Follow Us :              

Gubernur Upayakan Perbaikan Jembatan Juwero Kendal Dilakukan Secepatnya

  21 October 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 155 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Upayakan Perbaikan Jembatan Juwero Kendal Dilakukan Secepatnya

21 October 2022 | 15:00:00 | dibaca : 155
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KENDAL - Di bawah guyuran hujan lebat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung Jembatan Juwero, Jumat (21/10/2022). Jembatan ini rusak diterjang banjir pada Kamis (13/10). Guna bisa dilakukan perbaikan secepatnya, Gubernur akan segera bersurat ke Direktur Utama Perhutani. 

Jembatan Juwero yang terletak di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kendal merupakan aset Perhutani dengan sebagian besar kontruksi lama peninggalan Belanda, dan sebagian bangunan baru. Biasanya, jembatan itu menjadi akses pihak perhutani dan petani setempat untuk mengelola pertanian. 

"Kondisi ini menurut saya perlu mendapatkan perhatian. Karena jembatan ini masih dipakai untuk lalu lintas masyarakat dan ini kebetulan milik Perhutani. Jadi, beberapa hari lalu dilapori jembatan ini ambruk hari kamis seminggu lalu. Gambarnya menakutkan. Jadi kita harus cepat merespon," terang Gubernur. 

Akibat diterjang banjir, tiang dan kabel penyangga jembatan roboh akibat talud penahan rusak. Kondisi jembatan sangat berbahaya bagi masyarakat yang melintas. Agar perbaikan jembatan tersebut bisa segera dilakukan, Gubernur telah menghubungi para pihak terkait. 

"Secara teknis sudah dirapatkan. Pemkab Kendal juga sudah, Perhutani sudah. Dan kita harus ada tindakan teknis cepat untuk menyelamatkan," tegasnya. 

Gubernur  juga telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah berkait dengan teknis perbaikannya. 

"Teknis di lapangan tadi kata Kepala Dinas PU, menyatakan bagaimana kalau diangkat di reposisi dulu baru kemudian dibuat perlakuan-perlakuannya. Ini harus cepat karena cuaca lagi tidak bagus," imbuhnya. 

Menghindari adanya korban, Gubernur  mengimbau kepada warga untuk tidak melintas di jembatan sebelum ada perbaikan. "Distop dulu jangan ada yang melintas, ini bahaya. Nanti kita segera kirim surat resminya tapi sore ini saya mau kirim ke Dirut perhutani dulu agar direspon cepat," tandasnya.


Bagikan :

KENDAL - Di bawah guyuran hujan lebat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung Jembatan Juwero, Jumat (21/10/2022). Jembatan ini rusak diterjang banjir pada Kamis (13/10). Guna bisa dilakukan perbaikan secepatnya, Gubernur akan segera bersurat ke Direktur Utama Perhutani. 

Jembatan Juwero yang terletak di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh, Kendal merupakan aset Perhutani dengan sebagian besar kontruksi lama peninggalan Belanda, dan sebagian bangunan baru. Biasanya, jembatan itu menjadi akses pihak perhutani dan petani setempat untuk mengelola pertanian. 

"Kondisi ini menurut saya perlu mendapatkan perhatian. Karena jembatan ini masih dipakai untuk lalu lintas masyarakat dan ini kebetulan milik Perhutani. Jadi, beberapa hari lalu dilapori jembatan ini ambruk hari kamis seminggu lalu. Gambarnya menakutkan. Jadi kita harus cepat merespon," terang Gubernur. 

Akibat diterjang banjir, tiang dan kabel penyangga jembatan roboh akibat talud penahan rusak. Kondisi jembatan sangat berbahaya bagi masyarakat yang melintas. Agar perbaikan jembatan tersebut bisa segera dilakukan, Gubernur telah menghubungi para pihak terkait. 

"Secara teknis sudah dirapatkan. Pemkab Kendal juga sudah, Perhutani sudah. Dan kita harus ada tindakan teknis cepat untuk menyelamatkan," tegasnya. 

Gubernur  juga telah berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah berkait dengan teknis perbaikannya. 

"Teknis di lapangan tadi kata Kepala Dinas PU, menyatakan bagaimana kalau diangkat di reposisi dulu baru kemudian dibuat perlakuan-perlakuannya. Ini harus cepat karena cuaca lagi tidak bagus," imbuhnya. 

Menghindari adanya korban, Gubernur  mengimbau kepada warga untuk tidak melintas di jembatan sebelum ada perbaikan. "Distop dulu jangan ada yang melintas, ini bahaya. Nanti kita segera kirim surat resminya tapi sore ini saya mau kirim ke Dirut perhutani dulu agar direspon cepat," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu