Follow Us :              

Sinergi Dapur Umum dan Relawan, Pemprov Jateng Pastikan Logistik para Pengungsi Aman

  19 January 2026  |   11:15:00  |   dibaca : 39 
Kategori :
Bagikan :


Sinergi Dapur Umum dan Relawan, Pemprov Jateng Pastikan Logistik para Pengungsi Aman

19 January 2026 | 11:15:00 | dibaca : 39
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

PEKALONGAN – Di balik terpenuhinya kebutuhan makanan ribuan warga terdampak banjir di Kota Pekalongan, ada kerja senyap para relawan yang bergerak tanpa lelah. 

Sejak banjir merendam permukiman warga, relawan dari berbagai lembaga turun langsung untuk mengelola dapur umum, menghimpun bantuan, hingga mendistribusikan makanan ke lokasi-lokasi pengungsian hingga tuntas.

Relawan dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Ulil Albab, menyampaikan bahwa dapur umum yang dikelola secara kolaboratif oleh berbagai lembaga ini mampu memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari. 

“Sehari bisa sekitar 2.000 porsi. Kita guyub rukun, dari LPBINU, LAZISNU, dan lembaga-lembaga lainnya, gotong royong menyalurkan bantuan dari masyarakat,” ujarnya di Posko NU Peduli Bencana Kota Pekalongan, Gedung Aswaja pada Senin, 19 Januari 2026. 

Ulil mengatakan, dapur umum tersebut direncanakan akan terus beroperasi hingga kondisi di wilayah terdampak banjir benar-benar pulih.

 “Semua yang peduli terlibat. Dapur ini jalan terus sampai banjir surut,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan apresiasi terhadap kerja nyata para relawan. Ia menilai, koordinasi yang baik menjadi kunci utama agar bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. 

“Mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, sehingga pendistribusian logistik dan makanan tidak dobel-dobel. Itu yang paling utama,” ucapnya saat meninjau lokasi posko. 

Wagub juga mengapresiasi kemampuan para relawan dalam menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. 

“Mereka ternyata juga punya relawan, sehingga daerah yang tidak bisa dijangkau, bisa dijangkau untuk mendistribusikan makanan. Kemarin ada 3.000 porsi, hari ini 2.000 porsi,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran relawan dengan dapur umum yang terkelola rapi ini menjadi penopang penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. 

Di tengah keterbatasan akibat banjir, kerja kolektif yang solid untuk memastikan kebutuhan warga tetap aman dan terpenuhi menjadi bukti kuatnya nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh dan mengakar di masyarakat.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta, berupa kebutuhan logistik, paket perlengkapan kebutuhan dasar, makanan dan non-permakanan, satu ton beras, serta obat-obatan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Pekalongan per Senin, 19 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, banjir berdampak pada 8.692 KK di Kecamatan Pekalongan Barat, Timur, Selatan dan Utara. Tercatat, ada 2.400 jiwa yang mengungsi di 24 posko pengungsian.


Bagikan :

PEKALONGAN – Di balik terpenuhinya kebutuhan makanan ribuan warga terdampak banjir di Kota Pekalongan, ada kerja senyap para relawan yang bergerak tanpa lelah. 

Sejak banjir merendam permukiman warga, relawan dari berbagai lembaga turun langsung untuk mengelola dapur umum, menghimpun bantuan, hingga mendistribusikan makanan ke lokasi-lokasi pengungsian hingga tuntas.

Relawan dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Ulil Albab, menyampaikan bahwa dapur umum yang dikelola secara kolaboratif oleh berbagai lembaga ini mampu memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari. 

“Sehari bisa sekitar 2.000 porsi. Kita guyub rukun, dari LPBINU, LAZISNU, dan lembaga-lembaga lainnya, gotong royong menyalurkan bantuan dari masyarakat,” ujarnya di Posko NU Peduli Bencana Kota Pekalongan, Gedung Aswaja pada Senin, 19 Januari 2026. 

Ulil mengatakan, dapur umum tersebut direncanakan akan terus beroperasi hingga kondisi di wilayah terdampak banjir benar-benar pulih.

 “Semua yang peduli terlibat. Dapur ini jalan terus sampai banjir surut,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan apresiasi terhadap kerja nyata para relawan. Ia menilai, koordinasi yang baik menjadi kunci utama agar bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. 

“Mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, sehingga pendistribusian logistik dan makanan tidak dobel-dobel. Itu yang paling utama,” ucapnya saat meninjau lokasi posko. 

Wagub juga mengapresiasi kemampuan para relawan dalam menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses. 

“Mereka ternyata juga punya relawan, sehingga daerah yang tidak bisa dijangkau, bisa dijangkau untuk mendistribusikan makanan. Kemarin ada 3.000 porsi, hari ini 2.000 porsi,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran relawan dengan dapur umum yang terkelola rapi ini menjadi penopang penting bagi pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. 

Di tengah keterbatasan akibat banjir, kerja kolektif yang solid untuk memastikan kebutuhan warga tetap aman dan terpenuhi menjadi bukti kuatnya nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh dan mengakar di masyarakat.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta, berupa kebutuhan logistik, paket perlengkapan kebutuhan dasar, makanan dan non-permakanan, satu ton beras, serta obat-obatan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana.

Berdasarkan data dari BPBD Kota Pekalongan per Senin, 19 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, banjir berdampak pada 8.692 KK di Kecamatan Pekalongan Barat, Timur, Selatan dan Utara. Tercatat, ada 2.400 jiwa yang mengungsi di 24 posko pengungsian.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu