Follow Us :              

Gubernur Upayakan Keseimbangan Pembangunan Wilayah Utara dan Selatan Jawa Tengah 

  18 May 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 119 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Upayakan Keseimbangan Pembangunan Wilayah Utara dan Selatan Jawa Tengah 

18 May 2026 | 09:00:00 | dibaca : 119
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BANJARNEGARA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan atensi terhadap keseimbangan pembangunan di wilayah utara dan selatan Jawa Tengah. 

Hal itu disampaikannya dalam acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Banyumas Raya di Pendopo Kabupaten Banjarnegara pada Senin, 18 Mei 2026.

Ia menyebut, wilayah utara dan selatan Jateng memiliki karakter serta tantangan yang berbeda, sehingga hal ini membutuhkan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Oleh karena itu, kegiatan Rembug Pembangunan digelar untuk menyerap masukan dari daerah secara lebih riil. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya disusun dari atas, tetapi juga harus menampung kebutuhan dari kabupaten/kota.

“Kenapa Jawa Tengah harus kita rembug dan harus kita bicarakan, agar ini nanti menjadi policy (kebijakan) bersama, sehingga dalam membangun Provinsi Jawa Tengah bisa setarikan napas, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan dalam rangka mengintegrasikan dengan pemerintah pusat,” ucap Gubernur. 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, mengatakan, wilayah selatan Jateng memiliki potensi besar, mulai dari pangan, energi, pariwisata, hingga ekonomi syariah. Namun, kawasan tersebut masih menghadapi tantangan infrastruktur dan kemiskinan.

Maka dari itu, DPRD mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang menggelar Rembug Pembangunan sebagai upaya menyelaraskan program antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Atas nama DPRD, penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan pagi ini,” ucapnya.

Setya menyebut, pembangunan infrastruktur di Jateng terus mengalami kemajuan. Bahkan, kemantapan infrastruktur jalannya mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

Meskipun demikian, wilayah selatan Jateng masih memerlukan perhatian, salah satunya terkait dengan persoalan kemiskinan. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi syariah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Harapannya, pembangunan di wilayah selatan dan utara Jateng berjalan lebih seimbang. Ia mengungkapkan, kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD, dan pemangku kepentingan lain, menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama. Semoga kita betul-betul bisa menjalankan ngopeni dan ngelakoni,” katanya.


Bagikan :

BANJARNEGARA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan atensi terhadap keseimbangan pembangunan di wilayah utara dan selatan Jawa Tengah. 

Hal itu disampaikannya dalam acara Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Banyumas Raya di Pendopo Kabupaten Banjarnegara pada Senin, 18 Mei 2026.

Ia menyebut, wilayah utara dan selatan Jateng memiliki karakter serta tantangan yang berbeda, sehingga hal ini membutuhkan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Oleh karena itu, kegiatan Rembug Pembangunan digelar untuk menyerap masukan dari daerah secara lebih riil. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya disusun dari atas, tetapi juga harus menampung kebutuhan dari kabupaten/kota.

“Kenapa Jawa Tengah harus kita rembug dan harus kita bicarakan, agar ini nanti menjadi policy (kebijakan) bersama, sehingga dalam membangun Provinsi Jawa Tengah bisa setarikan napas, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bahkan dalam rangka mengintegrasikan dengan pemerintah pusat,” ucap Gubernur. 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, mengatakan, wilayah selatan Jateng memiliki potensi besar, mulai dari pangan, energi, pariwisata, hingga ekonomi syariah. Namun, kawasan tersebut masih menghadapi tantangan infrastruktur dan kemiskinan.

Maka dari itu, DPRD mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang menggelar Rembug Pembangunan sebagai upaya menyelaraskan program antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Atas nama DPRD, penghargaan setinggi-tingginya atas terlaksananya kegiatan pagi ini,” ucapnya.

Setya menyebut, pembangunan infrastruktur di Jateng terus mengalami kemajuan. Bahkan, kemantapan infrastruktur jalannya mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

Meskipun demikian, wilayah selatan Jateng masih memerlukan perhatian, salah satunya terkait dengan persoalan kemiskinan. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi syariah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Harapannya, pembangunan di wilayah selatan dan utara Jateng berjalan lebih seimbang. Ia mengungkapkan, kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, DPRD, dan pemangku kepentingan lain, menjadi kunci keberhasilan pembangunan.

“DPRD Jateng berharap ada keseimbangan Jawa Tengah selatan dan utara. Ini adalah upaya kita bersama. Semoga kita betul-betul bisa menjalankan ngopeni dan ngelakoni,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu