Follow Us :              

Pemprov Jateng Perkuat Peran Keluarga, Fokus pada Program Bangga Kencana

  14 April 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 170 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Perkuat Peran Keluarga, Fokus pada Program Bangga Kencana

14 April 2026 | 08:30:00 | dibaca : 170
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk melakukan penguatan pembangunan keluarga di wilayahnya melalui berbagai program. Salah satunya dengan mengimplementasikan program prioritas nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Sebagai informasi, Bangga Kencana merupakan program nasional, meliputi Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), dan Super Apps. 

Program Genting diimplementasikan melalui Penguatan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta advokasi dan ngopi penak (webinar seputar keluarga). 

Selanjutnya, program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) diimplementasikan melalui upaya mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), Forum Anak, Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 560/0002599 Tahun 2024 tentang Penyediaan Tempat Penitipan Anak Pekerja/Buruh, mendukung sekolah ramah anak, serta advokasi pengasuhan positif pada pengasuh daycare. 

Kemudian, program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) didukung melalui Gerakan Pria Peduli Perempuan dan Anak (Garpu Perak), SE Gubernur tentang Gerakan Satu JamKu (Satu Jam Berkualitas), Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG), serta kampanye He For She, yakni gerakan yang mengajak laki-laki menjadi agen perubahan dalam mencapai kesetaraan gender.  

Sementara pada program Lansia Berdaya (Sidaya), Pemprov Jateng memiliki terobosan Bina Keluarga Lansia (BKL). Kemudian, Super Apps diwujudkan melalui aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan. 

Melalui program Bangga Kencana, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengajak masyarakat untuk kembali ke keluarga. Sebab, saat ini banyak anak-anak lebih memilih untuk curhat ke artificial intelligence (AI) saat menghadapi masalah. 

“Ternyata banyak curhatnya ke temannya, ke AI. Tidak ke keluarga, tidak ke Bapak ibunya. Ini kita prihatin," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa, 14 April 2026. 

Oleh karena itu, Sekda menilai, penyelenggaraan rakor menjadi langkah strategis dalam menentukan langkah untuk membangun keluarga yang kuat dan sejahtera, serta mampu menciptakan sumber daya manusia unggul. 

Pada momen tersebut, ia mengajak keluarga untuk berkumpul, meletakkan gadget, serta mengobrol bersama. Hal ini sangat penting sebagai salah satu upaya untuk membangun keluarga yang sehat.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi, mengatakan, rakor ditujukan untuk mendorong implementasi program prioritas BKKBN, sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga. 

"Kelima program prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah," ujarnya. 

Dalam acara ini, Sekda juga menyerahkan tiga penghargaan dalam program Bangga Kencana yang diraih oleh Kota Surakarta (Keberhasilan Penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Berkualitas Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2025), Kabupaten Temanggung (Apresiasi Pengelolaan DAK Subbidang KB Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota Kategori Pagu Besar Tahun 2025), serta Kabupaten Klaten (Peserta Terbaik Program Tamasya Tingkat Nasional Tahun 2025).


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk melakukan penguatan pembangunan keluarga di wilayahnya melalui berbagai program. Salah satunya dengan mengimplementasikan program prioritas nasional Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Sebagai informasi, Bangga Kencana merupakan program nasional, meliputi Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), dan Super Apps. 

Program Genting diimplementasikan melalui Penguatan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta advokasi dan ngopi penak (webinar seputar keluarga). 

Selanjutnya, program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) diimplementasikan melalui upaya mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), Forum Anak, Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 560/0002599 Tahun 2024 tentang Penyediaan Tempat Penitipan Anak Pekerja/Buruh, mendukung sekolah ramah anak, serta advokasi pengasuhan positif pada pengasuh daycare. 

Kemudian, program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) didukung melalui Gerakan Pria Peduli Perempuan dan Anak (Garpu Perak), SE Gubernur tentang Gerakan Satu JamKu (Satu Jam Berkualitas), Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG), serta kampanye He For She, yakni gerakan yang mengajak laki-laki menjadi agen perubahan dalam mencapai kesetaraan gender.  

Sementara pada program Lansia Berdaya (Sidaya), Pemprov Jateng memiliki terobosan Bina Keluarga Lansia (BKL). Kemudian, Super Apps diwujudkan melalui aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan. 

Melalui program Bangga Kencana, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengajak masyarakat untuk kembali ke keluarga. Sebab, saat ini banyak anak-anak lebih memilih untuk curhat ke artificial intelligence (AI) saat menghadapi masalah. 

“Ternyata banyak curhatnya ke temannya, ke AI. Tidak ke keluarga, tidak ke Bapak ibunya. Ini kita prihatin," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa, 14 April 2026. 

Oleh karena itu, Sekda menilai, penyelenggaraan rakor menjadi langkah strategis dalam menentukan langkah untuk membangun keluarga yang kuat dan sejahtera, serta mampu menciptakan sumber daya manusia unggul. 

Pada momen tersebut, ia mengajak keluarga untuk berkumpul, meletakkan gadget, serta mengobrol bersama. Hal ini sangat penting sebagai salah satu upaya untuk membangun keluarga yang sehat.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi, mengatakan, rakor ditujukan untuk mendorong implementasi program prioritas BKKBN, sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga. 

"Kelima program prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah," ujarnya. 

Dalam acara ini, Sekda juga menyerahkan tiga penghargaan dalam program Bangga Kencana yang diraih oleh Kota Surakarta (Keberhasilan Penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Berkualitas Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2025), Kabupaten Temanggung (Apresiasi Pengelolaan DAK Subbidang KB Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota Kategori Pagu Besar Tahun 2025), serta Kabupaten Klaten (Peserta Terbaik Program Tamasya Tingkat Nasional Tahun 2025).


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu