Follow Us :              

Siksorogo Lawu Ultra 2025 Berlangsung Meriah, Dongkrak Pariwisata Karanganyar 

  07 December 2025  |   05:00:00  |   dibaca : 3265 
Kategori :
Bagikan :

Siksorogo Lawu Ultra 2025 Berlangsung Meriah, Dongkrak Pariwisata Karanganyar 

07 December 2025 | 05:00:00 | dibaca : 3265
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Siksorogo Lawu Ultra 2025 Berlangsung Meriah, Dongkrak Pariwisata Karanganyar 
Siksorogo Lawu Ultra 2025 Berlangsung Meriah, Dongkrak Pariwisata Karanganyar 
Siksorogo Lawu Ultra 2025 Berlangsung Meriah, Dongkrak Pariwisata Karanganyar 
Siksorogo Lawu Ultra 2025 Berlangsung Meriah, Dongkrak Pariwisata Karanganyar 
Siksorogo Lawu Ultra 2025 Berlangsung Meriah, Dongkrak Pariwisata Karanganyar 

Foto : Sigit (Humas Jateng)

KARANGANYAR - Gelaran lomba lari Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 yang berlangsung di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu- Minggu, 6-7 Desember 2025 berlangsung meriah. Event tahunan ini kembali menjadi magnet bagi lebih dari 5.000 peserta dari berbagai daerah dan negara. 

Tingginya antusiasme peserta berdampak besar bagi pariwisata, penginapan, UMKM, hingga ekonomi masyarakat sekitar. Bahkan, perputaran ekonomi pada event tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, kegiatan pariwisata olahraga atau sport tourism seperti ini mampu menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, event olahraga berbasis alam mampu menarik ribuan pengunjung dengan mudah, sehingga memberi efek ganda bagi berbagai sektor. 

Sekda juga menilai penyelenggaraan SLU 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, sejalan dengan bertambahnya jumlah peserta. Tahun ini, panitia membuka enam kategori lari, yakni 7 km, 15 km, 30 km, 50 km, 80 km, dan 120 km.

"Alhamdulillah untuk penyelenggaraan  tahun 2025 ini menurut pengamatan saya jauh lebih baik dibanding tahun 2024 kemarin. Mudah-mudahan ini menjadi trigger (pemicu) untuk wisata di Jawa Tengah ya," kata Sekda usai mengikuti kompetisi tersebut pada Minggu, 7 Desember 2025. 

Meski demikian, Sumarno menyebut ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi, seperti penguatan standar keselamatan peserta serta pelibatan masyarakat lokal. Kehadiran warga sebagai cheering atau penyemangat di sepanjang jalur dinilai mampu menambah atmosfer positif bagi para pelari.

Salah satu peserta asal Kota Surakarta, Chandra Ashiddiq (35), mengatakan, telah menemui banyak pelari yang datang dari luar Kabupaten Karanganyar. Ia berharap penyelenggaraan pada tahun depan semakin ditingkatkan agar mampu menarik lebih banyak peminat.

Menurut Chandra, antusiasme masyarakat dan pelaku wisata terlihat jelas. Banyak destinasi wisata, penginapan, hingga homestay penuh selama gelaran SLU.

“Tadi saya bahkan bertemu teman dari Makassar yang jauh-jauh datang ke sini. Ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata di Kabupaten Karanganyar benar-benar bergairah,” kata Chandra yang mengikuti kategori 7 km.


Bagikan :

KARANGANYAR - Gelaran lomba lari Siksorogo Lawu Ultra (SLU) 2025 yang berlangsung di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu- Minggu, 6-7 Desember 2025 berlangsung meriah. Event tahunan ini kembali menjadi magnet bagi lebih dari 5.000 peserta dari berbagai daerah dan negara. 

Tingginya antusiasme peserta berdampak besar bagi pariwisata, penginapan, UMKM, hingga ekonomi masyarakat sekitar. Bahkan, perputaran ekonomi pada event tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, kegiatan pariwisata olahraga atau sport tourism seperti ini mampu menjadi salah satu instrumen penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, event olahraga berbasis alam mampu menarik ribuan pengunjung dengan mudah, sehingga memberi efek ganda bagi berbagai sektor. 

Sekda juga menilai penyelenggaraan SLU 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, sejalan dengan bertambahnya jumlah peserta. Tahun ini, panitia membuka enam kategori lari, yakni 7 km, 15 km, 30 km, 50 km, 80 km, dan 120 km.

"Alhamdulillah untuk penyelenggaraan  tahun 2025 ini menurut pengamatan saya jauh lebih baik dibanding tahun 2024 kemarin. Mudah-mudahan ini menjadi trigger (pemicu) untuk wisata di Jawa Tengah ya," kata Sekda usai mengikuti kompetisi tersebut pada Minggu, 7 Desember 2025. 

Meski demikian, Sumarno menyebut ada beberapa aspek yang perlu dievaluasi, seperti penguatan standar keselamatan peserta serta pelibatan masyarakat lokal. Kehadiran warga sebagai cheering atau penyemangat di sepanjang jalur dinilai mampu menambah atmosfer positif bagi para pelari.

Salah satu peserta asal Kota Surakarta, Chandra Ashiddiq (35), mengatakan, telah menemui banyak pelari yang datang dari luar Kabupaten Karanganyar. Ia berharap penyelenggaraan pada tahun depan semakin ditingkatkan agar mampu menarik lebih banyak peminat.

Menurut Chandra, antusiasme masyarakat dan pelaku wisata terlihat jelas. Banyak destinasi wisata, penginapan, hingga homestay penuh selama gelaran SLU.

“Tadi saya bahkan bertemu teman dari Makassar yang jauh-jauh datang ke sini. Ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata di Kabupaten Karanganyar benar-benar bergairah,” kata Chandra yang mengikuti kategori 7 km.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu