Follow Us :              

Ikut Lapak Ganjar, Usaha Tahu Bakso Udang Christina Aman Lewati Pandemi

  05 August 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 265 
Kategori :
Bagikan :


Ikut Lapak Ganjar, Usaha Tahu Bakso Udang Christina Aman Lewati Pandemi

05 August 2022 | 15:00:00 | dibaca : 265
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG – Semakin hari semakin banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaat Lapak Ganjar, salah satunya adalah Christina Agustine. Berpromosi di Lapak Ganjar, membuat usaha Tahu Bakso Udang miliknya, makin diburu pelanggan. 

“Saya coba-coba ikut mempromosikan. Saya kirim foto produk saya. Tag Pak Ganjar dan nomor WA (WhatsApps) saya, kemudian puji Tuhan, bisa di-repost di Lapak Ganjar,” ungkap Christina
ini di tempat usahanya yang berlokasi Kaliwiru, Kota Semarang, Jumat (5/8/2022). 

Akun instagram Lapak Ganjar memiliki hampir 30 ribu pengikut itu. Akun yang dibuat Gubernur tahun 2021 tersebut, sengaja dipakai khusu untuk membantu UMKM, agar mereka tetap bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi. 

“Ternyata, antusianya luar biasa. Setelah ikut Lapak Ganjar, alhamdulillah ramai. Permintaan produk yang biasanya hanya di seputaran Semarang, setelah ikut Lapak Ganjar permintaan dari luar kota meningkat,” sambungnya. 

Antusias masyarakat, dibuktikan dengan bermunculan reseller dari luar kota, seperti Solo, dan Cilacap dan lainnya. Tidak hanya itu, jumlah permintaan dari luar kota juga bertambah. Permintaan datang dari Yogyakarta, Pati, Kudus, Ungaran, Salatiga, Bekasi, Bandung Jabar, Jakarta, hingga Surabaya Jatim. 

“Waktu saya tanya (para reseller dan pelanggan), tahu kalau ada tahu bakso udang dari mana? Ternyata dari program Lapak Ganjar itu,” tutur Christina mengenang. 

Cristina mengungkapkan, usaha tahu bakso udang miliknya dimulai 2019. Keunikan produk dan kualitas produknya, membuat pelanggan Christina sering memesan ulang. “Karena yang beredar selama ini tahu bakso dari isian daging sapi dan ayam, makanya saya berinovasi untuk menciptakan tahu bakso yang isinya dari daging udang. Saya membuat tahu bakso dengan isian baksonya dari daging udang segar pilihan, atau bukan dari sari pati udang," jelasnya. 

Peningkatan omzet berkat Lapak Ganjar dicontohkan dengan membandingkan penjualan produknya di Kota Solo yang semula 10 boks per pekan, naik menjadi 50-70 boks per pekan. Seiring peningkatan itu, perekonomian keluarga Christina juga berangsur meningkat. Terlebih usaha ini merupakan pemasukan utama setelah suami Christina terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19. 

“Ternyata dengan kami berdua menseriusi usaha ini dan ada program Lapak Ganjar, semua kebutuhan tiap bulan, sekolah, cicilan motor, listrik, dan segala macam lama-kelamaan tetap bisa teratasi," pungkas Christina.


Bagikan :

SEMARANG – Semakin hari semakin banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaat Lapak Ganjar, salah satunya adalah Christina Agustine. Berpromosi di Lapak Ganjar, membuat usaha Tahu Bakso Udang miliknya, makin diburu pelanggan. 

“Saya coba-coba ikut mempromosikan. Saya kirim foto produk saya. Tag Pak Ganjar dan nomor WA (WhatsApps) saya, kemudian puji Tuhan, bisa di-repost di Lapak Ganjar,” ungkap Christina
ini di tempat usahanya yang berlokasi Kaliwiru, Kota Semarang, Jumat (5/8/2022). 

Akun instagram Lapak Ganjar memiliki hampir 30 ribu pengikut itu. Akun yang dibuat Gubernur tahun 2021 tersebut, sengaja dipakai khusu untuk membantu UMKM, agar mereka tetap bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi. 

“Ternyata, antusianya luar biasa. Setelah ikut Lapak Ganjar, alhamdulillah ramai. Permintaan produk yang biasanya hanya di seputaran Semarang, setelah ikut Lapak Ganjar permintaan dari luar kota meningkat,” sambungnya. 

Antusias masyarakat, dibuktikan dengan bermunculan reseller dari luar kota, seperti Solo, dan Cilacap dan lainnya. Tidak hanya itu, jumlah permintaan dari luar kota juga bertambah. Permintaan datang dari Yogyakarta, Pati, Kudus, Ungaran, Salatiga, Bekasi, Bandung Jabar, Jakarta, hingga Surabaya Jatim. 

“Waktu saya tanya (para reseller dan pelanggan), tahu kalau ada tahu bakso udang dari mana? Ternyata dari program Lapak Ganjar itu,” tutur Christina mengenang. 

Cristina mengungkapkan, usaha tahu bakso udang miliknya dimulai 2019. Keunikan produk dan kualitas produknya, membuat pelanggan Christina sering memesan ulang. “Karena yang beredar selama ini tahu bakso dari isian daging sapi dan ayam, makanya saya berinovasi untuk menciptakan tahu bakso yang isinya dari daging udang. Saya membuat tahu bakso dengan isian baksonya dari daging udang segar pilihan, atau bukan dari sari pati udang," jelasnya. 

Peningkatan omzet berkat Lapak Ganjar dicontohkan dengan membandingkan penjualan produknya di Kota Solo yang semula 10 boks per pekan, naik menjadi 50-70 boks per pekan. Seiring peningkatan itu, perekonomian keluarga Christina juga berangsur meningkat. Terlebih usaha ini merupakan pemasukan utama setelah suami Christina terkena pemutusan hubungan kerja akibat pandemi Covid-19. 

“Ternyata dengan kami berdua menseriusi usaha ini dan ada program Lapak Ganjar, semua kebutuhan tiap bulan, sekolah, cicilan motor, listrik, dan segala macam lama-kelamaan tetap bisa teratasi," pungkas Christina.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu