Follow Us :              

Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat di Simpanglima, Syukuri Suksesnya Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI

  23 September 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 48 
Kategori :
Bagikan :

Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat di Simpanglima, Syukuri Suksesnya Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI

23 September 2026 | 19:00:00 | dibaca : 48
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat di Simpanglima, Syukuri Suksesnya Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI
Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat di Simpanglima, Syukuri Suksesnya Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI
Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat di Simpanglima, Syukuri Suksesnya Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI
Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat di Simpanglima, Syukuri Suksesnya Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI
Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat di Simpanglima, Syukuri Suksesnya Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG - Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang, dipadati ribuan manusia dalam acara Jateng Bersholawat yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. 

Acara ini sekaligus merayakan lonjakan prestasi Jawa Tengah yang sukses melesat ke peringkat kedua nasional. Dalam gelaran itu, Jawa Tengah menempati peringkat kedua nasional dan mengumpulkan 208 poin. Capaian itu melonjak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang berada di peringkat ke-16.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Ia menyampaikan terima kasih kepada para alim ulama, masyarakat, jajaran pemerintah, serta pihak-pihak yang mendukung suksesnya gelaran ini. 

“Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-31 telah berlangsung sukses,” ucapnya dalam acara Jateng Bersholawat sekaligus Tasyakuran MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang pada Rabu malam, 23 September 2026.

Ia mengatakan, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah menjadi bagian dari sejarah yang disaksikan bersama oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bisyarah (tali asih) secara simbolis senilai Rp282 juta kepada Kafilah Jawa Tengah yang berhasil meraih juara dalam MTQ Nasional XXXI. Penyerahan hadiah kepada para kafilah didampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Sementara itu, Wakil Gubernur sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan terima kasih kepada para kafilah yang telah membawa Jawa Tengah meraih prestasi pada kompetisi tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ Nasional tidak hanya menghasilkan capaian bagi kafilah. Acara tersebut juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Jateng.

“Catatan penting bahwa perhelatan MTQ ini juga memberikan dampak toleransi yang luar biasa. Bukan hanya umat muslim saja yang menikmati, tetapi seluruh masyarakat Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang. Dampaknya luar biasa, dari segi ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Ia menyebut, rangkaian MTQ Nasional XXXI didatangi lebih dari 250 ribu pengunjung. Tercatat, aktivitas selama penyelenggaraan MTQ menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp1,3 triliun.

Wagub berharap pengalaman para kafilah dan tamu selama berada di Jateng dapat mendorong mereka untuk kembali berkunjung.

“Harapannya, mereka sering kembali ke Jawa Tengah, berwisata di Jawa Tengah, menikmati kota-kota yang ada di Jawa Tengah, sehingga pertumbuhan ekonomi juga ikut terbantu,” ujarnya.

Sebagai Ketua LPTQ Jawa Tengah, ia memastikan pembinaan kafilah tidak berhenti setelah gelaran MTQ Nasional berakhir. Pembinaan akan kembali dimulai dari tingkat kabupaten dan kota untuk mempersiapkan para kafilah yang akan berkompetisi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.


Bagikan :

SEMARANG - Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang, dipadati ribuan manusia dalam acara Jateng Bersholawat yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. 

Acara ini sekaligus merayakan lonjakan prestasi Jawa Tengah yang sukses melesat ke peringkat kedua nasional. Dalam gelaran itu, Jawa Tengah menempati peringkat kedua nasional dan mengumpulkan 208 poin. Capaian itu melonjak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang berada di peringkat ke-16.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang. Ia menyampaikan terima kasih kepada para alim ulama, masyarakat, jajaran pemerintah, serta pihak-pihak yang mendukung suksesnya gelaran ini. 

“Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-31 telah berlangsung sukses,” ucapnya dalam acara Jateng Bersholawat sekaligus Tasyakuran MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang pada Rabu malam, 23 September 2026.

Ia mengatakan, pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah menjadi bagian dari sejarah yang disaksikan bersama oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bisyarah (tali asih) secara simbolis senilai Rp282 juta kepada Kafilah Jawa Tengah yang berhasil meraih juara dalam MTQ Nasional XXXI. Penyerahan hadiah kepada para kafilah didampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Sementara itu, Wakil Gubernur sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan terima kasih kepada para kafilah yang telah membawa Jawa Tengah meraih prestasi pada kompetisi tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ Nasional tidak hanya menghasilkan capaian bagi kafilah. Acara tersebut juga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Jateng.

“Catatan penting bahwa perhelatan MTQ ini juga memberikan dampak toleransi yang luar biasa. Bukan hanya umat muslim saja yang menikmati, tetapi seluruh masyarakat Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang. Dampaknya luar biasa, dari segi ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Ia menyebut, rangkaian MTQ Nasional XXXI didatangi lebih dari 250 ribu pengunjung. Tercatat, aktivitas selama penyelenggaraan MTQ menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp1,3 triliun.

Wagub berharap pengalaman para kafilah dan tamu selama berada di Jateng dapat mendorong mereka untuk kembali berkunjung.

“Harapannya, mereka sering kembali ke Jawa Tengah, berwisata di Jawa Tengah, menikmati kota-kota yang ada di Jawa Tengah, sehingga pertumbuhan ekonomi juga ikut terbantu,” ujarnya.

Sebagai Ketua LPTQ Jawa Tengah, ia memastikan pembinaan kafilah tidak berhenti setelah gelaran MTQ Nasional berakhir. Pembinaan akan kembali dimulai dari tingkat kabupaten dan kota untuk mempersiapkan para kafilah yang akan berkompetisi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu