Follow Us :              

Peringati Hakordia, Gubernur Tegaskan Komitmen Antikorupsi dari Desa Hingga Kota

  04 December 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 735 
Kategori :
Bagikan :


Peringati Hakordia, Gubernur Tegaskan Komitmen Antikorupsi dari Desa Hingga Kota

04 December 2025 | 09:00:00 | dibaca : 735
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H, S.St, M.K. meminta jajarannya menekankan budaya integritas agar terhindar dari praktik korupsi. 

Hal itu disampaikan saat acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Kamis, 4 Desember 2025.  

 “Seperti disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kita membiasakan diri setiap hari sebagai hari antikorupsi,” katanya.

Ia juga mendorong bupati / wali kota di wilayahnya untuk memperluas gerakan antikorupsi dari desa hingga kota. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya pencegahan korupsi. Skor Monitoring Center Prevention (MCP) KPK untuk Pemprov Jateng pada 2024 tembus 90,8; sementara nilai Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) pada 2023–2024 berada di angka 98,29 atau tertinggi nasional.

Selain itu, Jawa Tengah merupakan satu-satunya provinsi kategori “terjaga” dalam Indeks Integritas KPK dengan nilai 79,47. Jateng juga menjadi provinsi dengan desa antikorupsi terbanyak, yakni 113 desa di 29 kabupaten.

Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, mengapresiasi kinerja antikorupsi Jawa Tengah. Menurutnya, provinsi ini sudah berada pada jalur yang tepat dalam memperkuat pencegahan korupsi.

“Jawa Tengah ini hasil MCP-nya cukup bagus,” kata Setyo.

Ia menekankan bahwa proses survei MCP dilakukan secara objektif, melibatkan pegawai, masyarakat, hingga para ahli. Menurutnya, MCP bukan sekadar angka, tetapi cerminan kinerja sebuah lembaga.

“Kalau ada yang kurang, ya diperbaiki. Yang sudah bagus, tingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar komitmen antikorupsi tidak berhenti di seremoni. 

“Setiap hari harus jadi hari antikorupsi, bukan hanya 9 Desember,” pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H, S.St, M.K. meminta jajarannya menekankan budaya integritas agar terhindar dari praktik korupsi. 

Hal itu disampaikan saat acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, pada Kamis, 4 Desember 2025.  

 “Seperti disampaikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kita membiasakan diri setiap hari sebagai hari antikorupsi,” katanya.

Ia juga mendorong bupati / wali kota di wilayahnya untuk memperluas gerakan antikorupsi dari desa hingga kota. 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya pencegahan korupsi. Skor Monitoring Center Prevention (MCP) KPK untuk Pemprov Jateng pada 2024 tembus 90,8; sementara nilai Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) pada 2023–2024 berada di angka 98,29 atau tertinggi nasional.

Selain itu, Jawa Tengah merupakan satu-satunya provinsi kategori “terjaga” dalam Indeks Integritas KPK dengan nilai 79,47. Jateng juga menjadi provinsi dengan desa antikorupsi terbanyak, yakni 113 desa di 29 kabupaten.

Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto, mengapresiasi kinerja antikorupsi Jawa Tengah. Menurutnya, provinsi ini sudah berada pada jalur yang tepat dalam memperkuat pencegahan korupsi.

“Jawa Tengah ini hasil MCP-nya cukup bagus,” kata Setyo.

Ia menekankan bahwa proses survei MCP dilakukan secara objektif, melibatkan pegawai, masyarakat, hingga para ahli. Menurutnya, MCP bukan sekadar angka, tetapi cerminan kinerja sebuah lembaga.

“Kalau ada yang kurang, ya diperbaiki. Yang sudah bagus, tingkatkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar komitmen antikorupsi tidak berhenti di seremoni. 

“Setiap hari harus jadi hari antikorupsi, bukan hanya 9 Desember,” pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu