Follow Us :              

Fluktuasi Harga di Tengah Kenaikan BBM, Gubernur Imbau Semua Pihak Berperan

  03 October 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 175 
Kategori :
Bagikan :


Fluktuasi Harga di Tengah Kenaikan BBM, Gubernur Imbau Semua Pihak Berperan

03 October 2022 | 10:00:00 | dibaca : 175
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG- Pada Rapat Koordinasi Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Kota se Jawa Tengah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kembali mengimbau agar seluruh komponen masyarakat siaga menghadapi inflasi akibat kenaikan harga BBM. Jajaran Forkopimda ia diminta membantu para petani dengan membeli komoditi yang mengalami penurunan penjualan. 

"Kalau harganya Rp500 perak 1 kg, sementara harapan mereka 2000 1 kg, kita bangun solidaritas, kita beli bareng-bareng," imbaunya pada Rakor bertajuk Menjaga Stabilitas Keamanan Wilayah Jawa Tengah dalam Penanganan Dampak Kenaikan Harga BBM dan isu-isu strategis yang diselenggarakan di Gradhika Bhakti Praja, (3/10/2022). 

Selain itu pada para Forkopimda, Gubernur  juga telah melakukan serangkaian langkah lain, diantaranya denga meminta bantuan dari BUMN maupun BUMD untuk ikut membantu permasalahah harga komoditas ini. 

"Ini ada dari BI kita minta bantuan, ada dari Pertamina ada dari Bulog, ada dari BUMD kita untuk ikut memantau harga cabai, bawang merah masih naik turun, tapi mendekati stabil. Tapi 3 komoditas saya dilapori anjlok cukup dahsyat, kol, tomat, sawi, kami lagi menggerakkan dinas perdagangan dan dinas pertanian biar bisa langsung eksekusi." 

Terkait distribusi BLT BBM yang masih rawan terjadi kecurangan, Gubernur mengusulkan dibentuk satuan tugas khusus yang mengawal pelaksanaan program tersebut di lapangan. 

"Penyalahgunaan BBM masih banyak, maka kalau kemudian dari hasil rapat ini kalau perlu kita bikin satgas Pak, apakah nanti dari kepolisian yang turun lapangan atau dari kejaksaan yang menatau agar tidak ada toleransi dari kejadian ini" tegasnya. 

Selain satgas, Gubernur juga meminta  pemerintah daerah aktif mengajak seluruh masyarakat untuk ikut terlibat menawasi distribusi BLT BBM, termasuk mahasiswa. Pelibatan mahasiswa juga bisa dilakukan. Mahasiswa dengan pemikiran kritisnya akan sangat membantu mengawasi penyaluran BLT sehingga bisa terhindar dari penyalahgunaan dan penyelewengan. 

"Kami dorong kawan-kawan mahasiswa demonnya dipindah, demonya mengawasi pelaksanaan BLT. Jadi BLT di cek Anda ikut menyertai masyarakat di sana dan tidak boleh ada potongan apapun." 

Saat membuka rakor, Gubernur sempat mengajak peserta rakor untuk mendoakan para korban yang gugur pada tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (3/10). Gubernur berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran semua pihak.

“Kita tentu mengantisipasi itu agar tidak terjadi di Jawa Tengah. Kita belajar betul dengan apa yang terjadi di Malang kemarin,” ujarnya. 

Terkait kelanjutan seri Liga 1 khususnya di Kota Semarang. Di mana PSIS Semarang harusnya Minggu (2/10) kemarin menjamu Bhayangkara FC di Stadion Jatidiri, Gubernur terus berkoordinasi dengan para penegak hukum terkait. 

“Kita siapkan caranya bagaimana agar tidak ada persoalan seperti itu. Ini menjadi serius karena Liga Eropa saja kemarin juga menyampaikan duka mendalam dan FIFA "melotot". Hari ini semua beritanya tentang itu dan ini coba kita jaga (jaga citra sepakbola Indonesia),” ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG- Pada Rapat Koordinasi Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Kota se Jawa Tengah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kembali mengimbau agar seluruh komponen masyarakat siaga menghadapi inflasi akibat kenaikan harga BBM. Jajaran Forkopimda ia diminta membantu para petani dengan membeli komoditi yang mengalami penurunan penjualan. 

"Kalau harganya Rp500 perak 1 kg, sementara harapan mereka 2000 1 kg, kita bangun solidaritas, kita beli bareng-bareng," imbaunya pada Rakor bertajuk Menjaga Stabilitas Keamanan Wilayah Jawa Tengah dalam Penanganan Dampak Kenaikan Harga BBM dan isu-isu strategis yang diselenggarakan di Gradhika Bhakti Praja, (3/10/2022). 

Selain itu pada para Forkopimda, Gubernur  juga telah melakukan serangkaian langkah lain, diantaranya denga meminta bantuan dari BUMN maupun BUMD untuk ikut membantu permasalahah harga komoditas ini. 

"Ini ada dari BI kita minta bantuan, ada dari Pertamina ada dari Bulog, ada dari BUMD kita untuk ikut memantau harga cabai, bawang merah masih naik turun, tapi mendekati stabil. Tapi 3 komoditas saya dilapori anjlok cukup dahsyat, kol, tomat, sawi, kami lagi menggerakkan dinas perdagangan dan dinas pertanian biar bisa langsung eksekusi." 

Terkait distribusi BLT BBM yang masih rawan terjadi kecurangan, Gubernur mengusulkan dibentuk satuan tugas khusus yang mengawal pelaksanaan program tersebut di lapangan. 

"Penyalahgunaan BBM masih banyak, maka kalau kemudian dari hasil rapat ini kalau perlu kita bikin satgas Pak, apakah nanti dari kepolisian yang turun lapangan atau dari kejaksaan yang menatau agar tidak ada toleransi dari kejadian ini" tegasnya. 

Selain satgas, Gubernur juga meminta  pemerintah daerah aktif mengajak seluruh masyarakat untuk ikut terlibat menawasi distribusi BLT BBM, termasuk mahasiswa. Pelibatan mahasiswa juga bisa dilakukan. Mahasiswa dengan pemikiran kritisnya akan sangat membantu mengawasi penyaluran BLT sehingga bisa terhindar dari penyalahgunaan dan penyelewengan. 

"Kami dorong kawan-kawan mahasiswa demonnya dipindah, demonya mengawasi pelaksanaan BLT. Jadi BLT di cek Anda ikut menyertai masyarakat di sana dan tidak boleh ada potongan apapun." 

Saat membuka rakor, Gubernur sempat mengajak peserta rakor untuk mendoakan para korban yang gugur pada tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (3/10). Gubernur berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran semua pihak.

“Kita tentu mengantisipasi itu agar tidak terjadi di Jawa Tengah. Kita belajar betul dengan apa yang terjadi di Malang kemarin,” ujarnya. 

Terkait kelanjutan seri Liga 1 khususnya di Kota Semarang. Di mana PSIS Semarang harusnya Minggu (2/10) kemarin menjamu Bhayangkara FC di Stadion Jatidiri, Gubernur terus berkoordinasi dengan para penegak hukum terkait. 

“Kita siapkan caranya bagaimana agar tidak ada persoalan seperti itu. Ini menjadi serius karena Liga Eropa saja kemarin juga menyampaikan duka mendalam dan FIFA "melotot". Hari ini semua beritanya tentang itu dan ini coba kita jaga (jaga citra sepakbola Indonesia),” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu