dua anaknya yang berada di perantauan. Mereka yang tinggal di luar kota, tahun ini tidak bisa pulang, karena tidak memiliki tempat tinggal di kampung halaman. 

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan perhatian penuh kepada warga terdampak bencana tanah gerak di wilayahnya. 

"Harapan kami, pertama (pembangunan) huntara dipercepat, " ucapnya.

Ia mengatakan, dibutuhkan sebanyak 143 unit huntara untuk mengakomodir sebanyak 176 KK. Adapun, jumlah warga terdampak sebanyak 533 jiwa.

Sudiryo mengatakan, saat ini sudah ada lahan yang rencananya akan dipergunakan sebagai huntara, yakni lahan milik Perhutani di petak 34 G, tepatnya di Dusun Susunda.

"Warga menghendaki rumah untuk huntara memanfaatkan material bekas rumah yang ada," imbuhnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu