Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
SEMARANG — Selama bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri 1447 hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng telah membagikan sebanyak 8.000 paket paket sembako senilai Rp2 miliar.
Bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), yang sebagian besar berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng.
Terbaru, sebanyak 600 paket sembako dibagikan kepada pedagang kaki lima, penyapu jalan, tukang parkir, panti asuhan, sampai marbot masjid dan musala yang ada di sekitar lingkungan Kantor Gubernur. Pembagian sembako dilakukan langsung oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.; Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; dan Ketua Baznas Jateng, K.H. Ahmad Darodji, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026.
"Karena ini mau lebaran, jadi biar semua orang juga bisa bungah (gembira) menyambut Lebaran, maka ada ide dari Gubernur Jawa Tengah agar teman-teman itu kita beri bantuan sembako. Hari ini kami siap 600 paket," ucap Ketua Baznas Jateng, K.H. Ahmad Darodji.
Ia menjelaskan, pembagian sembako disambut antusiasme para penerima manfaat. Bahkan, mereka merasa senang dengan adanya bantuan tersebut.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, pembagian sembako bagi warga yang membutuhkan menjadi salah satu upaya untuk menciptakan ikatan sosial dengan masyarakat. Bahkan, ia sudah menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng untuk melakukan hal yang sama di sekitar kantornya, sehingga tidak ada jarak antara masyarakat dengan pemerintah.
"Sebelumnya juga sudah ada kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan untuk supeltas (sukarelawan lalu lintas), tukang parkir, penjaga masjid, hingga penjaga makam di Ungaran dan Banyumanik," katanya.
Pembagian sembako gratis ini manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Sebagaimana disampaikan oleh Sunadi, seorang tenaga kebersihan atau penyapu jalan di Jalan Dr. Sutomo dan Menteri Supeno.
"Alhamdulillah. Senang dan sangat membantu. Bisa buat Lebaran," ujarnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Maryanto. Warga asal Sragen yang saban hari berjualan kerupuk di Kota Semarang itu mengaku senang karena mendapatkan sembako yang berisi beras, mi instan, minyak goreng, dan lainnya.
"Ini bermanfaat, saya bawa pulang untuk keluarga," ujarnya.
SEMARANG — Selama bulan Ramadan dan menyambut Idulfitri 1447 hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng telah membagikan sebanyak 8.000 paket paket sembako senilai Rp2 miliar.
Bantuan yang disalurkan berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), yang sebagian besar berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng.
Terbaru, sebanyak 600 paket sembako dibagikan kepada pedagang kaki lima, penyapu jalan, tukang parkir, panti asuhan, sampai marbot masjid dan musala yang ada di sekitar lingkungan Kantor Gubernur. Pembagian sembako dilakukan langsung oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.; Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno; dan Ketua Baznas Jateng, K.H. Ahmad Darodji, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026.
"Karena ini mau lebaran, jadi biar semua orang juga bisa bungah (gembira) menyambut Lebaran, maka ada ide dari Gubernur Jawa Tengah agar teman-teman itu kita beri bantuan sembako. Hari ini kami siap 600 paket," ucap Ketua Baznas Jateng, K.H. Ahmad Darodji.
Ia menjelaskan, pembagian sembako disambut antusiasme para penerima manfaat. Bahkan, mereka merasa senang dengan adanya bantuan tersebut.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, pembagian sembako bagi warga yang membutuhkan menjadi salah satu upaya untuk menciptakan ikatan sosial dengan masyarakat. Bahkan, ia sudah menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng untuk melakukan hal yang sama di sekitar kantornya, sehingga tidak ada jarak antara masyarakat dengan pemerintah.
"Sebelumnya juga sudah ada kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan untuk supeltas (sukarelawan lalu lintas), tukang parkir, penjaga masjid, hingga penjaga makam di Ungaran dan Banyumanik," katanya.
Pembagian sembako gratis ini manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Sebagaimana disampaikan oleh Sunadi, seorang tenaga kebersihan atau penyapu jalan di Jalan Dr. Sutomo dan Menteri Supeno.
"Alhamdulillah. Senang dan sangat membantu. Bisa buat Lebaran," ujarnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Maryanto. Warga asal Sragen yang saban hari berjualan kerupuk di Kota Semarang itu mengaku senang karena mendapatkan sembako yang berisi beras, mi instan, minyak goreng, dan lainnya.
"Ini bermanfaat, saya bawa pulang untuk keluarga," ujarnya.
Berita Terbaru