Follow Us :              

Stunting dan TBC Masih Jadi Persoalan Serius, Gubernur Terus Gencarkan Program Speling

  31 October 2025  |   08:00:00  |   dibaca : 244 
Kategori :
Bagikan :


Stunting dan TBC Masih Jadi Persoalan Serius, Gubernur Terus Gencarkan Program Speling

31 October 2025 | 08:00:00 | dibaca : 244
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa stunting dan tuberkulosis (TBC) menjadi permasalahan mendasar bidang kesehatan di Indonesia. 

"Jadi ini permasalahan kita bersama dan memerlukan penanganan yang sangat cepat. Presiden sudah perintahkan kepada kabinet untuk percepatan," ucapnya didampingi Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., usai menghadiri pembukaan Forum Ilmiah Tahunan dan Musyawarah Kerja Nasional Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Kota Semarang pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Ia juga menyoroti rawannya penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis) atau sebaliknya. contohnya rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kasusnya tinggi, juga penyakit lain yang dipicu oleh hewan, seperti malaria dan demam berdarah.

"Nah inilah peran sentral dari para ahli kesehatan masyarakat (AKM), yang pendekatannya tidak hanya dengan perangkat teknis medis yang klinikal, tetapi juga sosial dan gaya hidup, termasuk kesehatan hewan dan kesehatan alam," katanya.

Menko PMK menyebut, sinergi lintas sektor juga sangat penting dalam menangani masalah kesehatan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Gubernur Jateng dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan penanganan kemiskinan di provinsinya.

"Gubernur Jateng ini luar biasa aktif dalam urusan ini, menyinergikan berbagai macam program di lapangan, dengan mengajak kampus dan para ahli kesehatan masyarakat untuk bersama-sama menangani," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritasnya.   

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jateng berusaha memberikan pelayanan paripurna di bidang kesehatan melalui program Speling yang menjangkau masyarakat di desa-desa. Hingga 13 Oktober 2025, program tersebut sudah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan total 64.278 jiwa penerima manfaat.

Gubernur sempat membahas terkait screening dan tracing (pelacakan) kasus TBC di Jateng, yang juga diintegrasikan dengan program Speling. Adapun skrining TBC dilakukan dengan menggunakan alat portable pemeriksaan TBC. 

"Program Speling kita sangat dirasakan oleh masyarakat. Untuk TBC kita butuh alat yang mobilitasnya bisa mencapai desa, saat ini masih kurang," ujarnya.

Maka dari itu, ia mendorong adanya penambahan alat tersebut untuk mempercepat penanganan dan pencegahan TBC di wilayahnya.

Gubernur menambahkan, Pemprov Jateng juga berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota, serta rumah sakit milik pemerintah dan swasta untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Termasuk kampus, kami libatkan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematiknya,” katanya.


Bagikan :

SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa stunting dan tuberkulosis (TBC) menjadi permasalahan mendasar bidang kesehatan di Indonesia. 

"Jadi ini permasalahan kita bersama dan memerlukan penanganan yang sangat cepat. Presiden sudah perintahkan kepada kabinet untuk percepatan," ucapnya didampingi Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., usai menghadiri pembukaan Forum Ilmiah Tahunan dan Musyawarah Kerja Nasional Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Kota Semarang pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Ia juga menyoroti rawannya penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis) atau sebaliknya. contohnya rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kasusnya tinggi, juga penyakit lain yang dipicu oleh hewan, seperti malaria dan demam berdarah.

"Nah inilah peran sentral dari para ahli kesehatan masyarakat (AKM), yang pendekatannya tidak hanya dengan perangkat teknis medis yang klinikal, tetapi juga sosial dan gaya hidup, termasuk kesehatan hewan dan kesehatan alam," katanya.

Menko PMK menyebut, sinergi lintas sektor juga sangat penting dalam menangani masalah kesehatan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Gubernur Jateng dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan penanganan kemiskinan di provinsinya.

"Gubernur Jateng ini luar biasa aktif dalam urusan ini, menyinergikan berbagai macam program di lapangan, dengan mengajak kampus dan para ahli kesehatan masyarakat untuk bersama-sama menangani," ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritasnya.   

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jateng berusaha memberikan pelayanan paripurna di bidang kesehatan melalui program Speling yang menjangkau masyarakat di desa-desa. Hingga 13 Oktober 2025, program tersebut sudah menjangkau 595 desa di 35 kabupaten/kota, dengan total 64.278 jiwa penerima manfaat.

Gubernur sempat membahas terkait screening dan tracing (pelacakan) kasus TBC di Jateng, yang juga diintegrasikan dengan program Speling. Adapun skrining TBC dilakukan dengan menggunakan alat portable pemeriksaan TBC. 

"Program Speling kita sangat dirasakan oleh masyarakat. Untuk TBC kita butuh alat yang mobilitasnya bisa mencapai desa, saat ini masih kurang," ujarnya.

Maka dari itu, ia mendorong adanya penambahan alat tersebut untuk mempercepat penanganan dan pencegahan TBC di wilayahnya.

Gubernur menambahkan, Pemprov Jateng juga berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota, serta rumah sakit milik pemerintah dan swasta untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Termasuk kampus, kami libatkan dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematiknya,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu