Follow Us :              

Wujudkan Layanan Kesehatan Optimal, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BPJS

  10 April 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 214 
Kategori :
Bagikan :


Wujudkan Layanan Kesehatan Optimal, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BPJS

10 April 2026 | 10:00:00 | dibaca : 214
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk memastikan layanan dasar kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara BPJS Kesehatan dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang  pada Jumat, 10 April 2026. Dalam audiensi tersebut dibahas terkait perkembangan, capaian, dan arah kebijakan strategis pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jateng.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, memberikan apresiasi atas dukungan dari Pemprov Jateng dalam penyediaan alokasi pembiayaan bagi kelompok tertentu.  

“Kami apresiasi juga di sini untuk iurannya lancar,” ucapnya. 

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program melalui semangat gotong royong.  

Berdasarkan data per 1 April 2026, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Jateng telah mencapai 98,81% dari total penduduk. Angka itu telah melampaui target nasional sebesar 98,6%. Namun, tingkat keaktifan peserta tercatat masih sebesar 73,16%, sehingga masih perlu terus didorong agar mencapai target nasional sebesar 80%.  

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng menegaskan bahwa layanan dasar kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Oleh karena itu, prioritas anggaran daerah diarahkan pada program strategis yang berdampak bagi masyarakat.

“Terutama program-program strategis, prioritasnya kepada layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong agar pelayanan promotif/upaya peningkatan kesehatan dan tindakan preventif/upaya pencegahan terus digalakkan. Salah satunya melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang telah digulirkan di wilayahnya. 

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Irma, mengatakan, kolaborasi program Speling dengan BPJS Kesehatan juga terus diperkuat untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Ia menegaskan, Pemprov Jateng akan terus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, dan fasilitas layanan kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal, inklusif, dan berkualitas.


Bagikan :

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, untuk memastikan layanan dasar kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal.

Hal itu mengemuka dalam audiensi antara BPJS Kesehatan dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Kota Semarang  pada Jumat, 10 April 2026. Dalam audiensi tersebut dibahas terkait perkembangan, capaian, dan arah kebijakan strategis pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jateng.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, memberikan apresiasi atas dukungan dari Pemprov Jateng dalam penyediaan alokasi pembiayaan bagi kelompok tertentu.  

“Kami apresiasi juga di sini untuk iurannya lancar,” ucapnya. 

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program melalui semangat gotong royong.  

Berdasarkan data per 1 April 2026, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Jateng telah mencapai 98,81% dari total penduduk. Angka itu telah melampaui target nasional sebesar 98,6%. Namun, tingkat keaktifan peserta tercatat masih sebesar 73,16%, sehingga masih perlu terus didorong agar mencapai target nasional sebesar 80%.  

Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng menegaskan bahwa layanan dasar kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Oleh karena itu, prioritas anggaran daerah diarahkan pada program strategis yang berdampak bagi masyarakat.

“Terutama program-program strategis, prioritasnya kepada layanan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong agar pelayanan promotif/upaya peningkatan kesehatan dan tindakan preventif/upaya pencegahan terus digalakkan. Salah satunya melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang telah digulirkan di wilayahnya. 

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Irma, mengatakan, kolaborasi program Speling dengan BPJS Kesehatan juga terus diperkuat untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Ia menegaskan, Pemprov Jateng akan terus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, dan fasilitas layanan kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin optimal, inklusif, dan berkualitas.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu