Follow Us :              

Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas di Jalan Tol, Jateng Siapkan One Way Lokal

  16 March 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 307 
Kategori :
Bagikan :


Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas di Jalan Tol, Jateng Siapkan One Way Lokal

16 March 2026 | 13:00:00 | dibaca : 307
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik Lebaran 2026. 

Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026. Kepadatan lalu lintas diprediksi akan dimulai dari KM 70 ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek, sampai KM 421 ruas Jalan Tol Semarang menuju Solo. 

"Kami mengantisipasi dengan melaksanakan one way lokal apabila terjadi kemacetan di wilayah Kota Semarang, untuk ditarik sampai dengan ke arah Bawen," ucap Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, saat menyampaikan paparan mengenai Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idulfitri Tahun 2026 di Gerbang Tol Kalikangkung pada Senin, 16 Maret 2026.

Pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Apabila situasi normal dengan jumlah traffic di bawah 2.000 kendaraan per jam, maka jalan akan tetap difungsikan normal dengan petugas tetap berjaga di dalam. 

Namun apabila kendaraan cukup padat, di mana jumlahnya mencapai 3.000 unit per jam, pihaknya akan mempersiapkan 7 gardu satelit dan petugas pelaksanaan patroli, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan yang semakin tinggi.

Jika terjadi emergency, di mana jumlah traffic di atas 3.000 kendaraan per jam selama 3 jam berturut-turut, serta kecepatan sudah di bawah 20 km/jam. Pada kondisi tersebut, pihaknya akan mempersiapkan one way lokal dan para petugas akan menunggu instruksi dari Dirlantas. Pelaksanaan one way lokal ditujukan untuk mengurai kepadatan kendaraan dari KM 422 ke KM 442 Bawen.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik pada tanggal 24 Maret 2026.

"Jika melihat data mulai dari H-10 sampai dengan tanggal 15 Maret atau H-6,  sudah mulai terjadi peningkatan lalu lintas yang mengarah ke arah Semarang dan bertransaksi di Gerbang Tol Kalikangkung. Kita lihat secara akumulasi sudah 45,58% di atas normal," ujarnya. 

Diperkirakan angka tersebut akan terus meningkat, sampai nanti menemui puncaknya pada tanggal 18 Maret 2026. 

"Pada saat puncak arus mudik, kami perkirakan lalin harian yang bertransaksi di Gerbang Tol Kalikangkung mengarah ke Semarang itu, akan (ada sebanyak) 68.900 kendaraan," katanya. 

Sedangkan dari pantauan gardu entrance Gerbang Tol Kalikangkung, pada tanggal 24 Maret 2026 diproyeksikan akan terjadi puncak arus balik dengan jumlah kendaraan mencapai 73.900 unit. 

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memberikan apresiasi terkait kesiapan Pos Terpadu Kalikangkung  dalam menghadapi arus mudik. Menurutnya, langkah yang telah dilakukan melalui sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Polda Jateng, dan Jasa Marga telah dipersiapkan dengan baik. 

"Tadi saya lihat bahwa dari sisi persiapan pelayanan baik, mulai dari bagaimana mengatur rekayasa arus lalu lintas. Pengaturan One Way Lokal dan One Way Nasional, termasuk terobosan baru dengan nama Sipolan (Sistem Informasi Pelayanan Polisi Lalu Lintas). Ini menjadi pelengkap respons cepat 110 (Call Center Polri) yang sudah ada," katanya. 

Ia berharap, pelayanan yang diberikan saat ini dapat terus terjaga, bahkan Jawa Tengah bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi Polda Jateng atas sejumlah terobosan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pemudik. Salah satunya adalah menonjolkan "safety" atau keamanan dan "hospitality" atau keramahan.

"Melalui inovasi yang dilakukan Polda Jateng, harapannya keramahtamahan untuk menyambut saudara kita yang mudik bisa berjalan lancar dan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik Lebaran 2026. 

Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026. Kepadatan lalu lintas diprediksi akan dimulai dari KM 70 ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek, sampai KM 421 ruas Jalan Tol Semarang menuju Solo. 

"Kami mengantisipasi dengan melaksanakan one way lokal apabila terjadi kemacetan di wilayah Kota Semarang, untuk ditarik sampai dengan ke arah Bawen," ucap Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, saat menyampaikan paparan mengenai Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idulfitri Tahun 2026 di Gerbang Tol Kalikangkung pada Senin, 16 Maret 2026.

Pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Kalikangkung Semarang. Apabila situasi normal dengan jumlah traffic di bawah 2.000 kendaraan per jam, maka jalan akan tetap difungsikan normal dengan petugas tetap berjaga di dalam. 

Namun apabila kendaraan cukup padat, di mana jumlahnya mencapai 3.000 unit per jam, pihaknya akan mempersiapkan 7 gardu satelit dan petugas pelaksanaan patroli, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan yang semakin tinggi.

Jika terjadi emergency, di mana jumlah traffic di atas 3.000 kendaraan per jam selama 3 jam berturut-turut, serta kecepatan sudah di bawah 20 km/jam. Pada kondisi tersebut, pihaknya akan mempersiapkan one way lokal dan para petugas akan menunggu instruksi dari Dirlantas. Pelaksanaan one way lokal ditujukan untuk mengurai kepadatan kendaraan dari KM 422 ke KM 442 Bawen.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik pada tanggal 24 Maret 2026.

"Jika melihat data mulai dari H-10 sampai dengan tanggal 15 Maret atau H-6,  sudah mulai terjadi peningkatan lalu lintas yang mengarah ke arah Semarang dan bertransaksi di Gerbang Tol Kalikangkung. Kita lihat secara akumulasi sudah 45,58% di atas normal," ujarnya. 

Diperkirakan angka tersebut akan terus meningkat, sampai nanti menemui puncaknya pada tanggal 18 Maret 2026. 

"Pada saat puncak arus mudik, kami perkirakan lalin harian yang bertransaksi di Gerbang Tol Kalikangkung mengarah ke Semarang itu, akan (ada sebanyak) 68.900 kendaraan," katanya. 

Sedangkan dari pantauan gardu entrance Gerbang Tol Kalikangkung, pada tanggal 24 Maret 2026 diproyeksikan akan terjadi puncak arus balik dengan jumlah kendaraan mencapai 73.900 unit. 

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memberikan apresiasi terkait kesiapan Pos Terpadu Kalikangkung  dalam menghadapi arus mudik. Menurutnya, langkah yang telah dilakukan melalui sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Polda Jateng, dan Jasa Marga telah dipersiapkan dengan baik. 

"Tadi saya lihat bahwa dari sisi persiapan pelayanan baik, mulai dari bagaimana mengatur rekayasa arus lalu lintas. Pengaturan One Way Lokal dan One Way Nasional, termasuk terobosan baru dengan nama Sipolan (Sistem Informasi Pelayanan Polisi Lalu Lintas). Ini menjadi pelengkap respons cepat 110 (Call Center Polri) yang sudah ada," katanya. 

Ia berharap, pelayanan yang diberikan saat ini dapat terus terjaga, bahkan Jawa Tengah bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi Polda Jateng atas sejumlah terobosan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pemudik. Salah satunya adalah menonjolkan "safety" atau keamanan dan "hospitality" atau keramahan.

"Melalui inovasi yang dilakukan Polda Jateng, harapannya keramahtamahan untuk menyambut saudara kita yang mudik bisa berjalan lancar dan jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu