Follow Us :              

Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan Organisasi Keagamaan di Berbagai Bidang

  26 April 2026  |   08:30:00  |   dibaca : 120 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Perkuat Sinergi dengan Organisasi Keagamaan di Berbagai Bidang

26 April 2026 | 08:30:00 | dibaca : 120
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

TEMANGGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan organisasi keagamaan Rifa’iyah di berbagai bidang, seperti penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); meningkatkan layanan dan akses pendidikan; serta dakwah keagamaan.    

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) V Rifa’iyah Jawa Tengah di Gedung Pemuda, Kabupaten Temanggung pada Minggu, 26 April 2026.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan bahwa Rifa’iyah merupakan mitra strategis bagi pemerintah terkait dengan pembangunan berbasis komunitas. 

Ia mengatakan, salah satu contoh sinergi yang sudah berjalan adalah dukungan terhadap UMKM binaan Rifa’iyah, khususnya batik khas Rifa'iyah dari Batang.

“Setiap ada kegiatan, kami sengaja menghadirkan batik Rifa'iyah sebagai cendera mata,” ucapnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi untuk menghubungkan aspek sosial keagamaan dengan ekonomi lokal. 

Sementara di sektor pendidikan, Pemprov Jateng juga membuka beasiswa bagi santri dan pengasuh pondok. Harapannya, program ini mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) berbasis pesantren.

“Silakan dimanfaatkan. Kita ingin kader-kader Rifa’iyah ikut maju lewat pendidikan. Tidak ada dikotomi, semua punya kesempatan yang sama,” tegasnya.

Wagub berpesan agar para jemaah tidak merasa kecil. Apalagi, kontribusi Rifa’iyah dalam khazanah keilmuan Islam di Jawa sudah meluas. Ajaran dan karya K.H. Ahmad Rifa'i (pendiri Rifa’yah) disebut masih menjadi rujukan lintas kalangan.

“Banyak kiai di Jawa Tengah belajar dari ulama Rifa’iyah. Ini menunjukkan pengaruhnya besar, bukan hanya internal, tetapi juga umat secara luas,” tambahnya.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng memandang penting sinergi lintas organisasi keagamaan untuk menjaga keseimbangan antara penguatan agama dan kebangsaan. Figur K.H. Ahmad Rifa’i sendiri telah diakui sebagai pahlawan nasional. Hal ini menegaskan peran historisnya dalam perjuangan Islam dan kemerdekaan Indonesia.

Melalui Mukerwil ini, pemerintah berharap Rifa’iyah merumuskan program kerja yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial keagamaan.

“Kalau sinergi ini dijaga, maka bukan hanya organisasi yang kuat, tetapi juga masyarakat dan negara,” ucap Wagub.


Bagikan :

TEMANGGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan organisasi keagamaan Rifa’iyah di berbagai bidang, seperti penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); meningkatkan layanan dan akses pendidikan; serta dakwah keagamaan.    

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) V Rifa’iyah Jawa Tengah di Gedung Pemuda, Kabupaten Temanggung pada Minggu, 26 April 2026.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan bahwa Rifa’iyah merupakan mitra strategis bagi pemerintah terkait dengan pembangunan berbasis komunitas. 

Ia mengatakan, salah satu contoh sinergi yang sudah berjalan adalah dukungan terhadap UMKM binaan Rifa’iyah, khususnya batik khas Rifa'iyah dari Batang.

“Setiap ada kegiatan, kami sengaja menghadirkan batik Rifa'iyah sebagai cendera mata,” ucapnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi untuk menghubungkan aspek sosial keagamaan dengan ekonomi lokal. 

Sementara di sektor pendidikan, Pemprov Jateng juga membuka beasiswa bagi santri dan pengasuh pondok. Harapannya, program ini mampu mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) berbasis pesantren.

“Silakan dimanfaatkan. Kita ingin kader-kader Rifa’iyah ikut maju lewat pendidikan. Tidak ada dikotomi, semua punya kesempatan yang sama,” tegasnya.

Wagub berpesan agar para jemaah tidak merasa kecil. Apalagi, kontribusi Rifa’iyah dalam khazanah keilmuan Islam di Jawa sudah meluas. Ajaran dan karya K.H. Ahmad Rifa'i (pendiri Rifa’yah) disebut masih menjadi rujukan lintas kalangan.

“Banyak kiai di Jawa Tengah belajar dari ulama Rifa’iyah. Ini menunjukkan pengaruhnya besar, bukan hanya internal, tetapi juga umat secara luas,” tambahnya.

Oleh karena itu, Pemprov Jateng memandang penting sinergi lintas organisasi keagamaan untuk menjaga keseimbangan antara penguatan agama dan kebangsaan. Figur K.H. Ahmad Rifa’i sendiri telah diakui sebagai pahlawan nasional. Hal ini menegaskan peran historisnya dalam perjuangan Islam dan kemerdekaan Indonesia.

Melalui Mukerwil ini, pemerintah berharap Rifa’iyah merumuskan program kerja yang tidak hanya memperkuat internal organisasi, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial keagamaan.

“Kalau sinergi ini dijaga, maka bukan hanya organisasi yang kuat, tetapi juga masyarakat dan negara,” ucap Wagub.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu