Follow Us :              

Pemprov Jateng Petakan Penanganan Pendidikan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

  23 March 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 227 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Petakan Penanganan Pendidikan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

23 March 2022 | 09:00:00 | dibaca : 227
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memetakan penanganan terhadap anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19. Termasuk rencana aksi jangka panjang bidang pendidikan bagi anak usia sekolah supaya tetap dapat melanjutkan pendidikan. 

"Untuk rencana aksi jangka pendek sudah dilakukan, tinggal pelaksanaan rencana aksi jangka panjang. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Tuntutan Undang-Undang tentang Wajib Belajar 12 Tahun menjadi tanggungjawab kita bersama," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat memberi sambutan rakor assesmen anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (23/03/2022). 

Wagub menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota, serta lembaga terkait lain sudah memetakan penanganan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu akibat Covid-19. Termasuk anak-anak yang berminat melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren maupun ke lembaga pendidikan formal hingga tingkat SMA / sederajat di 35 kabupaten-kota. 

"Sudah kita petakan, yang ingin melanjutkan ke pondok pesantren kita serahkan ke Baznas, kemudian yang putus sekolah sudah diskusikan dengan Dinas Pendidikan Jateng, terutama yang berusia SMA atau SMK," katanya. 

Selain itu, untuk anak-anak yang butuh pelatihan kerja, Pemprov Jawa Tengah juga telah mengadakan kerjasama dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Tenaga Kerja, serta instansi terkait. 

Keberhasilan program penanganan bagi anak-anak yatim piatu akibat pandemi Covid-19 ini, adalah hasil kerja sama banyak pihak. Pak Wagub menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu program tersebut , di antaranya Universitas Diponegoro, Baznas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polda Jateng, organisasi masyarakat, serta semua organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. 

"Persoalan ini bukan hanya BP32AKB yang menanganinya, karena penanganan anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 ada unsur pendidikan, sosial, keberlangsungan pekerjaan, dan sebagainya. Sehingga diharapkan semua dapat bekerjasama," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memetakan penanganan terhadap anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19. Termasuk rencana aksi jangka panjang bidang pendidikan bagi anak usia sekolah supaya tetap dapat melanjutkan pendidikan. 

"Untuk rencana aksi jangka pendek sudah dilakukan, tinggal pelaksanaan rencana aksi jangka panjang. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Tuntutan Undang-Undang tentang Wajib Belajar 12 Tahun menjadi tanggungjawab kita bersama," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat memberi sambutan rakor assesmen anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (23/03/2022). 

Wagub menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota, serta lembaga terkait lain sudah memetakan penanganan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu akibat Covid-19. Termasuk anak-anak yang berminat melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren maupun ke lembaga pendidikan formal hingga tingkat SMA / sederajat di 35 kabupaten-kota. 

"Sudah kita petakan, yang ingin melanjutkan ke pondok pesantren kita serahkan ke Baznas, kemudian yang putus sekolah sudah diskusikan dengan Dinas Pendidikan Jateng, terutama yang berusia SMA atau SMK," katanya. 

Selain itu, untuk anak-anak yang butuh pelatihan kerja, Pemprov Jawa Tengah juga telah mengadakan kerjasama dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Dinas Tenaga Kerja, serta instansi terkait. 

Keberhasilan program penanganan bagi anak-anak yatim piatu akibat pandemi Covid-19 ini, adalah hasil kerja sama banyak pihak. Pak Wagub menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu program tersebut , di antaranya Universitas Diponegoro, Baznas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Polda Jateng, organisasi masyarakat, serta semua organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. 

"Persoalan ini bukan hanya BP32AKB yang menanganinya, karena penanganan anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 ada unsur pendidikan, sosial, keberlangsungan pekerjaan, dan sebagainya. Sehingga diharapkan semua dapat bekerjasama," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu