Follow Us :              

Dari Uang Pembinaan hingga Umroh, Pemprov Jateng Beri Apresiasi Kafilah MTQ Jateng 

  23 September 2026  |   19:00:00  |   dibaca : 39 
Kategori :
Bagikan :

Dari Uang Pembinaan hingga Umroh, Pemprov Jateng Beri Apresiasi Kafilah MTQ Jateng 

23 September 2026 | 19:00:00 | dibaca : 39
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Dari Uang Pembinaan hingga Umroh, Pemprov Jateng Beri Apresiasi Kafilah MTQ Jateng 
Dari Uang Pembinaan hingga Umroh, Pemprov Jateng Beri Apresiasi Kafilah MTQ Jateng 
Dari Uang Pembinaan hingga Umroh, Pemprov Jateng Beri Apresiasi Kafilah MTQ Jateng 
Dari Uang Pembinaan hingga Umroh, Pemprov Jateng Beri Apresiasi Kafilah MTQ Jateng 
Dari Uang Pembinaan hingga Umroh, Pemprov Jateng Beri Apresiasi Kafilah MTQ Jateng 

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Perjuangan Kafilah Jawa Tengah di gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 berbuah manis. Setelah mengoleksi 36 gelar juara dari berbagai cabang dan golongan, para kafilah mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa bonus uang pembinaan hingga hadiah umrah.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs.  Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Jateng Bersholawat dalam rangka Tasyakuran MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang, Rabu, 23 September 2026. 

"Saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah," ucap Gubernur. 

Bagi juara pertama, penghargaan yang diberikan tidak hanya berupa uang pembinaan Rp50 juta, tetapi juga hadiah umrah senilai Rp50 juta. Adapun juara kedua mendapatkan uang pembinaan Rp40 juta, juara ketiga Rp30 juta, juara harapan pertama Rp20 juta, harapan kedua Rp15 juta, dan harapan ketiga Rp10 juta.

Tak berhenti di situ, Baznas Jateng turut memberikan bonus tambahan senilai Rp282 juta kepada kafilah Jateng. Apresiasi tersebut juga diberikan kepada para peserta yang belum berhasil membawa pulang gelar juara.

Pada MTQ Nasional XXXI, Kafilah Jawa Tengah berhasil membawa pulang 36 gelar juara dari berbagai cabang dan golongan. Prestasi itu terdiri dari 8 gelar terbaik pertama, 7 terbaik kedua, 15 terbaik ketiga, 2 juara harapan pertama, 2 juara harapan kedua, dan 2 juara harapan ketiga.

Salah satu penerima apresiasi adalah Muhammad Abdul Faqih dari Kota Semarang. Ia berhasil meraih juara terbaik pertama cabang Tafsir Bahasa Indonesia.

Bagi Faqih, penghargaan tersebut terasa istimewa. Apalagi, MTQ kali ini menjadi kesempatan terakhirnya mengikuti kompetisi sebagai peserta.

“Alhamdulillah sangat bersyukur, tentunya kami dari peserta haturkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, Pemprov Jateng, dan seluruh pejabat pemerintahan Jawa Tengah yang telah mendukung dan menyukseskan kami sebagai kafilah Jawa Tengah tercinta ini,” katanya.

Faqih bukan pendatang baru di panggung MTQ nasional. Sebelumnya, ia pernah mewakili Jawa Tengah pada cabang hafalan 30 juz dan meraih juara pertama nasional.

Pada MTQ XXXI, ia mencoba tantangan baru dengan mengikuti cabang Tafsir Bahasa Indonesia. Hasilnya pun kembali membawanya ke podium tertinggi.

“Alhamdulillah sangat bersyukur, kali ini saya pindah cabang ke cabang tafsir dan alhamdulillah diberi penghargaan juara satu,” ujarnya.

Menurutnya, tambahan hadiah umrah bagi juara pertama menjadi bentuk perhatian yang membuat dirinya semakin termotivasi untuk terus mendalami Al-Qur’an.

“Kalau dulu kami yang juara itu hanya diberi uang pembinaan. Alhamdulillah sekarang diberi penambahan, yaitu hadiah umrah untuk yang juara satu. Tentunya sangat berterima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah yang terus-menerus mendukung masyarakatnya untuk semakin semangat dalam mempelajari Al-Qur’an,” katanya.

Hal senada dirasakan Zumrotul Luthfiyyah, kafilah asal Kabupaten Rembang yang meraih juara terbaik pertama cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri.

Baginya, apresiasi dari Pemprov Jateng bukan hanya soal nominal hadiah. Ia mengaku senang, karena penghargaan juga diberikan kepada peserta yang belum meraih juara.

“Alhamdulillah, bersyukur, senang banget atas apresiasi yang sudah diberikan oleh Bapak Gubernur,” tuturnya.

Prestasi Zumrotul kali ini juga menjadi cerita tersendiri. Sebelumnya, ia pernah mengikuti cabang tahfiz 10 juz dan 20 juz. Pada MTQ Nasional 2024, ia mengikuti Tafsir Bahasa Inggris dan meraih harapan ketiga.

Dua tahun berselang, ia kembali mengikuti cabang yang sama. Kali ini, hasilnya jauh berbeda. Zumrotul berhasil menjadi terbaik pertama.

“Ini menurut saya cabang yang paling sulit yang pernah saya ikuti,” katanya.

Ia mengatakan, capaian tersebut tidak datang secara mendadak. Sebab, peserta yang ingin berprestasi di MTQ perlu mempersiapkan diri jauh sebelum perlombaan dimulai.

Maka dari itu, ia berharap pembinaan peserta MTQ berikutnya dapat dilakukan sejak jauh-jauh hari. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan peserta, tetapi juga kenyamanan dan ketenangan mereka menjelang penampilan.

“Kalau untuk teman-teman yang lain mungkin disiapkan dari sekarang, karena kan kebanyakan yang juara-juara itu mulainya enggak secara mendadak, belajarnya enggak secara mendadak,” katanya.

Sementara itu, tasyakuran MTQ Nasional XXXI dikemas dalam acara Jateng Bersholawat. Para kafilah dan masyarakat yang hadir diajak melantunkan selawat diiringi Majelis Sholawat Azzahir Pekalongan bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

Dalam acara tersebut, mauidzoh hasanah disampaikan oleh K.H. Ahmad Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur.


Bagikan :

SEMARANG – Perjuangan Kafilah Jawa Tengah di gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 berbuah manis. Setelah mengoleksi 36 gelar juara dari berbagai cabang dan golongan, para kafilah mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa bonus uang pembinaan hingga hadiah umrah.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs.  Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Jateng Bersholawat dalam rangka Tasyakuran MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang, Rabu, 23 September 2026. 

"Saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah," ucap Gubernur. 

Bagi juara pertama, penghargaan yang diberikan tidak hanya berupa uang pembinaan Rp50 juta, tetapi juga hadiah umrah senilai Rp50 juta. Adapun juara kedua mendapatkan uang pembinaan Rp40 juta, juara ketiga Rp30 juta, juara harapan pertama Rp20 juta, harapan kedua Rp15 juta, dan harapan ketiga Rp10 juta.

Tak berhenti di situ, Baznas Jateng turut memberikan bonus tambahan senilai Rp282 juta kepada kafilah Jateng. Apresiasi tersebut juga diberikan kepada para peserta yang belum berhasil membawa pulang gelar juara.

Pada MTQ Nasional XXXI, Kafilah Jawa Tengah berhasil membawa pulang 36 gelar juara dari berbagai cabang dan golongan. Prestasi itu terdiri dari 8 gelar terbaik pertama, 7 terbaik kedua, 15 terbaik ketiga, 2 juara harapan pertama, 2 juara harapan kedua, dan 2 juara harapan ketiga.

Salah satu penerima apresiasi adalah Muhammad Abdul Faqih dari Kota Semarang. Ia berhasil meraih juara terbaik pertama cabang Tafsir Bahasa Indonesia.

Bagi Faqih, penghargaan tersebut terasa istimewa. Apalagi, MTQ kali ini menjadi kesempatan terakhirnya mengikuti kompetisi sebagai peserta.

“Alhamdulillah sangat bersyukur, tentunya kami dari peserta haturkan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Bapak Wakil Gubernur, Pemprov Jateng, dan seluruh pejabat pemerintahan Jawa Tengah yang telah mendukung dan menyukseskan kami sebagai kafilah Jawa Tengah tercinta ini,” katanya.

Faqih bukan pendatang baru di panggung MTQ nasional. Sebelumnya, ia pernah mewakili Jawa Tengah pada cabang hafalan 30 juz dan meraih juara pertama nasional.

Pada MTQ XXXI, ia mencoba tantangan baru dengan mengikuti cabang Tafsir Bahasa Indonesia. Hasilnya pun kembali membawanya ke podium tertinggi.

“Alhamdulillah sangat bersyukur, kali ini saya pindah cabang ke cabang tafsir dan alhamdulillah diberi penghargaan juara satu,” ujarnya.

Menurutnya, tambahan hadiah umrah bagi juara pertama menjadi bentuk perhatian yang membuat dirinya semakin termotivasi untuk terus mendalami Al-Qur’an.

“Kalau dulu kami yang juara itu hanya diberi uang pembinaan. Alhamdulillah sekarang diberi penambahan, yaitu hadiah umrah untuk yang juara satu. Tentunya sangat berterima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah yang terus-menerus mendukung masyarakatnya untuk semakin semangat dalam mempelajari Al-Qur’an,” katanya.

Hal senada dirasakan Zumrotul Luthfiyyah, kafilah asal Kabupaten Rembang yang meraih juara terbaik pertama cabang Tafsir Bahasa Inggris Putri.

Baginya, apresiasi dari Pemprov Jateng bukan hanya soal nominal hadiah. Ia mengaku senang, karena penghargaan juga diberikan kepada peserta yang belum meraih juara.

“Alhamdulillah, bersyukur, senang banget atas apresiasi yang sudah diberikan oleh Bapak Gubernur,” tuturnya.

Prestasi Zumrotul kali ini juga menjadi cerita tersendiri. Sebelumnya, ia pernah mengikuti cabang tahfiz 10 juz dan 20 juz. Pada MTQ Nasional 2024, ia mengikuti Tafsir Bahasa Inggris dan meraih harapan ketiga.

Dua tahun berselang, ia kembali mengikuti cabang yang sama. Kali ini, hasilnya jauh berbeda. Zumrotul berhasil menjadi terbaik pertama.

“Ini menurut saya cabang yang paling sulit yang pernah saya ikuti,” katanya.

Ia mengatakan, capaian tersebut tidak datang secara mendadak. Sebab, peserta yang ingin berprestasi di MTQ perlu mempersiapkan diri jauh sebelum perlombaan dimulai.

Maka dari itu, ia berharap pembinaan peserta MTQ berikutnya dapat dilakukan sejak jauh-jauh hari. Persiapan tidak hanya menyangkut kemampuan peserta, tetapi juga kenyamanan dan ketenangan mereka menjelang penampilan.

“Kalau untuk teman-teman yang lain mungkin disiapkan dari sekarang, karena kan kebanyakan yang juara-juara itu mulainya enggak secara mendadak, belajarnya enggak secara mendadak,” katanya.

Sementara itu, tasyakuran MTQ Nasional XXXI dikemas dalam acara Jateng Bersholawat. Para kafilah dan masyarakat yang hadir diajak melantunkan selawat diiringi Majelis Sholawat Azzahir Pekalongan bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

Dalam acara tersebut, mauidzoh hasanah disampaikan oleh K.H. Ahmad Anwar Zahid dari Bojonegoro, Jawa Timur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu