Follow Us :              

Wagub Minta Forum Anak Jateng Aktif Jadi Pelopor sekaligus Pelapor

  02 October 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 22 
Kategori :
Bagikan :

Wagub Minta Forum Anak Jateng Aktif Jadi Pelopor sekaligus Pelapor

02 October 2026 | 08:00:00 | dibaca : 22
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wagub Minta Forum Anak Jateng Aktif Jadi Pelopor sekaligus Pelapor
Wagub Minta Forum Anak Jateng Aktif Jadi Pelopor sekaligus Pelapor
Wagub Minta Forum Anak Jateng Aktif Jadi Pelopor sekaligus Pelapor
Wagub Minta Forum Anak Jateng Aktif Jadi Pelopor sekaligus Pelapor
Wagub Minta Forum Anak Jateng Aktif Jadi Pelopor sekaligus Pelapor

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya peran Forum Anak Jawa Tengah sebagai pelopor perubahan menuju Indonesia Emas, sekaligus pelapor untuk melindungi teman sebaya dari berbagai persoalan sosial.

Hal itu disampaikannya saat membuka Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Jawa Tengah pada Jumat, 2 Oktober 2026 

Ia mengatakan, anak-anak tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut menjaga dan melindungi teman sebayanya.

“Harus mampu menjadi pelopor untuk perubahan menuju Indonesia emas, (meningkatkan) kualitas sumber daya manusianya, dan sekaligus menjadi pelapor untuk melindungi teman-teman kita, baik itu dari (persoalan) putus sekolah, pernikahan dini, dan kekerasan-kekerasan yang ada di lingkungan anak-anak,” ucap Wagub.

Menurutnya, keberadaan Forum Anak selama ini telah membantu pemerintah dalam menyuarakan berbagai persoalan anak. Salah satunya dalam mengampanyekan pentingnya pendidikan sekaligus mencegah perkawinan usia anak.

Wagub mengatakan, keberanian anak untuk menyuarakan pilihan melanjutkan pendidikan menjadi salah satu bentuk perubahan yang perlu terus diperkuat.

“Dengan adanya Forum Anak, sekarang banyak yang berani menyuarakan. Kami enggak nikah dulu, Pak. Kami masih ingin melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga meminta Forum Anak aktif terlibat dalam proses pembangunan. Wagub menyampaikan, pemerintah membutuhkan masukan langsung dari forum anak agar kebijakan yang disusun turut menjawab kebutuhan mereka.

“Kami butuh untuk kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kami butuh masukan dari anak-anak. Kami butuh anak-anak aktif dalam forum-forum yang ada di Jawa Tengah ini,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan, Forum Anak Jawa Tengah telah menjadi salah satu kanal untuk menangkap aspirasi anak dari berbagai daerah.

Forum tersebut telah berdiri sejak 2009 dan kini memiliki perwakilan di 35 kabupaten/kota. Selain menjadi ruang untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan kreativitas, Forum Anak juga dilibatkan dalam proses pembangunan melalui Musyawarah Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil), Musrenbang kabupaten/kota, hingga tingkat desa.

“Kalau mau tahu kejernihan suara anak di Jawa Tengah, maka bisa melalui Forum Anak Jawa Tengah,” ucapnya.

Ka DP3AP2KB Jateng menambahkan, peran Forum Anak juga berkembang dari sekadar menyampaikan aspirasi menjadi aksi melalui gerakan Jogo Konco. Gerakan ini mendorong anak untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan teman sebaya, termasuk menjadi bagian dari advokasi bagi anak yang mengalami perundungan.

“Jadi bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga bergerak dalam mengambil aksi,” ujarnya.

Upaya memperluas keterlibatan anak juga dilakukan melalui Forum Anak Go To School. Program tersebut telah menjangkau sekitar 200 sekolah dan melibatkan sekitar 30.000 anak setiap tahun. Materi yang diberikan, antara lain mengenai hak anak, kesehatan, perundungan, serta pencegahan perkawinan usia anak.

Sebagai informasi, Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 diikuti 100 anak dari Forum Anak Jawa Tengah dan Forum Anak Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Selain menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat jejaring, konferensi tahun ini sekaligus menjadi bagian dari reorganisasi kepengurusan untuk memilih Forum Anak Jawa Tengah generasi ke-10.

Ketua Forum Anak Nasional (FAN) Jateng, Prajnaputra Piyakusuma, mengatakan bahwa konferensi tidak semata sebagai program kerja, tetapi juga ruang bagi anak untuk saling bertukar pengalaman dan membawa pengetahuan baru ke daerah masing-masing.

“Kami berharap bahwa teman-teman bisa saling bertukar cerita, mendapatkan hal-hal baru, dan juga bisa membawa bekal bagi teman-teman pribadi dan teman-teman yang ada di kota kabupaten masing-masing,” katanya.

Konferensi tahun ini mengangkat tema “Lahir Berkali-kali untuk Kolaborasi Aksi”. Tema tersebut menggambarkan proses regenerasi Forum Anak yang terus melahirkan gagasan baru, sekaligus meneruskan gagasan baik dari generasi sebelumnya.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya peran Forum Anak Jawa Tengah sebagai pelopor perubahan menuju Indonesia Emas, sekaligus pelapor untuk melindungi teman sebaya dari berbagai persoalan sosial.

Hal itu disampaikannya saat membuka Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMD) Jawa Tengah pada Jumat, 2 Oktober 2026 

Ia mengatakan, anak-anak tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga ikut menjaga dan melindungi teman sebayanya.

“Harus mampu menjadi pelopor untuk perubahan menuju Indonesia emas, (meningkatkan) kualitas sumber daya manusianya, dan sekaligus menjadi pelapor untuk melindungi teman-teman kita, baik itu dari (persoalan) putus sekolah, pernikahan dini, dan kekerasan-kekerasan yang ada di lingkungan anak-anak,” ucap Wagub.

Menurutnya, keberadaan Forum Anak selama ini telah membantu pemerintah dalam menyuarakan berbagai persoalan anak. Salah satunya dalam mengampanyekan pentingnya pendidikan sekaligus mencegah perkawinan usia anak.

Wagub mengatakan, keberanian anak untuk menyuarakan pilihan melanjutkan pendidikan menjadi salah satu bentuk perubahan yang perlu terus diperkuat.

“Dengan adanya Forum Anak, sekarang banyak yang berani menyuarakan. Kami enggak nikah dulu, Pak. Kami masih ingin melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga meminta Forum Anak aktif terlibat dalam proses pembangunan. Wagub menyampaikan, pemerintah membutuhkan masukan langsung dari forum anak agar kebijakan yang disusun turut menjawab kebutuhan mereka.

“Kami butuh untuk kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kami butuh masukan dari anak-anak. Kami butuh anak-anak aktif dalam forum-forum yang ada di Jawa Tengah ini,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan, Forum Anak Jawa Tengah telah menjadi salah satu kanal untuk menangkap aspirasi anak dari berbagai daerah.

Forum tersebut telah berdiri sejak 2009 dan kini memiliki perwakilan di 35 kabupaten/kota. Selain menjadi ruang untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan kreativitas, Forum Anak juga dilibatkan dalam proses pembangunan melalui Musyawarah Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil), Musrenbang kabupaten/kota, hingga tingkat desa.

“Kalau mau tahu kejernihan suara anak di Jawa Tengah, maka bisa melalui Forum Anak Jawa Tengah,” ucapnya.

Ka DP3AP2KB Jateng menambahkan, peran Forum Anak juga berkembang dari sekadar menyampaikan aspirasi menjadi aksi melalui gerakan Jogo Konco. Gerakan ini mendorong anak untuk memiliki kepedulian terhadap persoalan teman sebaya, termasuk menjadi bagian dari advokasi bagi anak yang mengalami perundungan.

“Jadi bukan hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga bergerak dalam mengambil aksi,” ujarnya.

Upaya memperluas keterlibatan anak juga dilakukan melalui Forum Anak Go To School. Program tersebut telah menjangkau sekitar 200 sekolah dan melibatkan sekitar 30.000 anak setiap tahun. Materi yang diberikan, antara lain mengenai hak anak, kesehatan, perundungan, serta pencegahan perkawinan usia anak.

Sebagai informasi, Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 diikuti 100 anak dari Forum Anak Jawa Tengah dan Forum Anak Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Selain menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat jejaring, konferensi tahun ini sekaligus menjadi bagian dari reorganisasi kepengurusan untuk memilih Forum Anak Jawa Tengah generasi ke-10.

Ketua Forum Anak Nasional (FAN) Jateng, Prajnaputra Piyakusuma, mengatakan bahwa konferensi tidak semata sebagai program kerja, tetapi juga ruang bagi anak untuk saling bertukar pengalaman dan membawa pengetahuan baru ke daerah masing-masing.

“Kami berharap bahwa teman-teman bisa saling bertukar cerita, mendapatkan hal-hal baru, dan juga bisa membawa bekal bagi teman-teman pribadi dan teman-teman yang ada di kota kabupaten masing-masing,” katanya.

Konferensi tahun ini mengangkat tema “Lahir Berkali-kali untuk Kolaborasi Aksi”. Tema tersebut menggambarkan proses regenerasi Forum Anak yang terus melahirkan gagasan baru, sekaligus meneruskan gagasan baik dari generasi sebelumnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu