Follow Us :              

Cegah Kasus Polio, Wagub Dorong Vaksinasi di Jateng

  26 October 2025  |   07:00:00  |   dibaca : 409 
Kategori :
Bagikan :

Cegah Kasus Polio, Wagub Dorong Vaksinasi di Jateng

26 October 2025 | 07:00:00 | dibaca : 409
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Cegah Kasus Polio, Wagub Dorong Vaksinasi di Jateng
Cegah Kasus Polio, Wagub Dorong Vaksinasi di Jateng
Cegah Kasus Polio, Wagub Dorong Vaksinasi di Jateng
Cegah Kasus Polio, Wagub Dorong Vaksinasi di Jateng
Cegah Kasus Polio, Wagub Dorong Vaksinasi di Jateng

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong agar vaksinasi polio kembali diintensifkan untuk mencegah dan memberantas polio. 

Sebagai informasi, polio adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen. Penyakit yang disebabkan oleh virus polio ini bisa menyerang siapa saja, umumnya anak usia di bawah 5 tahun (balita), terutama yang belum melakukan imunisasi. 

"Kami perlu melakukan kampanye untuk vaksinasi polio, karena setelah adanya covid-19, kegiatan vaksin polio menurun,” ucapnya saat menghadiri acara Rotary Fun Run 2025 dalam rangka World Polio Day 2025 di Awanncosta, POJ City, Kota Semarang pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Penurunan angka vaksinasi polio, tentunya berdampak pada munculnya kasus polio di Indonesia, termasuk Jateng. Pada tahun 2023, ditemukan 1 kasus polio pada anak usia 6 tahun di Kabupaten Klaten. Diketahui, sebelumnya anak tersebut tidak mendapatkan vaksinasi lengkap.

"Walaupun satu, penyakit polio ini kan menular, sehingga ini harus tetap kita lakukan skrining (pengecekan) polio, caranya dengan vaksinasi pada anak-anak," ucap Wagub.

Dengan digelarnya acara World Polio Day 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Rotary Club District 3420 dan 3410. Tak hanya dimeriahkan dengan gelaran Rotary Fun Run 2025, acara ini juga diisi dengan edukasi tentang pencegahan polio serta vaksinasi serentak kepada anak-anak se-Indonesia.

"Ini menjadi (sarana untuk meningkatkan) awareness (kesadaran) kita bersama, kami mengimbau kepada masyarakat untuk vaksin (polio)," ujarnya.

Wagub menyampaikan, skrining dan vaksinasi juga akan diintegrasikan dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dilaksanakan di desa-desa yang ada di Jawa Tengah. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna bagi masyarakat.

"Nanti bisa kita integrasikan dengan Speling,” ucapnya. 

Sebelumnya, District Governor Rotary Distrik 3420, Dyah Anggraeni, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan lembaganya terhadap pemberantasan polio.

“Rotary adalah organisasi nonpolitik dan nonagama yang memiliki tujuh fokus pengabdian, salah satunya tentang kesehatan. Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi polio,” ujarnya.

Kegiatan Rotary Fun Run 2025 melibatkan ribuan peserta di Kota Semarang, dengan rute lari sejauh 3km, 5km, dan 10km. Dalam acara tersebut, juga dilakukan penetesan vaksin polio secara simbolis. Berbagai kegiatan dari Rotary ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye dan ajakan kepada masyarakat agar tidak ragu melakukan vaksinasi polio.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong agar vaksinasi polio kembali diintensifkan untuk mencegah dan memberantas polio. 

Sebagai informasi, polio adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen. Penyakit yang disebabkan oleh virus polio ini bisa menyerang siapa saja, umumnya anak usia di bawah 5 tahun (balita), terutama yang belum melakukan imunisasi. 

"Kami perlu melakukan kampanye untuk vaksinasi polio, karena setelah adanya covid-19, kegiatan vaksin polio menurun,” ucapnya saat menghadiri acara Rotary Fun Run 2025 dalam rangka World Polio Day 2025 di Awanncosta, POJ City, Kota Semarang pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Penurunan angka vaksinasi polio, tentunya berdampak pada munculnya kasus polio di Indonesia, termasuk Jateng. Pada tahun 2023, ditemukan 1 kasus polio pada anak usia 6 tahun di Kabupaten Klaten. Diketahui, sebelumnya anak tersebut tidak mendapatkan vaksinasi lengkap.

"Walaupun satu, penyakit polio ini kan menular, sehingga ini harus tetap kita lakukan skrining (pengecekan) polio, caranya dengan vaksinasi pada anak-anak," ucap Wagub.

Dengan digelarnya acara World Polio Day 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Rotary Club District 3420 dan 3410. Tak hanya dimeriahkan dengan gelaran Rotary Fun Run 2025, acara ini juga diisi dengan edukasi tentang pencegahan polio serta vaksinasi serentak kepada anak-anak se-Indonesia.

"Ini menjadi (sarana untuk meningkatkan) awareness (kesadaran) kita bersama, kami mengimbau kepada masyarakat untuk vaksin (polio)," ujarnya.

Wagub menyampaikan, skrining dan vaksinasi juga akan diintegrasikan dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dilaksanakan di desa-desa yang ada di Jawa Tengah. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna bagi masyarakat.

"Nanti bisa kita integrasikan dengan Speling,” ucapnya. 

Sebelumnya, District Governor Rotary Distrik 3420, Dyah Anggraeni, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan lembaganya terhadap pemberantasan polio.

“Rotary adalah organisasi nonpolitik dan nonagama yang memiliki tujuh fokus pengabdian, salah satunya tentang kesehatan. Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya vaksinasi polio,” ujarnya.

Kegiatan Rotary Fun Run 2025 melibatkan ribuan peserta di Kota Semarang, dengan rute lari sejauh 3km, 5km, dan 10km. Dalam acara tersebut, juga dilakukan penetesan vaksin polio secara simbolis. Berbagai kegiatan dari Rotary ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye dan ajakan kepada masyarakat agar tidak ragu melakukan vaksinasi polio.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu