Follow Us :              

Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang

  21 September 2026  |   11:00:00  |   dibaca : 237 
Kategori :
Bagikan :

Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang

21 September 2026 | 11:00:00 | dibaca : 237
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang
Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang
Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang
Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang
Peluang Kerja Terbuka Lebar, Pemprov Jateng Siapkan Tenaga Pengemudi Andal untuk Jepang

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyiapkan tenaga kerja terampil  untuk memenuhi kebutuhan pengemudi di Jepang. Hal ini sebagai tindak lanjut kerja sama antara Pemprov Jateng dengan 3eee Inc. Japan.

“Nanti Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja akan mendiskusikan dengan 3eee Inc. Japan,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat menerima audiensi CEO 3eee Inc. Japan, Norio Tanaka, dan Head of the President’s Office, Hideo Mori, di Kota Semarang pada Senin, 21 September 2026.

Ia mengatakan, penyiapan calon tenaga kerja dapat dilakukan dari pendidikan vokasi dan sekolah kejuruan. Salah satunya melalui tambahan pembelajaran bahasa Jepang sesuai level yang dibutuhkan untuk bekerja di negara tersebut.

Pemprov Jateng juga membuka peluang kolaborasi pendidikan bahasa dengan 3eee Inc, Japan, sehingga kemampuan calon tenaga kerja dapat disesuaikan dengan standar perusahaan maupun kebutuhan industri transportasi Jepang.

Selain kemampuan bahasa, pelatihan diarahkan pada kompetensi sebagai pengemudi, mulai dari keterampilan teknis, keselamatan transportasi, eco-driving, pemahaman regulasi, hingga pelayanan kepada penumpang.

Adapun peluang kerja di Jepang juga mengalami peningkatan. Penempatan pekerja migran asal Jawa Tengah ke Jateng naik dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025 atau sekitar 52%.

Head of the President’s Office 3eee Inc. Japan, Hideo Mori, mengatakan, keterlibatan pemerintah diperlukan agar proses penyiapan dan penempatan tenaga kerja memiliki mekanisme yang jelas serta memberikan kepastian bagi calon pekerja.

“Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya,” ucapnya.

Menurutnya, koordinasi juga diperlukan untuk menjembatani informasi mengenai visa dan ketentuan bekerja di Jepang.

Mori menilai, pembahasan tersebut perlu segera ditindaklanjuti, karena Jepang sedang menghadapi persoalan kekurangan tenaga kerja.

“Kekurangan tenaga kerja merupakan kondisi yang sedang terjadi sekarang. Karena itu, pembahasan seperti ini perlu dilakukan dan diputuskan secepat mungkin,” katanya.

Sementara itu, CEO 3eee Inc. Japan, Norio Tanaka, menambahkan, kebutuhan tenaga kerja berkaitan dengan perubahan demografi Jepang. Populasi penduduk Jepang yang saat ini sekitar 120 juta orang diperkirakan turun menjadi kurang dari 100 juta setelah tahun 2040, dengan sekitar 40% penduduk berada pada kelompok lanjut usia.

“Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka dapat membawa pulang pengetahuan maupun praktik maju dari Jepang dan memanfaatkannya untuk pembangunan Indonesia di masa depan,” ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyiapkan tenaga kerja terampil  untuk memenuhi kebutuhan pengemudi di Jepang. Hal ini sebagai tindak lanjut kerja sama antara Pemprov Jateng dengan 3eee Inc. Japan.

“Nanti Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja akan mendiskusikan dengan 3eee Inc. Japan,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat menerima audiensi CEO 3eee Inc. Japan, Norio Tanaka, dan Head of the President’s Office, Hideo Mori, di Kota Semarang pada Senin, 21 September 2026.

Ia mengatakan, penyiapan calon tenaga kerja dapat dilakukan dari pendidikan vokasi dan sekolah kejuruan. Salah satunya melalui tambahan pembelajaran bahasa Jepang sesuai level yang dibutuhkan untuk bekerja di negara tersebut.

Pemprov Jateng juga membuka peluang kolaborasi pendidikan bahasa dengan 3eee Inc, Japan, sehingga kemampuan calon tenaga kerja dapat disesuaikan dengan standar perusahaan maupun kebutuhan industri transportasi Jepang.

Selain kemampuan bahasa, pelatihan diarahkan pada kompetensi sebagai pengemudi, mulai dari keterampilan teknis, keselamatan transportasi, eco-driving, pemahaman regulasi, hingga pelayanan kepada penumpang.

Adapun peluang kerja di Jepang juga mengalami peningkatan. Penempatan pekerja migran asal Jawa Tengah ke Jateng naik dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025 atau sekitar 52%.

Head of the President’s Office 3eee Inc. Japan, Hideo Mori, mengatakan, keterlibatan pemerintah diperlukan agar proses penyiapan dan penempatan tenaga kerja memiliki mekanisme yang jelas serta memberikan kepastian bagi calon pekerja.

“Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya,” ucapnya.

Menurutnya, koordinasi juga diperlukan untuk menjembatani informasi mengenai visa dan ketentuan bekerja di Jepang.

Mori menilai, pembahasan tersebut perlu segera ditindaklanjuti, karena Jepang sedang menghadapi persoalan kekurangan tenaga kerja.

“Kekurangan tenaga kerja merupakan kondisi yang sedang terjadi sekarang. Karena itu, pembahasan seperti ini perlu dilakukan dan diputuskan secepat mungkin,” katanya.

Sementara itu, CEO 3eee Inc. Japan, Norio Tanaka, menambahkan, kebutuhan tenaga kerja berkaitan dengan perubahan demografi Jepang. Populasi penduduk Jepang yang saat ini sekitar 120 juta orang diperkirakan turun menjadi kurang dari 100 juta setelah tahun 2040, dengan sekitar 40% penduduk berada pada kelompok lanjut usia.

“Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka dapat membawa pulang pengetahuan maupun praktik maju dari Jepang dan memanfaatkannya untuk pembangunan Indonesia di masa depan,” ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu