Follow Us :              

Peringati Hari Lahir Pancasila, Gubernur Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa

  01 June 2026  |   07:00:00  |   dibaca : 91 
Kategori :
Bagikan :


Peringati Hari Lahir Pancasila, Gubernur Tegaskan Pancasila Perekat Persatuan Bangsa

01 June 2026 | 07:00:00 | dibaca : 91
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi perekat persatuan bangsa. Karena itu, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 1 Juni 2026. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

“Nilai Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Maka harus kita dengungkan,” ucapnya.

Menurutnya Pancasila harus menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan. Di Jawa Tengah, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan berpikir bagi seluruh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan, keberagaman suku, bahasa, ras, dan latar belakang sosial yang dimiliki bangsa Indonesia harus disatukan oleh semangat Pancasila. Dengan demikian, perbedaan tidak menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga persatuan.

“Apa pun suku, bangsa, bahasa, maupun ras, tetap Pancasila sebagai perekat kita,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, nilai-nilai Pancasila terus diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan gerakan nyata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Di antaranya melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), Kecamatan Berdaya, Pesantren Obah, Kartu Zilenial, 1 KK 1 Rumah Layak Huni, Mageri Segoro, daycare untuk buruh, dan berbagai program lainnya yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam amanat tersebut, kepala daerah diminta memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” demikian amanat Kepala BPIP.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus menjadi perekat persatuan bangsa. Karena itu, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 1 Juni 2026. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”

“Nilai Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Maka harus kita dengungkan,” ucapnya.

Menurutnya Pancasila harus menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai tantangan dan persoalan. Di Jawa Tengah, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan berpikir bagi seluruh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menambahkan, keberagaman suku, bahasa, ras, dan latar belakang sosial yang dimiliki bangsa Indonesia harus disatukan oleh semangat Pancasila. Dengan demikian, perbedaan tidak menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga persatuan.

“Apa pun suku, bangsa, bahasa, maupun ras, tetap Pancasila sebagai perekat kita,” ujarnya.

Gubernur mengatakan, nilai-nilai Pancasila terus diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan gerakan nyata Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Di antaranya melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), Kecamatan Berdaya, Pesantren Obah, Kartu Zilenial, 1 KK 1 Rumah Layak Huni, Mageri Segoro, daycare untuk buruh, dan berbagai program lainnya yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Dalam amanat tersebut, kepala daerah diminta memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” demikian amanat Kepala BPIP.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu