Follow Us :              

REFLEKSI INFRASTRUKTUR JATENG TAHUN 2025 94,01% Jalan Provinsi Mantap, Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur Jalan di Jawa Tengah

  26 December 2025  |   00:00:00  |   dibaca : 1540 
Kategori :
Bagikan :

REFLEKSI INFRASTRUKTUR JATENG TAHUN 2025 94,01% Jalan Provinsi Mantap, Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur Jalan di Jawa Tengah

26 December 2025 | 00:00:00 | dibaca : 1540
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
REFLEKSI INFRASTRUKTUR JATENG TAHUN 2025  94,01% Jalan Provinsi Mantap, Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur Jalan di Jawa Tengah
REFLEKSI INFRASTRUKTUR JATENG TAHUN 2025  94,01% Jalan Provinsi Mantap, Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur Jalan di Jawa Tengah
REFLEKSI INFRASTRUKTUR JATENG TAHUN 2025  94,01% Jalan Provinsi Mantap, Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur Jalan di Jawa Tengah
REFLEKSI INFRASTRUKTUR JATENG TAHUN 2025  94,01% Jalan Provinsi Mantap, Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur Jalan di Jawa Tengah
REFLEKSI INFRASTRUKTUR JATENG TAHUN 2025  94,01% Jalan Provinsi Mantap, Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur Jalan di Jawa Tengah

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Kondisi ruas Jalan Sokaraja-Kalimanah, Banyumas yang dulu kerap dikeluhkan warga lantaran retak, bergelombang, dan berlubang, kini terasa lebih bersahabat. Jalanan kembali diaspal dan marka jalan semakin terbaca jelas. 

Setelah 10 bulan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, memimpin provinsi ini, infrastruktur jalan menjelma salah satu wajah paling kasat mata dari arah pembangunan yang dilakukan. Hingga akhir 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 94,01% jalan provinsi dalam kondisi mantap. Jelas progres yang tidak lahir dalam semalam.

Untuk memastikannya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung ruas Jalan Sokaraja-Kalimanah, Kabupaten Banyumas pada Selasa, 23 Desember 2025. Salah satu jalan yang kerap kali dijadikan pintu masuk wisatawan menuju kawasan pegunungan itu, aspal tampak mulus, marka jalan terlihat jelas, dan kendaraan melaju dengan baik.

Pada momen libur Natal dan Tahun Baru, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan penentu kenyamanan perjalanan, sekaligus wajah kesiapan daerah menyambut arus mudik dan wisata. Itulah sebabnya, Wagub turun langsung memastikan ruas-ruas jalan provinsi berada dalam kondisi prima.

“Dengan kondisi jalan seperti ini, warga bisa menikmati liburan di Jawa Tengah dengan nyaman,” ucapnya. 

Wagub menegaskan, Pemprov Jateng berkomitmen memastikan seluruh ruas jalan di provinsi ini siap dilalui masyarakat selama masa libur Nataru.

Bagi warga setempat, perbaikan jalan tidak hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi upaya yang mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat. 

“Sekarang jalannya enak dilewati. Lalu lintas lancar, pasti berpengaruh ke aktivitas warga dan usaha juga,” ucap Abdul, salah seorang warga Banyumas, yang merasakan langsung dampak perbaikan itu.

Progres perbaikan dan revitalisasi jalan ini tentunya tidak mudah, ada kerja berlapis yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah menuntaskan 27 paket peningkatan jalan senilai Rp 484,65 miliar. Selain itu, ada 52 paket rehabilitasi dan pemeliharaan jalan serta jembatan senilai Rp 315,42 miliar yang dilakukan di seluruh penjuru provinsi.

“Total pembenahan jalan dan jembatan provinsi mencapai panjang 2.440,12 kilometer. Hingga triwulan keempat 2025, kondisi jalan provinsi sudah mencapai 94,01 persen mantap,” ujar Kepala DPUBMCK Jateng, Hanung Triyono pada Jumat, 26 Desember 2025. 

Diketahui, pengerjaan infrastruktur jalan ini diprioritaskan di sejumlah jalur strategis. Misalnya, Ruas Semarang-Godong yang menjadi jalur penting saat jalur Pantura Kaligawe terendam banjir. Tak hanya itu, Jalan Brigjen Sudiarto di Kota Semarang, yang sering kali dipenuhi arus kendaraan menuju Mranggen-Demak juga masuk daftar pembenahan.

“Paket peningkatan Semarang-Godong di wilayah Mranggen sudah selesai. Jalan Brigjen Sudiarto di dalam kota juga sudah rampung dan aman dilalui,” ucap Ka DPUBMCK.

Bagi Pemprov Jateng, pembangunan jalan tak berhenti saat proyek dinyatakan selesai. Musim hujan menjadi ujian tersendiri. Daya tahan jalan bisa mengalami penurunan 1-2%, terutama pada perkerasan lama atau struktur jalan yang masih berfungsi sebagai dasar/permukaan jalan. 

Oleh karena itu, DPUBMCK menyiagakan tim reaksi cepat di 9 Balai Pengelolaan Jalan. Para petugas rutin memantau kondisi lapangan. Jika ada lubang yang muncul, ditargetkan untuk ditangani maksimal 1x24 jam.

“Target jalan bebas lubang sesuai arahan Gubernur terus kami jaga. Lubang baru bisa muncul karena hujan, tetapi tetap langsung kami tangani,” ujarnya.

Pada libur Nataru, kesiapan jalan menjadi krusial. Jalur tengah yang ada di Jateng dipastikan siap menjadi alternatif jalur nasional pantura maupun tol, mulai dari Brebes-Bantarsari-Tegal-Slawi-Jatinegara hingga Pemalang-Randudongkal, lalu bercabang ke Selatan menuju Belik-Purbalingga, atau ke Timur arah Sukorejo-Plantungan, semuanya dipastikan dalam kondisi layak.

Perhatian pada infrastruktur dasar memang sejak awal menjadi prioritas Gubernur dan Wagub Jateng. Tak lama setelah dilantik pada 20 Februari 2025, keduanya langsung turun ke daerah untuk meninjau infrastruktur jalan di Jateng.

“Pertama yang kami utamakan adalah infrastruktur dasar dan layanan dasar,” ucap Gubernur Jateng.

Sepuluh bulan berjalan, jalan-jalan provinsi menjadi saksi kebijakan itu. Sebab, infrastruktur jalan menjadi penghubung aktivitas warga, penggerak ekonomi, dan penanda hadirnya negara hingga ke lapis paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Bagikan :

SEMARANG - Kondisi ruas Jalan Sokaraja-Kalimanah, Banyumas yang dulu kerap dikeluhkan warga lantaran retak, bergelombang, dan berlubang, kini terasa lebih bersahabat. Jalanan kembali diaspal dan marka jalan semakin terbaca jelas. 

Setelah 10 bulan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, memimpin provinsi ini, infrastruktur jalan menjelma salah satu wajah paling kasat mata dari arah pembangunan yang dilakukan. Hingga akhir 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 94,01% jalan provinsi dalam kondisi mantap. Jelas progres yang tidak lahir dalam semalam.

Untuk memastikannya, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung ruas Jalan Sokaraja-Kalimanah, Kabupaten Banyumas pada Selasa, 23 Desember 2025. Salah satu jalan yang kerap kali dijadikan pintu masuk wisatawan menuju kawasan pegunungan itu, aspal tampak mulus, marka jalan terlihat jelas, dan kendaraan melaju dengan baik.

Pada momen libur Natal dan Tahun Baru, jalan bukan sekadar infrastruktur, melainkan penentu kenyamanan perjalanan, sekaligus wajah kesiapan daerah menyambut arus mudik dan wisata. Itulah sebabnya, Wagub turun langsung memastikan ruas-ruas jalan provinsi berada dalam kondisi prima.

“Dengan kondisi jalan seperti ini, warga bisa menikmati liburan di Jawa Tengah dengan nyaman,” ucapnya. 

Wagub menegaskan, Pemprov Jateng berkomitmen memastikan seluruh ruas jalan di provinsi ini siap dilalui masyarakat selama masa libur Nataru.

Bagi warga setempat, perbaikan jalan tidak hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi upaya yang mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat. 

“Sekarang jalannya enak dilewati. Lalu lintas lancar, pasti berpengaruh ke aktivitas warga dan usaha juga,” ucap Abdul, salah seorang warga Banyumas, yang merasakan langsung dampak perbaikan itu.

Progres perbaikan dan revitalisasi jalan ini tentunya tidak mudah, ada kerja berlapis yang dilakukan sepanjang tahun 2025. Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah menuntaskan 27 paket peningkatan jalan senilai Rp 484,65 miliar. Selain itu, ada 52 paket rehabilitasi dan pemeliharaan jalan serta jembatan senilai Rp 315,42 miliar yang dilakukan di seluruh penjuru provinsi.

“Total pembenahan jalan dan jembatan provinsi mencapai panjang 2.440,12 kilometer. Hingga triwulan keempat 2025, kondisi jalan provinsi sudah mencapai 94,01 persen mantap,” ujar Kepala DPUBMCK Jateng, Hanung Triyono pada Jumat, 26 Desember 2025. 

Diketahui, pengerjaan infrastruktur jalan ini diprioritaskan di sejumlah jalur strategis. Misalnya, Ruas Semarang-Godong yang menjadi jalur penting saat jalur Pantura Kaligawe terendam banjir. Tak hanya itu, Jalan Brigjen Sudiarto di Kota Semarang, yang sering kali dipenuhi arus kendaraan menuju Mranggen-Demak juga masuk daftar pembenahan.

“Paket peningkatan Semarang-Godong di wilayah Mranggen sudah selesai. Jalan Brigjen Sudiarto di dalam kota juga sudah rampung dan aman dilalui,” ucap Ka DPUBMCK.

Bagi Pemprov Jateng, pembangunan jalan tak berhenti saat proyek dinyatakan selesai. Musim hujan menjadi ujian tersendiri. Daya tahan jalan bisa mengalami penurunan 1-2%, terutama pada perkerasan lama atau struktur jalan yang masih berfungsi sebagai dasar/permukaan jalan. 

Oleh karena itu, DPUBMCK menyiagakan tim reaksi cepat di 9 Balai Pengelolaan Jalan. Para petugas rutin memantau kondisi lapangan. Jika ada lubang yang muncul, ditargetkan untuk ditangani maksimal 1x24 jam.

“Target jalan bebas lubang sesuai arahan Gubernur terus kami jaga. Lubang baru bisa muncul karena hujan, tetapi tetap langsung kami tangani,” ujarnya.

Pada libur Nataru, kesiapan jalan menjadi krusial. Jalur tengah yang ada di Jateng dipastikan siap menjadi alternatif jalur nasional pantura maupun tol, mulai dari Brebes-Bantarsari-Tegal-Slawi-Jatinegara hingga Pemalang-Randudongkal, lalu bercabang ke Selatan menuju Belik-Purbalingga, atau ke Timur arah Sukorejo-Plantungan, semuanya dipastikan dalam kondisi layak.

Perhatian pada infrastruktur dasar memang sejak awal menjadi prioritas Gubernur dan Wagub Jateng. Tak lama setelah dilantik pada 20 Februari 2025, keduanya langsung turun ke daerah untuk meninjau infrastruktur jalan di Jateng.

“Pertama yang kami utamakan adalah infrastruktur dasar dan layanan dasar,” ucap Gubernur Jateng.

Sepuluh bulan berjalan, jalan-jalan provinsi menjadi saksi kebijakan itu. Sebab, infrastruktur jalan menjadi penghubung aktivitas warga, penggerak ekonomi, dan penanda hadirnya negara hingga ke lapis paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu