Follow Us :              

Pedagang Pasar Bintoro Sebut Minyakita Langka, Wagub Segera Perintahkan OPD Cek Distributor

  09 March 2026  |   16:00:00  |   dibaca : 115 
Kategori :
Bagikan :


Pedagang Pasar Bintoro Sebut Minyakita Langka, Wagub Segera Perintahkan OPD Cek Distributor

09 March 2026 | 16:00:00 | dibaca : 115
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Bintaro, Kabupaten Demak pada Senin, 9 Maret 2026 sore. 

Dalam kunjungan itu, ia mendengar keluhan dari sejumlah pedagang terkait langkanya MinyaKita di pasaran. Selain itu, minyak goreng bersubsidi itu juga mengalami kenaikan harga. 

“Bahan kebutuhan pokok lain masih wajar harganya. Beras, bawang merah, kemiri, masih wajar. Yang harganya naik minyak goreng. Apalagi MinyaKita, harga naik dan barangnya langka," ucap Marni, salah seorang pedagang.

Ia mengatakan, konsumen suka menggunakan MinyaKita, karena volumenya yang penuh 1 liter. Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. 

“Sekarang ada yang menjual Rp18 ribu, itu pun barangnya nggak ada," keluhnya. 

Menanggapi hal tersebut, Wagub menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengecekan ke distributor yang menyalurkan minyak goreng di Pasar Bintoro. 

Dalam kunjungan itu, Wagub juga sempat menyapa masyarakat yang berada di sekitar pasar. Ia juga berbincang-bincang dengan para penarik becak di pasar serta membagikan bantuan sembako.


Bagikan :

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Bintaro, Kabupaten Demak pada Senin, 9 Maret 2026 sore. 

Dalam kunjungan itu, ia mendengar keluhan dari sejumlah pedagang terkait langkanya MinyaKita di pasaran. Selain itu, minyak goreng bersubsidi itu juga mengalami kenaikan harga. 

“Bahan kebutuhan pokok lain masih wajar harganya. Beras, bawang merah, kemiri, masih wajar. Yang harganya naik minyak goreng. Apalagi MinyaKita, harga naik dan barangnya langka," ucap Marni, salah seorang pedagang.

Ia mengatakan, konsumen suka menggunakan MinyaKita, karena volumenya yang penuh 1 liter. Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. 

“Sekarang ada yang menjual Rp18 ribu, itu pun barangnya nggak ada," keluhnya. 

Menanggapi hal tersebut, Wagub menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengecekan ke distributor yang menyalurkan minyak goreng di Pasar Bintoro. 

Dalam kunjungan itu, Wagub juga sempat menyapa masyarakat yang berada di sekitar pasar. Ia juga berbincang-bincang dengan para penarik becak di pasar serta membagikan bantuan sembako.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu