Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
SALATIGA — Jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB lebih. Matahari pun mulai bergeser ke ujung barat Kota Salatiga.
Sore itu, suasana di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Woro Wiloso, Kota Salatiga pada Jumat, 13 Maret 2026 nampak berbeda. Senja itu diwarnai keceriaan dan riuh suara anak-anak.
Persiapan berbuka puasa mereka pun tidak seperti biasanya. Sebab, sore itu mereka ditemani langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.
Orang nomor satu di Jateng itu sengaja datang ke salah satu panti pelayanan sosial yang ada di wilayahnya. Sambutan dari 130 anak yang tinggal di panti pun sangat hangat dan penuh keceriaan.
Sembari menunggu buka, Gubernur sempat memberikan pesan dan semangat bagi anak-anak, agar mereka berani bermimpi dan mewujudkannya dengan usaha, kerja keras, dan giat belajar.
"Adik-adik di sini harus bergembira semua. Harus punya semangat dan mimpi yang indah. Harus punya cita-cita setinggi langit, karena adik-adik tidak sendiri, selalu diperhatikan, dan statusnya sama dengan adik-adik di luar sana. Tidak boleh berkecil hati dan rendah diri," ucapnya kepada ratusan anak panti.
Ia menyampaikan, panti merupakan wadah bersama yang penuh kerukunan dan kebersamaan. Semua yang di sini satu nasib. Hal ini jelas tidak menutup kemungkinan bahwa warga panti kelak menjadi pemimpin masa depan di Jateng.
"Kita harus bermimpi dan bercita-cita tinggi. Mimpi harus diwujudkan dengan kerja nyata dan kemauan," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menerima beberapa pertanyaan dari anak-anak. Salah satunya terkait bagaimana cara kita memiliki daya saing secara global di tengah era digitalisasi. Pertanyaan tersebut datang dari seorang anak bernama Sofiyatun, pelajar SMK jurusan desain komunikasi visual (DKV). Selain itu, ada pertanyaan bagaimana cara mendapatkan beasiswa.
"Kita punya sekolah vokasi dan SMK yang sudah match and link dengan perusahaan. Juga ada beasiswa khusus untuk anak panti yang mau lanjut kuliah," ucap Wagub.
Di tengah kehangatan itu, Gubernur menawarkan kepada anak-anak Panti Woro Wiloso untuk merayakan Lebaran bersama di Kantor Gubernur. Bahkan, ia secara tegas meminta Dinas Sosial dan pengelola panti untuk memfasilitasi agar anak-anak datang ke Rumah Rakyat pada Lebaran nanti.
"Mau kan datang ke Kantor Gubernur? Lebaran nanti kita ajak anak-anak ke Gubernuran. Saya undang langsung untuk berlebaran di rumah gubernur. Semua di sini harus ikut," ucapnya.
SALATIGA — Jarum jam sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB lebih. Matahari pun mulai bergeser ke ujung barat Kota Salatiga.
Sore itu, suasana di Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Woro Wiloso, Kota Salatiga pada Jumat, 13 Maret 2026 nampak berbeda. Senja itu diwarnai keceriaan dan riuh suara anak-anak.
Persiapan berbuka puasa mereka pun tidak seperti biasanya. Sebab, sore itu mereka ditemani langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.
Orang nomor satu di Jateng itu sengaja datang ke salah satu panti pelayanan sosial yang ada di wilayahnya. Sambutan dari 130 anak yang tinggal di panti pun sangat hangat dan penuh keceriaan.
Sembari menunggu buka, Gubernur sempat memberikan pesan dan semangat bagi anak-anak, agar mereka berani bermimpi dan mewujudkannya dengan usaha, kerja keras, dan giat belajar.
"Adik-adik di sini harus bergembira semua. Harus punya semangat dan mimpi yang indah. Harus punya cita-cita setinggi langit, karena adik-adik tidak sendiri, selalu diperhatikan, dan statusnya sama dengan adik-adik di luar sana. Tidak boleh berkecil hati dan rendah diri," ucapnya kepada ratusan anak panti.
Ia menyampaikan, panti merupakan wadah bersama yang penuh kerukunan dan kebersamaan. Semua yang di sini satu nasib. Hal ini jelas tidak menutup kemungkinan bahwa warga panti kelak menjadi pemimpin masa depan di Jateng.
"Kita harus bermimpi dan bercita-cita tinggi. Mimpi harus diwujudkan dengan kerja nyata dan kemauan," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menerima beberapa pertanyaan dari anak-anak. Salah satunya terkait bagaimana cara kita memiliki daya saing secara global di tengah era digitalisasi. Pertanyaan tersebut datang dari seorang anak bernama Sofiyatun, pelajar SMK jurusan desain komunikasi visual (DKV). Selain itu, ada pertanyaan bagaimana cara mendapatkan beasiswa.
"Kita punya sekolah vokasi dan SMK yang sudah match and link dengan perusahaan. Juga ada beasiswa khusus untuk anak panti yang mau lanjut kuliah," ucap Wagub.
Di tengah kehangatan itu, Gubernur menawarkan kepada anak-anak Panti Woro Wiloso untuk merayakan Lebaran bersama di Kantor Gubernur. Bahkan, ia secara tegas meminta Dinas Sosial dan pengelola panti untuk memfasilitasi agar anak-anak datang ke Rumah Rakyat pada Lebaran nanti.
"Mau kan datang ke Kantor Gubernur? Lebaran nanti kita ajak anak-anak ke Gubernuran. Saya undang langsung untuk berlebaran di rumah gubernur. Semua di sini harus ikut," ucapnya.
Berita Terbaru