Follow Us :              

Jadi Peserta RAC 2023, Sekda dan Ibu Gubernur Bantu Galang Dana Bagi Penderita Kanker

  05 February 2023  |   07:00:00  |   dibaca : 704 
Kategori :
Bagikan :


Jadi Peserta RAC 2023, Sekda dan Ibu Gubernur Bantu Galang Dana Bagi Penderita Kanker

05 February 2023 | 07:00:00 | dibaca : 704
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno dan istri Gubernur Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo mengikuti event Run Against Cancer (RAC) 2023. Bersama 2.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia, melalui ajang ini, mereka bergerak bersama menggalang dana untuk membantu penderita kanker.

Usai melakukan pelepasan untuk kategori 10K, Sekda langsung bergabung bersama ribuan pelari  berkeliling Kota Semarang sejauh 10 kilometer pada Minggu (5/2/2023) pagi. Sedangkan Atikoh Ganjar Pranowo selaku Brand Ambassador RAC 2023,  turun di kategori Ultra 100K dengan start Kebun Raya Gunung Tidar Magelang Sabtu (4/2/2023) dan finish Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, Minggu (5/2 Februari) dinihari.

Sekda mengapreasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Cabang Semarang tersebut. Selain menyehatkan, menurut Sekda, RAC 2023 juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan dini penyakit kanker.

"Mencegah jauh lebih penting, lebih baik, dan lebih bagus daripada mengobati. Dengan olahraga lari ini adalah bagian untuk menjaga kesehatan. Kalau masalah kanker, mungkin dari teman-teman YKI bahwa para penderita kanker yang perlu disupport adalah psikologisnya," kata Sekda dalam sambutannya. 

Menurut Sekda, tidak sedikit para penderita kanker akan mengalami gangguan psikologis usai divonis kanker oleh dokter. Sehingga pendampingan yang melibatkan psikolog sangat penting bagi para penderita kanker. 

"Terimakasih dan mohon bantuan menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa kesehatan itu sangat penting dan olahraga adalah salah satu bagian menjaga kesehatan. Terlebih salah satu penyebab kanker adalah kurang olahraga," ujarnya.

Ketua Panitia RAC 2023, DR dr Budi Setiawan menjelaskan, kegiatan RAC selain untuk edukasi pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah dini kanker, juga untuk donasi Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Koordinator Semarang. Total peserta sekitar 2.500 orang. Untuk kategori Ultra Run 100K sebanyak 200 peserta, sedangkan yang lainnya, atau sekitar 2.300 peserta mengikuti RAC 10K dan 5K.

"Acara ini diselenggarakan guna menggalang dana untuk rumah singgah YKI. Saat ini sudah terkumpul dari para peserta sebagai pahlawan kemanusiaan sebanyak Rp 893 juta. Kami berterimaksih kepada semua pihak yang telah membantu RAC ini, terutama ibu Atikoh Ganjar Pranowo yang berkenan menjadi Brand Ambassador RAC 2023,  juga Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan semua stakeholder," jelasnya. 

Sekda mengapresiasi Perhompedin Cabang Semarang terus berupaya untuk membantu pemerintah menurunkan angka kasus kanker. Turut diterangkan, minimnya pengetahuan masyarakat tentang kanker, membuat upaya penyembuhan menjadi lebih sulit. Data RSUP dr Kariadi mencatat, tidak sedikit pasien kanker yang datang ke rumah sakit sudah kondisi stadium 4 atau lanjut, sehingga pengobatan hanya bisa memperpanjang survival.


Bagikan :

SEMARANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno dan istri Gubernur Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo mengikuti event Run Against Cancer (RAC) 2023. Bersama 2.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia, melalui ajang ini, mereka bergerak bersama menggalang dana untuk membantu penderita kanker.

Usai melakukan pelepasan untuk kategori 10K, Sekda langsung bergabung bersama ribuan pelari  berkeliling Kota Semarang sejauh 10 kilometer pada Minggu (5/2/2023) pagi. Sedangkan Atikoh Ganjar Pranowo selaku Brand Ambassador RAC 2023,  turun di kategori Ultra 100K dengan start Kebun Raya Gunung Tidar Magelang Sabtu (4/2/2023) dan finish Kelenteng Sam Poo Kong Semarang, Minggu (5/2 Februari) dinihari.

Sekda mengapreasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Cabang Semarang tersebut. Selain menyehatkan, menurut Sekda, RAC 2023 juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pencegahan dini penyakit kanker.

"Mencegah jauh lebih penting, lebih baik, dan lebih bagus daripada mengobati. Dengan olahraga lari ini adalah bagian untuk menjaga kesehatan. Kalau masalah kanker, mungkin dari teman-teman YKI bahwa para penderita kanker yang perlu disupport adalah psikologisnya," kata Sekda dalam sambutannya. 

Menurut Sekda, tidak sedikit para penderita kanker akan mengalami gangguan psikologis usai divonis kanker oleh dokter. Sehingga pendampingan yang melibatkan psikolog sangat penting bagi para penderita kanker. 

"Terimakasih dan mohon bantuan menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa kesehatan itu sangat penting dan olahraga adalah salah satu bagian menjaga kesehatan. Terlebih salah satu penyebab kanker adalah kurang olahraga," ujarnya.

Ketua Panitia RAC 2023, DR dr Budi Setiawan menjelaskan, kegiatan RAC selain untuk edukasi pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah dini kanker, juga untuk donasi Rumah Singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Koordinator Semarang. Total peserta sekitar 2.500 orang. Untuk kategori Ultra Run 100K sebanyak 200 peserta, sedangkan yang lainnya, atau sekitar 2.300 peserta mengikuti RAC 10K dan 5K.

"Acara ini diselenggarakan guna menggalang dana untuk rumah singgah YKI. Saat ini sudah terkumpul dari para peserta sebagai pahlawan kemanusiaan sebanyak Rp 893 juta. Kami berterimaksih kepada semua pihak yang telah membantu RAC ini, terutama ibu Atikoh Ganjar Pranowo yang berkenan menjadi Brand Ambassador RAC 2023,  juga Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, dan semua stakeholder," jelasnya. 

Sekda mengapresiasi Perhompedin Cabang Semarang terus berupaya untuk membantu pemerintah menurunkan angka kasus kanker. Turut diterangkan, minimnya pengetahuan masyarakat tentang kanker, membuat upaya penyembuhan menjadi lebih sulit. Data RSUP dr Kariadi mencatat, tidak sedikit pasien kanker yang datang ke rumah sakit sudah kondisi stadium 4 atau lanjut, sehingga pengobatan hanya bisa memperpanjang survival.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu