Follow Us :              

Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKHIT

  20 October 2025  |   07:30:00  |   dibaca : 1137 
Kategori :
Bagikan :

Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKHIT

20 October 2025 | 07:30:00 | dibaca : 1137
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKHIT
Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKHIT
Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKHIT
Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKHIT
Tingkatkan Ekspor Produk Unggulan, Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan BKHIT

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat sinergi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jateng, untuk meningkatkan ekspor produk unggulan. 

Dalam waktu dekat, Jateng juga akan melepas ekspor produk unggulan hewan, ikan, dan tumbuhan dalam jumlah besar ke berbagai negara.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah, Willy Indra Yunani, mengatakan bahwa Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan perhatian yang sangat besar terhadap ekspor produk hewan, ikan, dan tumbuhan. 

"Beliau sangat concern (perhatian) terhadap produk-produk tersertifikasi untuk ekspor dari Jawa Tengah. Balai Karantina Jateng nanti akan ada go export, nanti akan dilepas Gubernur dan Kepala Badan, agendanya awal November 2025," ucapnya usai beraudiensi dengan Gubernur Jateng di kantornya pada Senin, 20 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, potensi ekspor produk hewan, ikan, dan tumbuhan di Jateng sangat besar. Hal itu ditunjukkan dengan ekspor sejumlah komoditas yang tercatat meningkat secara signifikan.

"Negara tujuan ekspor ada Amerika, Tiongkok, dan beberapa negara Asia lainnya," katanya.

Adapun jumlah sertifikasi ekspor di Jateng periode Januari-September 2025, terdiri dari karantina hewan ada 448 sertifikasi, karantina ikan 2.548 sertifikasi, dan karantina tumbuhan 15.809 sertifikasi. Sebagai informasi, sertifikat ekspor adalah dokumen resmi yang menyatakan bahwa suatu barang memenuhi persyaratan standar tertentu untuk diekspor ke negara tujuan.

Komoditas unggulan karantina hewan adalah sarang burung walet, sebanyak 35,386 kg senilai Rp1,27 triliun. Ada sebanyak 14 negara tujuan ekspor sarang burung walet, termasuk China, AS, Jepang, dan Australia. Sementara itu, komoditas karantina hewan lainnya, yakni bulu bebek, kulit kambing, minyak jelantah, dan sebagainya. 

Komoditas unggulan karantina ikan terdiri dari cumi-cumi, udang, layur, tuna, rajungan, dan rumput laut. Berbagai komoditas tersebut diekspor ke lebih dari 15 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Portugal, dan Selandia Baru.

Komoditas unggulan karantina tumbuhan ada kayu olahan, kayu albasia, sengon, veneer, kayu lapis, serta bunga melati segar, yang diekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Afrika.

"Kayu olahan kita banyak diminati di mancanegara. Untuk bidang ikan ada ikan segar, cumi, udang. Hampir setiap hari ada pengiriman ke negara tujuan yang tersertifikasi," ucap Willy.

Terkait ekspor produk ke Amerika Serikat, Willy mengungkapkan, Jateng tidak terlalu terpengaruh oleh kebijakan dari Donald Trump. Secara ekonomi, produk yang ada sekarang terutama yang dihasilkan oleh Jateng, tidak banyak terdampak. Grafik pengiriman ekspor juga masih cukup signifikan.

"Ekspor ke Amerika itu banyak kayu olahan dan furnitur. Amerika butuh produk itu dari kita, kayu olahan yang sudah berbentuk mebel," katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan bahwa di tengah tantangan global, ekspor dari Jateng masih cukup bagus, khususnya untuk produk hewan, ikan, dan tumbuhan. Ia menyampaikan, tentunya hal ini harus terus didukung, dijaga, dan ditingkatkan.

"Sinergi antara Pemprov Jateng dengan Balai Karantina kita dorong untuk hal ini," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperkuat sinergi dengan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jateng, untuk meningkatkan ekspor produk unggulan. 

Dalam waktu dekat, Jateng juga akan melepas ekspor produk unggulan hewan, ikan, dan tumbuhan dalam jumlah besar ke berbagai negara.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Tengah, Willy Indra Yunani, mengatakan bahwa Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan perhatian yang sangat besar terhadap ekspor produk hewan, ikan, dan tumbuhan. 

"Beliau sangat concern (perhatian) terhadap produk-produk tersertifikasi untuk ekspor dari Jawa Tengah. Balai Karantina Jateng nanti akan ada go export, nanti akan dilepas Gubernur dan Kepala Badan, agendanya awal November 2025," ucapnya usai beraudiensi dengan Gubernur Jateng di kantornya pada Senin, 20 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, potensi ekspor produk hewan, ikan, dan tumbuhan di Jateng sangat besar. Hal itu ditunjukkan dengan ekspor sejumlah komoditas yang tercatat meningkat secara signifikan.

"Negara tujuan ekspor ada Amerika, Tiongkok, dan beberapa negara Asia lainnya," katanya.

Adapun jumlah sertifikasi ekspor di Jateng periode Januari-September 2025, terdiri dari karantina hewan ada 448 sertifikasi, karantina ikan 2.548 sertifikasi, dan karantina tumbuhan 15.809 sertifikasi. Sebagai informasi, sertifikat ekspor adalah dokumen resmi yang menyatakan bahwa suatu barang memenuhi persyaratan standar tertentu untuk diekspor ke negara tujuan.

Komoditas unggulan karantina hewan adalah sarang burung walet, sebanyak 35,386 kg senilai Rp1,27 triliun. Ada sebanyak 14 negara tujuan ekspor sarang burung walet, termasuk China, AS, Jepang, dan Australia. Sementara itu, komoditas karantina hewan lainnya, yakni bulu bebek, kulit kambing, minyak jelantah, dan sebagainya. 

Komoditas unggulan karantina ikan terdiri dari cumi-cumi, udang, layur, tuna, rajungan, dan rumput laut. Berbagai komoditas tersebut diekspor ke lebih dari 15 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, Portugal, dan Selandia Baru.

Komoditas unggulan karantina tumbuhan ada kayu olahan, kayu albasia, sengon, veneer, kayu lapis, serta bunga melati segar, yang diekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Afrika.

"Kayu olahan kita banyak diminati di mancanegara. Untuk bidang ikan ada ikan segar, cumi, udang. Hampir setiap hari ada pengiriman ke negara tujuan yang tersertifikasi," ucap Willy.

Terkait ekspor produk ke Amerika Serikat, Willy mengungkapkan, Jateng tidak terlalu terpengaruh oleh kebijakan dari Donald Trump. Secara ekonomi, produk yang ada sekarang terutama yang dihasilkan oleh Jateng, tidak banyak terdampak. Grafik pengiriman ekspor juga masih cukup signifikan.

"Ekspor ke Amerika itu banyak kayu olahan dan furnitur. Amerika butuh produk itu dari kita, kayu olahan yang sudah berbentuk mebel," katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan bahwa di tengah tantangan global, ekspor dari Jateng masih cukup bagus, khususnya untuk produk hewan, ikan, dan tumbuhan. Ia menyampaikan, tentunya hal ini harus terus didukung, dijaga, dan ditingkatkan.

"Sinergi antara Pemprov Jateng dengan Balai Karantina kita dorong untuk hal ini," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu