Follow Us :              

Program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 Pemprov Jateng Jangkau 21.975 Orang

  28 March 2026  |   09:30:00  |   dibaca : 305 
Kategori :
Bagikan :


Program Mudik dan Balik Rantau Gratis 2026 Pemprov Jateng Jangkau 21.975 Orang

28 March 2026 | 09:30:00 | dibaca : 305
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melepas peserta Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jateng berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi warganya yang akan kembali ke perantauan, usai merayakan Lebaran di kampung halaman.  

Selain di Asrama Haji Donohudan, pelepasan peserta Balik Rantau Gratis juga dilaksanakan di Terminal Mangkang, Kota Semarang dan Terminal Bulupitu, Kabupaten Banyumas.  

Gubernur menyatakan, program Mudik dan Balik Rantau Gratis menjadi bukti kehadiran negara untuk meringankan beban para perantau, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.

“Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan,” ucapnya. 

Ia mengatakan, program tersebut bukan sekadar layanan transportasi, melainkan upaya untuk menjaga tradisi mudik sekaligus membantu para perantau, agar tetap bisa pulang tanpa terbebani ongkos perjalanan. Dengan biaya perjalanan yang ditanggung pemerintah, mereka bisa menggunakan tabungannya untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Gubernur menyebut, para penerima manfaat program ini umumnya adalah pekerja informal, mulai dari tukang bakso, pekerja pabrik, tukang ojek, pekerja bangunan, hingga pedagang kecil. Bagi mereka, ongkos perjalanan pulang-pergi menjadi pengeluaran besar yang bisa sangat membebani ekonomi keluarga.

“Dengan negara hadir memberikan sumbangan, meskipun itu kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Mudik dan Balik Rantau Gratis juga memberikan dampak terhadap pengaturan lalu lintas yang lebih terpantau.

“Dengan adanya mudik bersama yang terkoordinasi dari sisi lalu lintas, maka pergerakan pemudik menjadi lebih terkonsentrasi dan terawasi, sehingga bisa meminimalkan adanya black spot (titik rawan kecelakaan), maupun titik rawan terkait lalu lintas,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga berpesan kepada warga Jateng yang akan kembali ke perantauan agar mereka tetap menjaga semangat bekerja dan membawa nama baik daerah asal. 

“Jawa Tengah itu pekerja keras, sopan, dan toleran,” ujarnya.

Pada Program Balik Rantau Gratis 2026, Pemprov Jateng menyiapkan total 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang, serta 4 gerbong kereta api berkapasitas 320 penumpang.

Balik Rantau Gratis dengan kereta api telah lebih dulu diberangkatkan menggunakan KA Tawang Jaya Premium pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang, Kota Semarang menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Sementara Balik Rantau Gratis menggunakan bus diberangkatkan pada 28 Maret 2026. Sebanyak 41 bus diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, 21 bus dari Terminal Bulupitu Banyumas, 11 bus dari Terminal Mangkang Semarang, serta 11 bus diberangkatkan mandiri dari Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora. Adapun daerah tujuannya, yakni sebanyak 76 bus menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta dan 8 bus menuju Bandung.  

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Djatmiko, mengatakan, program Balik Rantau Gratis diselenggarakan sebagai bukti kehadiran pemerintah bagi warga Jateng yang merantau, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

“Balik Rantau Gratis ini adalah sebagai wujud kehadiran pemerintah, khususnya bagi warga Jawa Tengah yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung, agar mendapatkan sarana transportasi secara pasti, mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Bahkan, pendaftaran yang dibuka pada 13 hingga 14 Maret 2026 langsung penuh dalam waktu singkat.

“Pendaftaran Balik Rantau ini dilakukan pada 13–14 Maret 2026. Pendaftaran hanya 10 menit, langsung penuh,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyelenggarakan program Mudik Gratis 2026. Secara keseluruhan, rangkaian program Mudik-Balik Rantau Gratis dari Pemprov Jateng tahun 2026 menjangkau sebanyak 21.975 orang, terdiri dari 1.288 penumpang kereta api dalam Mudik Gratis, 16.186 penumpang bus dalam Mudik Gratis, 320 penumpang kereta api Balik Rantau Gratis, dan 4.181 penumpang bus Balik Rantau Gratis.

Guna menjamin keselamatan selama perjalanan, seluruh armada telah melalui pemeriksaan kelayakan atau ramp check dan para kru pun sudah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat.


Bagikan :

BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., melepas peserta Program Balik Rantau Gratis 2026 di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jateng berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi warganya yang akan kembali ke perantauan, usai merayakan Lebaran di kampung halaman.  

Selain di Asrama Haji Donohudan, pelepasan peserta Balik Rantau Gratis juga dilaksanakan di Terminal Mangkang, Kota Semarang dan Terminal Bulupitu, Kabupaten Banyumas.  

Gubernur menyatakan, program Mudik dan Balik Rantau Gratis menjadi bukti kehadiran negara untuk meringankan beban para perantau, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.

“Negara perlu hadir untuk memberikan fasilitas, tidak hanya pada saat mudik, tetapi saat balik pun kita lakukan,” ucapnya. 

Ia mengatakan, program tersebut bukan sekadar layanan transportasi, melainkan upaya untuk menjaga tradisi mudik sekaligus membantu para perantau, agar tetap bisa pulang tanpa terbebani ongkos perjalanan. Dengan biaya perjalanan yang ditanggung pemerintah, mereka bisa menggunakan tabungannya untuk kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Gubernur menyebut, para penerima manfaat program ini umumnya adalah pekerja informal, mulai dari tukang bakso, pekerja pabrik, tukang ojek, pekerja bangunan, hingga pedagang kecil. Bagi mereka, ongkos perjalanan pulang-pergi menjadi pengeluaran besar yang bisa sangat membebani ekonomi keluarga.

“Dengan negara hadir memberikan sumbangan, meskipun itu kecil, tetapi sangat berharga bagi mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Mudik dan Balik Rantau Gratis juga memberikan dampak terhadap pengaturan lalu lintas yang lebih terpantau.

“Dengan adanya mudik bersama yang terkoordinasi dari sisi lalu lintas, maka pergerakan pemudik menjadi lebih terkonsentrasi dan terawasi, sehingga bisa meminimalkan adanya black spot (titik rawan kecelakaan), maupun titik rawan terkait lalu lintas,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga berpesan kepada warga Jateng yang akan kembali ke perantauan agar mereka tetap menjaga semangat bekerja dan membawa nama baik daerah asal. 

“Jawa Tengah itu pekerja keras, sopan, dan toleran,” ujarnya.

Pada Program Balik Rantau Gratis 2026, Pemprov Jateng menyiapkan total 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang, serta 4 gerbong kereta api berkapasitas 320 penumpang.

Balik Rantau Gratis dengan kereta api telah lebih dulu diberangkatkan menggunakan KA Tawang Jaya Premium pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang, Kota Semarang menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Sementara Balik Rantau Gratis menggunakan bus diberangkatkan pada 28 Maret 2026. Sebanyak 41 bus diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, 21 bus dari Terminal Bulupitu Banyumas, 11 bus dari Terminal Mangkang Semarang, serta 11 bus diberangkatkan mandiri dari Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora. Adapun daerah tujuannya, yakni sebanyak 76 bus menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta dan 8 bus menuju Bandung.  

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Djatmiko, mengatakan, program Balik Rantau Gratis diselenggarakan sebagai bukti kehadiran pemerintah bagi warga Jateng yang merantau, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

“Balik Rantau Gratis ini adalah sebagai wujud kehadiran pemerintah, khususnya bagi warga Jawa Tengah yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung, agar mendapatkan sarana transportasi secara pasti, mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Bahkan, pendaftaran yang dibuka pada 13 hingga 14 Maret 2026 langsung penuh dalam waktu singkat.

“Pendaftaran Balik Rantau ini dilakukan pada 13–14 Maret 2026. Pendaftaran hanya 10 menit, langsung penuh,” katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyelenggarakan program Mudik Gratis 2026. Secara keseluruhan, rangkaian program Mudik-Balik Rantau Gratis dari Pemprov Jateng tahun 2026 menjangkau sebanyak 21.975 orang, terdiri dari 1.288 penumpang kereta api dalam Mudik Gratis, 16.186 penumpang bus dalam Mudik Gratis, 320 penumpang kereta api Balik Rantau Gratis, dan 4.181 penumpang bus Balik Rantau Gratis.

Guna menjamin keselamatan selama perjalanan, seluruh armada telah melalui pemeriksaan kelayakan atau ramp check dan para kru pun sudah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu